Kepala BK Perdag Jelaskan Arah Kebijakan Perdagangan 2023 – 2024

Yogyakarta,  18  Mei 2023, pelakubisnis.com – Kementerian  Perdagangan  memiliki  arah  kebijakan  dan  sejumlah program    prioritas selama    2023–2024. Salah    satunya, memastikan    stabilitas    harga    dan ketersediaan barang kebutuhan pokok untuk  perdagangan  dalam  negeri serta  mengembangkan pasar baru dengan prioritas di pasar non-tradisional.Sejumlah strategi telah dijalankan.

Demikian diungkapkan Kepala    Badan    Kebijakan    Perdagangan    (BK    Perdag)    Kementerian Perdagangan  Kasan  dalam Diseminasi Hasil Analisis  BK  PerdagTahun 2023di  Fakultas  Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada pada 17/5.

“Untuk  perdagangan  dalam  negeri,  Kementerian  Perdagangan  berupaya  melakukan  beberapa strategi  untuk  memperkuat  ekosistem  perdagangan.  Strategi  tersebut  meliputi perkuatan  logistik nasional; pemanfaatan  teknologi  digital;  serta menjaga  iklim  persaingan  usaha  yang  sehat  dan perlindungan konsumen,”jelas Kasan.

Kasan menuturkan, Kementerian Perdagangan terus memantau harga dan stok bapoksecara rutin dan  langsung di  lapangan  dengan memastikan  distribusi bapok di  daerah  tertinggal,  terluar,  dan terdepan.  Selanjutnya,  melaksanakan  manajemen  importasi  yang  tepat  waktu  dan  tepat  jumlah agar tidak   mengganggu   produksi   di   dalam   negeri.   Selain   itu,   juga   berkoordinasi terkait pengendalian  inflasi,serta melaksanaan  pasar  murah  selama  Hari  Besar  Keagamaan  Nasional (HBKN).

Kasan menambahkan, terkaitpeningkatan daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Kementerian  Perdagangan  terus  mendorong  kemitraan  UMKM  dengan  ritel  modern, lokapasar (marketplace),dan lembaga pembiayaan.

Dari  sisi  perdagangan  luar  negeri, Kasan  menambahkan, Kementerian  Perdagangan  juga  memiliki beberapa  strategi  perdagangan  luar  negeri,  antara  lain  meningkatkan  ekspor  produk  manufaktur dan  partisipasi  dalam  rantai  nilai  global (global  value  chain). Dari  sisi  pasar  ekspor,  Kementerian Perdagangan  akan  terus  menggencarkan upaya  menembus  pasar  non-tradisional,  seperti  Asia Selatan, Afrika, dan Timur Tengah.

Kasan   menyebut,  perekonomian  global  pada  2023  diperkirakan  masih  akan  melambat dibandingkan tahun  lalu. Pertumbuhan  perekonomian  global  diproyeksi  tumbuh  2,8 persen pada 2023. Sebaliknya, inflasi diproyeksikan  membaik menjadi 7,0persen pada 2023 dibandingkan 2022 yang mencapai 8,7persen.

“Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi Indonesia menunjukkan nilai yang stabil, bahkan pada kuartal I-2023 dapat tumbuh 5,03 persen. Selain itu, angka inflasi tahunan pada April 2023  mencapai  4,33  persen year-on-year  (YoY) masih  relatif  lebih  rendah  jika  dibandingkan negara-negara  lain.  Sejumlah  indikator  makro ekonomi  lainnya  juga  menunjukkan  pertumbuhan positif,  seperti  neraca  perdagangan  yang  kembali  mencatatkan  surplus  USD  16,05  miliar  pada Januari–April 2023,”jelas Kasan.

Menurut  Kasan,  dalam  kondisi  global  dan  nasional  yang  dipenuhi  berbagai  tantangan,  tugas menjaga dan meningkatkan kinerja perdagangan menjadi semakin kompleks. Beberapa tantangan yang  dihadapi  antara  lain  ancaman  resesi  dan  stagflasi;  inflasi  serta  potensi krisis  pangan  dan energi;  serta  meningkatnya pembatasan  perdagangan dan trade  remediesdi  berbagai  negara untuk menghadapi ancaman krisis. Berikutnya, meningkatnya isu multi dimensi; penurunan harga komoditas dunia; isu kebijakan dekarbonisasi dan perdagangan hijau.[]sp