Mendag Siapkan Gudang SRG Sebagai Penyimpanan Sementara Beras Petani

Semarang,   2 Januari 2025, pelakubisnis.com  – Menteri   Perdagangan   Budi   Santoso   bersinergi   untuk mempersiapkan  gudang-gudang  Sistem  Resi  Gudang  (SRG)  di  wilayah  Jawa  Tengah  agar  dapat dimanfaatkan  Bulog  sebagai  tempat  penyimpanan  sementara  hasil  panen  petani.  Kemendag mempunyai sembilan gudang SRG dan satu gudang bersistem Controlled Atmosphere Storage (CAS) di Jawa Tengah yang saat ini berstatus belum terpakai (idle). Total kapasitas mencapai 13,5 ribu ton. Di  seluruh  Indonesia,  Kemendag  mempunyai  gudang  SRG  yang  saat  ini idle dan  berpotensi mendukung ketahanan pangan berkapasitas 145 ribu ton.

Demikian  disampaikan  Budi  dalam  Rapat  Koordinasi  Bidang  Pangan  yang  dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, pada 31/12, di Semarang, Jawa Tengah. Rapat membahas sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mempersiapkan target swasembada pangan pada 2027 yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

“Kapasitas gudang SRG tidak terlalu besar, namun bisa membantu Bulog dalam menyimpan beras di  Jawa  Tengah.  Menko  Pangan  telah  menyampaikan  kebutuhan  tahun  depan  yang  semakin meningkat,  seperti  untuk  Lebaran  sekitar  Maret  dan  Program  Makan  Bergizi.  Kita  harus bekerja keras agar suplai tidak kekurangan,” papar  Budi dalam rakor.

Beberapa daerah diJawa Tengah yang mempunyai gudang SRG adalah Kudus, Demak, Pekalongan, Banjarnegara, Blora, Wonogiri, Cilacap, serta Brebes. Mendag berharap, Pemerintah Daerah Jawa  Tengah  dapat  mempersiapkan  gudang-gudang  tersebut  untuk  dimanfaatkan  Bulog  menjadi penyimpanan beras sementara.

“Terdapat beberapa gudang yang kosong. Kami mohon bupati dan walikota bisa membantu membersihkannya    untuk    persiapan    musim    panen,    sehingga    dapat    dipakai    Bulog    untuk penyimpanan sementara komoditas beras hasil panen petani,”lanjut Budi.

Dalam  rakor,  Budi  mengapresiasi  Pemerintah  Daerah  Jawa  Tengah  yang  turut menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Natal 2024 dan Tahun  Baru  2025  (Nataru).  Meskipunia  mengamati,  secara  umum,  memang  ada  beberapa komoditas yang naik harga, kenaikan harga tersebut masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) maupun  harga  acuan  (HA)  yang  ditetapkan.  Misalnya,  cabai  merah  keriting  sempat  naik  menjadi Rp46.200/kg dari Rp33.500/kg pada bulan sebelumnya.

“Kami mengucapkan terima kasih karena harga bapok saat menghadapi Natal relatif stabil. Memang  ada  beberapa  yang  naik,  namun  sebagian  masih  di  bawah  HET.  Misalnya,  cabai  merah keriting yang sempat naik tetapi masih di bawah harga acuan Rp55.000/kg,”jelas Budi.

Untuk Jawa Tengah, lanjutnya, harga cabai juga masih di bawah harga acuan. Harga tertinggi untuk komoditas hortikultura ini tercatat sebesar Rp50.094/kg. Sementara itu, telur ayam juga masih di kisaran harga acuan yaitu Rp30.000/kg.

“Khusus Jawa tengah, harga bapok relatif sama dengan secara nasional. Namun, minyak goreng MINYAKITA perlu diwaspadai karena mengalami kenaikan di atas HET,”imbuh Budi.

Rakor  dihadiri  semua  Kepala  Daerah  tingkat  II  di  Jawa  Tengah.  Turut  hadir  dalam  rapat,  yaitu Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti  Wahyu  Trenggono,  Menteri  Pekerjaan  Umum  Dody  Hanggodo,  Pelaksana  Menteri  Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Kepala Badan Pangan Arief Prasetyo Adi, serta Pj. Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana.[]sp