Mendag : Kolaborasi Pemerintah Tingkatkan Ekspor Jambi

Jakarta,  9 Juli  2023, pelakubisnis.com  – Menteri  Perdagangan  Zulkifli  Hasan  mengatakan,  salah  satu  cara  meningkatkan   ekspor   yaitu   dengan   berkolaborasi.   Kolaborasi antara   pemerintah   pusat   dan pemerintah daerah dapat mendorong ekspor produk unggulan daerah, salah satunya Jambi.

Demikian  disampaikan  Zulkifli Hasan saat membuka acara Satu Hari Bersama Jambi pada 8/7, di Sarinah, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari Bulan Promosi Potensi Unggulan Provinsi Jambi. Turut hadir dalam acara tersebut Gubernur Jambi Al Haris.

“Pemerintah  pusat  dan  pemerintah  daerah  harus  bekerja  sama  meningkatkan  ekspor  Jambi. Pemerintah Pusat membuat toll way melalui perjanjian dagang dengan negara seperti India, Pakistan, Bangladesh,  dan  negara-negara  di  kawasan  Timur  Tengah  sehingga  apabila  Jambi  ingin  melakukan ekspor, maka  tidak terkena tarif,”urai  Zulkifli Hasan.

Selain itu, lanjut Mendag Zulkifli Hasan, pada Oktober 2023 nanti, Kemendag akan menyelenggarakan ajang  pameran  dagang  tahunan  yaitu Trade  Expo  Indonesia  (TEI)  dan  mendatangkan  sebanyak  180 buyer dari seluruh dunia.“Ajang pameran dagang TEI ini juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor produk-produk unggulan,” imbuh  Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan berharap, acara Satu Hari Bersama Jambi dapat mengenalkan produk unggulan Jambi.“Jambi adalah provinsi yang kaya akan sumber daya alam, yaitu perkebunan, pertambangan, atau  pertanian.  Sebesar  60  persen  wilayah  Jambi  adalah  perkebunan.  Selain  itu,  Jambi  memiliki beragam komoditas unggulan, misalnya kayu manis yang terbaik di dunia, lada, kopi, cengkeh, kelapa sawit,  dan  teh  kayu  aro.  Luar  biasa,  ini  perlu  dikenalkan  agar  seluruh  rakyatIndonesiamengetahuikomoditas unggulan Jambi,” ungkapnya.

Zulkifli   Hasan   menyampaikan   apresiasi   kepada   Gubernur   Jambi   Al   Haris   atas pertumbuhan ekonomi Jambi. “Beruntunglah Jambi mempunyai Al Haris. Ekonominya tumbuh di atas 5 persen dan inflasi di bawah rata-rata nasional, yaitu 1,9 persen. Hal ini tidak terjadi di provinsi lain karena rata-rata nasional bulan ini, termasuk rendah yaitu 3,5 persen. Tetapi secara umum sebesar 4 persen,” pungkas Zulkifli Hasan.[]sp