YDBA Perkenalkan UMKM Binaan Sektor Kerajinan Wilayah Jabodetabek
Jakarta, 16 September 2023, pelakubisnis.com- Mengusung tema #AsikBersamaUMKM , pada 13 September 2023 Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengajak beberapa media berkunjung ke lokasi kerja UMKM binaannya di wilayah Jabodetabek yang bergerak di sektor kerajinan. Ikut dalam rombongan, Rahmat Handoyo, Department Head and Communication & Information System YDBA juga perwakilan dari Divisi Innovasi PT Traktor Nusantara (Traknus) yang merupakan distributor alat berat milik Astra Group dan Sumitomo Corporation.

Pada kunjungan awal rombongan mendatangi UMKM PT Narisa Nusantara Kreatif (Narisa Nusantara) yang berlokasi di Ujung Menteng, Bekasi . Narisa Nusantara memproduksi berbagai produk kerajinan tangan seperti tas, jaket dan aksesoris lainnya yang terbuat dari kulit sapi.
Diakui Nina Dahnia selaku Owner Narisa Nusantara, sejak bergabung dengan YDBA, jaringan pemasarannya semakin meluas dan order banyak berdatangan. Baik dari segmen ritel maupun segmen korporat.
Bahan utama yang digunakan Nina dalam mengelola produk craft nya adalah kulit sapi yang diperolehnya dari daerah Garut, Jawa Barat. “Kebetulan sepupu saya di Garut punya usaha penyamakan kulit sapi. Dari mulai proses potong sapi sampai penyamakan kulitnya juga. Karena usaha keluarga jadi saya tinggal pesan sudah dalam bentuk lembaran. Bisa saja saya beli online, tapi saya memilih beli ke keluarga saja,”ujar Nina seraya mengajak rombongan untuk main ke Garut untuk melihat proses penyamakan sapi di sana . Menurutnya tidak ada kendala dalam hal pasokan kulit sapi meski proses penyamakan kulit sapi terbilang tidak mudah.
Sejauh ini penetrasi pasar Nina masih beredar di pasar lokal namun ia sudah berkolaborasi dengan UMKM lain yang membutuhkan bahan leather. Karyawan tetap saat ini ada dua pengrajin, selebihnya ia bermitra dengan pengrajin di daerah Cakung dan sekitarnya.
“Volume produksi kurang lebih Rp 1 milyar di tahun 2021 dengan target pasar ritel (wanita) dan korporat. Tahun ini omzet per bulan sudah sampai Rp 300 juta,”ujar Nina yang juga memanfaatkan limbah kulit sapinya membuat aksesoris seperti gantungan kunci, hiasan rambut, dompet kartu nama dan lain-lain. Selain itu, ia juga mengembangkan usaha jaket dari kulit domba.
Dalam kesempatan itu rombongan YDBA menyambangi UMKM Jabodetabek kedua, yakni PT La Suntu Harapan Utama (La Suntu Tastio) yang bergerak di industri kerajinan tas kulit kombinasi tenun dan batik. Usaha milik Indira yang berlokasi di kawasan Depok, Jawa Barat ini berdiri tahun 2010.
Lahir dari kegelisahan Indira selepas berhenti dari pekerjaan ingin membangun usaha. Kebetulan mencoba ikut ajakan teman berjualan di Pameran Inacraft. Di pameran ia terinspirasi ketika melihat banyak produk kerajinan tangan dari seluruh Indonesia dan memicunya untuk belajar membuat kerajinan tangan tas. Ia rekrut satu orang penjahit dan hasilnya ia coba tawarkan ke satu teman kemudian keterusan banyak yang memesan , strategi ‘ketok tular’ pun terjadi hingga pasarnya meluas hingga ke segmen korporat. “Waktu itu modal saya di bawah Rp1 juta dan jadi dua tas kulit,”ujar Indira yang di awal penetrasi ke segmen pasar korporat langsung mendapat order 3500 unit tas pinggang .
Diakuinya sejak diajak YDBA tahun 2016 kondisi perusahaan sudah berjalan. “Waktu itu saya diajak teman untuk gabung di YDBA. Saya bilang, kalau disuruh ngutang (berhutang) saya gak mau! Ternyata diajak ikut pelatihan 5R itu, saya masih ingat!,”ungkap Indira tentang program dasar pembinaan UMKM YDBA dengan Rumus 5R yang awalnya ia pikir hanya sebatas slogan ternyata membawa dampak bagi perkembangan usahanya.
Menurutnya yang membedakan pelatihan YDBA dengan pelatihan sejenis karena penerapan rumus 5 R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) tersebut yang ternyata berdampak pada produktivitas kerja dan dapat mengurangi resiko di tempat kerja. Tak bisa langsung diterapkan, tapi perlahan ia benahi usahanya . Mulai dari merapihkan stok barang, membersihkan alat kerja, hingga dalam hal pengelolaan keuangan menjadi lebih rapih dan disiplin.
Selain Rumus 5R tadi, ia juga mendapat kesempatan membangun jaringan pasar yang lebih luas, diantaranya lewat pameran. “Seperti Pameran GIIAS kemarin awalnya saya pikir, mau ngapain saya ikut disitu. Itu pameran mobil. Tapi ternyata banyak yang pesan produk saya. Ada yang pesan buat kantor, ada yang pesan untuk anaknya yang mau menikah. Kemarin saya dapat 5 customer dalam jumlah lumayan,”papar Indira yang saat ini produknya sudah merambah ke pasar ekspor.
Bisnis Indira tak hanya berkutat di industri pembuatan tas kulit tenun dan batik, sekarang sudah semakin banyak customer korporat yang memesan banyak pernak-pernik souvenir.
Yang seperti Indira dan Nina Dahnia di YDBA cukup banyak. Organisasi nirlaba milik Astra Group ini sudah membina 12.313 UMKM sampai tahun 2022. YDBA membagi 4 level UMKM yang menjadi binaan. Pertama, level pemula. Kedua, madya. Ketiga level pramandiri dan keempat level mandiri. Untuk bisa naik level harus bisa lulus 5 materi yang diajarkan , yaitu produksi, keuangan, HRD, pemasaran dan QCD. Masing-masing level itu harus bisa terpenuhi agar bisa naik level sampai mandiri.[] sr
