Pedoman Uji Kompetensi Wartawan Revisi Kelima, Para Wartawan Perlu Uji Kompetensi
Jakarta, 16 Februari 2024, pelakubisnis.com – Ketua Dewan Pers, Ninik Rahayu, membuka acara peluncuran buku Pedoman Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Revisi Kelima dan Diskusi Penelitian tentang Clickbait di Media Siber, di Gedung Dewan Pers, Jakarta, Kamis (15/2).
Menurut Ninik, pers nasional saat ini masih belum sesuai harapan, khususnya dalam meningkatkan profesionalisme wartawan dan perusahaan pers. Banyak wartawan yang belum mengikuti uji kompetensi wartawan, dan masih banyak perusahaan pers yang belum sehat.
Ninik Rahayu menambahkan, buku ini diharap dapat meningkatkan kualitas wartawan. Sebab dengan berbagai revisi yang telah dilakukan setidaknya buku Revisi Kelima dapat dimanfaatkan menjadi pedoman kerja jurnalistik sesuai dengan perkembangan zaman. “Penerbitan buku ini juga untuk menjaga agar seluruh lembaga uji memiliki standar minimal,” katanya.
Sementara Koordinator Penguji Kompetensi Wartawan, Lembaga Pers Dr. Soetomo (LPDS), Priyambodo RH mengatakan, buku ini merupakan proses panjang dalam pembuatan standarisasi cara kerja wartawan di Indonesia. Hal ini kelanjutan pendalaman keilmuan dan teknis buku standar Kompetensi Wartawan sebelumnya yang diterbitan Dewan Pers pada 2010 dan 2018.
Buku Pedoman UKW merupakan karya yang kesekian kalinya yang diterbitkan LPDS. Sebelumnya beberapa buku biografi sudah diterbitkan seperti Tapak Langkah Wartawan Adinegoro (2023).
Peluncuran buku Pedoman UKW Revisi Kelima yang dihadiri para wartawan alumni LPDS ini dibarengi dengan Diskusi Penelitian tentang Clickbait di Media Siber yang menghadirkan tiga pembicara yakni, Managing Editor Kompas.com, Johanes Heru Margianto, Jurnalis Tempo, Lestantya R Baskara serta Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Bakrie.
Dalam kesempatan itu Heru Margianto bercerita bagaimana Kompas.com harus beradaptasi dengan teknologi dan cara baru. Mau tidak mau harus keluar dari gaya jurnalisme Kompas. Menurutnya, model bisnis media harus dibenahi jika ingin mendapatkan jurnalisme yang berkualitas.
Tak dipungkiri internet telah mengubah perilaku audience. Untuk itu LPDS lewat buku Pedoman UKW Revisi Kelima ini diharapkan dapat mengembangkan paradigma kerja perusahaan pers secara multimedia yang menuntut kinerja wartawan yang lebih berwawasan dimana saat ini hasil karya jurnalistik menggunakan gaya saji berbagai platform, multi channel dan memanfaatkan media sosial.
Peluncuran buku ini tidak lepas dari peran para praktisi di dunia jurnalistik yang berkontribusi dalam menyempurnakan isi buku yang mengikuti perkembangan zaman. Para jurnalis tersebut adalah Maria Dian Andriana, Warief Djajanto Basorie, Petrus Suryadi Sutrisno, Kristanto Hartadi, Sri Mustika, Aloysius Arena Ariwibowo, Lahyanto Nadie dan Lestantya Ravisavitra Baskoro. []sr
