Mendag  Pimpin Pemusnahan Barang Impor  Senilai Rp13,31 Miliar

Tangerang,  9  Juni  2023, pelakubisnis.com  – Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan  memimpin  pemusnahan  barang impor yang tidak sesuai ketentuan senilai Rp13,31 miliar. Kerja besar pengawasan ini dilaksanakan Direktorat  Jenderal  Perlindungan  Konsumen  dan  Tertib  Niaga  (PKTN)  Kementerian  Perdagangan. Upaya  tegas  ini  dilakukan  guna  memberikan  efek  jera  kepada  pelaku  usaha  yang  tidak  mentaati aturan  dan  ketentuan  yang  berlaku.  Pemusnahan  dilaksanakan  di  Kawasan  Industri  Keroncong, Tangerang, Banten pada Jumat (9/6).

Kegiatan pemusnahan turut disaksikan oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten  Babar  Soeharsodan  Kepala  Kanwil  Ditjen  Bea  Cukai  Banten  Rahmat  Subagyo.  Selain  itu, hadir  pula  perwakilan  dari  Polda  Metro  Jaya,  Polda  Banten,  dan  Kejaksaan  Tinggi  Banten.  Turut mendampingi Mendag Zulkifli Hasan Plt. Direktur Jenderal PKTN Moga SimatupangsertaStaf Ahli Bidang Manajemen dan Tata Kelola Veri Anggriono.

“Kemendag melalui  Balai  Pengawasan  Tertib  Niagga  Bekasi telah  melakukan  pengawasan  tata niaga  impor  di  luar  kawasan  pabean (post  border) di  wilayah  Jawa  Barat  dan  Banten  periode Januari—Mei  2023.  Ada  enam  importir yang  mendapatkan  sanksi  berupa  pemusnahan  barang dengan total nilai pabean sebesar Rp13,31 miliar,”terang  Zulkifli Hasan.

Komoditas  yang  dimusnahkan    antara  lain  produk  makanan  dan  minuman,  obat  tradisional  dan suplemen  kesehatan,  produk  kehutanan,  dan  busbar  (pelat)  tembaga.  Produk-produk  tersebut berasal dari Thailand, Tiongkok, dan India.

Zulkifli Hasan menjelaskan, pelanggaran yang dilakukan para importir  yaitu tidak memiliki dokumen   laporan   surveyor   dan/atau   pengecualiannya,   tidak   memiliki   dokumen  persetujuan impor, dan tidak memiliki dokumen Nomor Pendaftaran Barang (NPB).

Pengawasan post border dilakukan berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor, melalui pemeriksaan kesesuaian antara izin impor yang  dimiliki  pelaku  usaha  dengan  barang  yang  diimpor.  Pemeriksaan  tersebut  dilakukan  setelah barang keluar dari kawasan pabean dengan tujuan mendorong percepatan usaha dan investasi di Indonesia.

Langkah  tegas  ini  dilakukan, lanjut  Zulkifli  Hasan, untuk  memberikan  efek jera  kepada pelaku usaha.  Barang ilegal merugikan negara dan mengganggu ekonomi dalam negeri. “Kegiatan pemusnahan barang kali ini diharapkan dapat memberikan efek jera bagi para pelaku usaha yang tidak menaatiperaturan terkait impor, yaitu Permendag Nomor 25 Tahun 2022,”ujarnya.

Zulkifli Hasan berharap setiap importir dapat melaksanakan kegiatan importasi mengikuti seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.[]sp