PVS ASEAN 2023 Gelar Instrumen Transisi Energi Surya
Jakarta, 15 November 2023, pelakubisnis.com – Photovoltaic & Storage (PVS) ASEAN 2023 ini, merupakan Conference and Expo pertama di Indonesia yang berlangsung pada 14/11, di ICE BSD, Tangerang. Sedikitnya 33 perusahaan peserta pameran yang menampilkan beragam produk inovatif terkini berupa independent and grid systems, solar charges, solar energy supplies for transportation, tracking systems, thermal storage, on- and off-grid storage, software, solar cells, solar thermal power plants, dan lain sebagainya.
Selain membuka peluang bisnis, para peserta dan pengunjung mendapat kesempatan bertemu langsung dengan para pakar industri dan pelaku usaha di sektor Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang berasal dari China, Singapura, dan beberapa representatif di Indonesia.
President Follow Me International Exhibition, Pte, Ltd, Yue Mie menilai, Indonesia merupakan negara yang paling prospektif untuk melakukan transisi energi surya karena memiliki sejumlah potensi menarik. Termasuk sumber daya surya yang melimpah, meningkatnya permintaan energi, dan dukungan pemerintah terhadap pengembangan energi terbarukan.
Apalagi Indonesia yang berada di dekat garis khatulistiwa ini mempunyai iklim tropis menghasilkan sinar matahari melimpah sepanjang tahun. Hal ini menjadikannya lokasi yang ideal untuk pembangkit listrik tenaga surya, karena negara ini memiliki rata-rata penyinaran matahari sekitar 4,8 kWh/m2 per hari atau 112.000 GW per hari, lebih tinggi dari rata-rata global.
Bahkan, pemerintah Indonesia berencana memasang pembangkit listrik tenaga surya untuk mencapai kapasitas hingga 19 GWp (gigawatt peak) pada tahun 2025, 108 GWp pada tahun 2030, dan 1.492 GQp pada tahun 2050.
Menurut President Director PT Adhouse Clarion Events, Toerangga Putra, acara yang berlangsung 3 hari ini menargetkan pengunjung sebanyak 5.000 orang dari Indonesia dan negara-negara di Asia Tenggara dan sekitarnya. PVS ASEAN 2023 akan menampilkan rangkaian rantai pasok industri teknologi tenaga surya dan penyimpanan secara komprehensif, yang akan membantu mendorong transisi energi Indonesia menuju sumber daya yang lebih bersih dan terbarukan.
Hadir dalam Konferensi Asean Policy and Market Outlook pada sessi awal di hari pertama Photovoltaic & Storage (PVS) ASEAN 2023 (14/11), mengusung topik “ASEAN’S Commitment to Photovoltaic Development: Policy and Regulator”, Chairani Rachmatullah, yang menyampaikan kata sambutannya selaku Vice Chairman Masyarakat Ketenagalistrikan Indonesia (MKI), lalu di sessi kedua Secretary General, Asian Photovoltaic Industry Association (APVIA) dan Silvira Ayu Rosalia, Energy Statistician ASEAN Centre for Energy (ACE).
Sementara di hari yang bersamaan digelar Konferensi dengan tema “Building a Sustainable Indonesia With Solar Innovation and Energy Storage” menghadirkan pembicara dari pakar Industri di Indonesia dan Internasional, diantaranya: Fanky Christian, Secretary General, Indonesian ICT Business Association (APTIKNAS), Drs. Sumedi Andono Mulyo, MA, Ph.D, Director for National Priority Infrastructure Projects Development and Planning (P3IPN), Deputy for Facilities and Infrastructure, BAPPENAS, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.M., Secretary General, Ministry of Environment and Forestry, Dr. Gigih Udi Atmo, Director for Energy Conservation, Ministry of Energy and Mineral Resources, Yudo Dwinanda, Director General of New and Renewable Energy and Energy Conservation, Ministry of Energy and Mineral Resources. Dan masih banyak lagi lainnya[] sr
