Kawasan Industri Terpadu Batang Segera Beroperasi Tahun Ini

Desember lalu, PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) atau Grand Batang City (GBC) menggelar ulang tahun ke-3 dengan tema Lift off. Acara itu dalam rangka menyambut operasi kawasan tersebut. Bahkan, kini mulai masuk pembangunan fase ke-2. Sejauhmana daya tarik investor menanamkan investasi di kawasan ini?

Pemerintah terus melanjutkan pembangunan mega proyek Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang atau Grand Batang City (GBC) seluas 4.000-an hektar. Bahkan, pembangunan  KIT fase I ditargetkan selesai dibangun pada 2024.

Bila tidak ada aral melintang, pengoperasian Kawasan GBC pada semester 1 Tahun 2024. Rencananya akan diresmikan  oleh Presiden Republik Indonesia. GBC  merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki luas lahan mencapai 4.300 hektar dengan konsep ‘Smart, Green, and Modern’ dengan mengedepankan pengembangan Kawasan yang berkelanjutan sesuai prinsip-prinsip ‘Sustainability dan ESG’. 

Tak pelak lai, GBC atau PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menyambut operasional tahun 2024 dengan menekankan pada tema lift off. Tema ini digunakan untuk merayakan ulang tahun PT KITB ke-3 pada  10 – 11 Desember 2023. Diharapkan GBC siap  lepas landas menuju operasional di tahun 2024 dengan fasilitas dan utilitas terbaik. 

Acara dihadiri oleh PJ Bupati Batang, Dewan Komisaris GBC, Direksi PT Danareksa (Persero), Seluruh Direksi Klaster Danareksa, Direksi dan Manajemen PTPN, Perusda Batang, Kontraktor, Tenant, Masyarakat Batang dan tentunya seluruh Direksi, Manajemen dan para Karyawan GBC.

Kawasan Industri Terpadu Batang/foto: dok PT KITB

Bahkan, tiga pabrik yang saat ini masih dibangun di Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, dipastikan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2024. Ada salah satu perusahaan telah melakukan rekrutmen tenaga kerja lokal untuk dipekerjakan di pabrik pembuatan sepatu milik investor dari Taiwan.

“Tiga perusahaan sudah direncanakan pada tahun depan beroperasi antara lain, Yih Quan Footwear Indonesia yang merupakan pabrik sepatu. Selain itu juga KCC Glas yang memproduksi kaca, dan juga Samator Indo Gas yang merupakan produsen gas industri,” kata Direktur Kelembagaan dan Humas KIT Batang, M Fakhrur Rozi saat ditemui usai Media Tour yang digelar di Rumah Susun Tower 2 KIT Batang, Kabupaten Batang, 17 November 2023, sebagaimana dikutip dari berita.batangkab.go.id.

“Untuk tenaga kerja pabrik-pabrik yang ada di KIT Batang sendiri diprioritaskan untuk warga lokal, terutama desa penyangga,” jelasnya seraya menambahka, untuk mempersiapkan tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan sektor industri sendiri, pihak KIT Batang bekerjasama dengan Kementerian Tenaga Kerja dan juga Pemkab Batang telah menggelar sejumlah pelatihan keterampilan.

Pelatihan yang diberikan sendiri disesuaikan dengan kebutuhan tenaga perusahaan yang ada di KIT Batang. Mengingat saat ini sebagian besar perusahaan dalam melakukan rekrutmen, lebih memprioritaskan yang sudah mempunyai keterampilan. “Untuk pelatihan sendiri tidak hanya untuk mempersiapkan tenaga kerja di bagian produksi saja, namun juga ditataran manajemen. Sehingga KIT Batang juga memberikan pelatihan di bidang komputer agar menghasilkan tenaga kerja yang menguasai bidang IT,” terangnya.

Ia menambhakan, jika ketiga pabrik tersebut sudah mulai beroperasi, maka kebutuhan tenaga kerja akan banyak sekali, bahkan mencapai ribuan. Namun tentunya sebagian besar membutuhkan tenaga yang mempunyai keterampilan.“Bagi warga ingin bekerja di perusahaan yang ada di KIT Batang, akan lebih baik jika mengikuti pelatihan keterampilan terlebih dahulu sebelum rekrutmen. Dengan begitu, mereka akan mempunyai bekal keterampilan sesuai yang dibutuhkan,” ujar dia.

Selama kurun waktu dua tahun sejak berdiri 11 Desember 2020, KITB telah menyelesaikan Fase 1 seluas 450 Ha. Sedikitnya telah mendatangkan 13 investor baik investor asing (PMA) maupun investor lokal (PMDN).  Total investasi investor yang telah diserap oleh Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) sebesar Rp 6,8 triliun. Diharapkan dapat menyerap tenaga kerja sejumlah 15.000 pekerja pada tahap pertama. Sebagai Proyek Strategis Nasional Pemerintah telah membantu KITB untuk membangun infrastruktur vital Kawasan melalui dana APBN dan PMN sebesar Rp 3,6 triliun.

Sebagai informasi, PT KITB adalah salah satu dari enam perusahaan di bidang kawasan industri di bawah naungan Danareksa. Sedangkan lima kawasan industri lainnya PT Jakarta Industrial Estate Pulau Gadung, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Kawasan Industri Makasar, PT Kawasan Industri Medan, dan PT Surabaya Industrial Eslate Rungkut.

Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Ngurah Wirawan menyampaikan kinerja perusahaan selama 3 tahun telah mencapai target yang ditetapkan sebelumnya.”Mulai dari operasi penjualan air bersih, operasi pengolahan air limbah, instalasi pengolahan sampah padat dan operasi system ICT internet kawasan, itu semua hanya bisa dilakukan dengan seluruh manajemen perusahaan dengan infrastruktur siap opersional dan siap lepas landas,” katanya di kutip dari kontan.co.id, pada 12/12. 

Sementara persiapan operasional Kawasan Fase-1 dan melengkapi infrastruktur Fase-2, KITB mendapatkan kucuran dana dari PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) sebesar Rp786 miliar.  Perjanjian Kredit yang di tandatangani pada November 2023 di Menara Danareksa, merupakan  langkah strategis bagi KITB mendapatkan kepercayaan dari Perbankan dan melengkapi kepercayaan dan dukungan dari pemerintah, serta investor, sebagaimana dikutip dari republika.co.id, pada 23/11/2023

“Kami menyambut baik kerjasama dengan Danamon yang merupakan bagian dari MUFG grup jasa Keuangan global terkemuka sekaligus bank terbesar di Jepang  dalam bentuk Pemberian Dana Pinjaman sebesar Rp. 786 Milyar, dan merupakan kepercayaan dari institusi keuangan kepada KITB,” ujar Direktur Keuangan PT Kawasan Industri Terpadu Batang Evi Afiatin, dalam keterangan tertulis, pada 24/11/2023.

PT Kawasan Industri Terpadu Batang merupakan Kawasan Industri terbesar di Indonesia yang berada di tengah-tengah jalur tol Trans Jawa yang menghubungkan seluruh sentra industri dan jalur logistik di Pulau Jawa. KITB dibangun untuk dapat menarik penanaman modal asing (Foreign Direct Investor) ke Indonesia sebagai katalisator pertumbuhan ekonomi dan terciptanya lapangan kerja.[] Yuniman Taqwa