Dorong Ekspor, Kemendag Inovatif Manfaatkan Teknologi

Jakarta,  22  Februari  2025. Pelakubisnis.com – Wakil  Menteri  Perdagangan Dyah  Roro Esti Widya  Putri  menegaskan pentingnya kepemimpinan yang inovatif dalam upaya menciptakan transformasi suatu organisasi. Salah  satu  contohnya,  Kementerian  Perdagangan  yang  inovatif  dalam  memanfaatkan  teknologi sebagai   upaya   peningkatan   ekspor,   khususnya   dalam   membantu   usaha   mikro,   kecil,   dan menengah (UMKM)merambah pasar internasional.

Hal tersebut disampaikan Wamendag Roro saat menjadi pembicara pada Program Pengembangan Kepemimpinan  Berjenjang  (PPKB)  Level  Madya  1  Tahun  2025  Otoritas  Jasa  Keuangan  (OJK) Institute  di  Jakarta,  pada 21/2.  Kegiatan  yang  menjangkau  119  peserta  ini  juga  dihadiri  oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar dan kepalaOJK Institute Anung Herlianto.

“Kondisi    global    yang    bergerak    amat pesat    menghadirkan    berbagai    dinamika,    seperti perkembangan teknologi, ketidakpastian ekonomi, perubahan regulasi, hingga perilaku konsumen.  Maka   kepemimpinan   inovatif   bukan   lagi   sebuah   pilihan,   melainkan   kebutuhan.   Kami   di Kementerian  Perdagangan  juga  berupaya  terus  inovatif  dalam  mewujudkan  program  prioritas yang ditetapkan,” ucap Wamendag Roro.

Roro  melanjutkan,  dalam  lingkup  Kementerian  Perdagangan,  sisi  inovasi  diwujudkan salah  satunya  dengan  bagaimana  teknologi  dimanfaatkan  untuk  mendukung pencapaian  target program   UMKM   Berani   Inovasi   Siap   Adaptasi   (BISA)   Ekspor.   Teknologi   digunakan   misalnya digunakan  dalam  proses  penjajakan  kerja  sama  (business  matching)  antara  UMKM  dengan  buyer mancanegara. “Selain  itu  ada  platform  InaExport  yang  menghadirkan  berbagai  informasi  terkait analisis  pasar  ekspor  dari  negara  yang  dituju,  produk  unggulan,  hingga  daftar  pameran  di  dalam maupun luar negeri,” imbuh Roro.

Selain kepemimpinan yang inovatif, Wamendag Roro juga menekankan pentingnya kerja sama tim dan  kolaborasi  lintas  sektor  dalam  upaya  transformasi  organisasi.  Dengan  kolaborasi,  maka memungkinkan  adanya  pertukaran  ide  dan  wawasan.  Misalnya,  kerja  sama  antara  Kementerian Perdagangan dan Kementerian BUMN dalam upaya akselerasi pengembangan UMKM.

“BUMN  memiliki  UMKM  binaan  dan  juga  berperan  pada  sisi  pendanaan,  dan  dari  sana  kami melihat  potensi  sinergi  yang  konstruktif.  Artinya,  pemimpin  wajib  terbuka  dan  bersedia  menekan ego   sektoral.   Dengan   bergerak   bersama,   suatu   tujuan   dapat   lebih   cepat   tercapai,”  tandas Wamendag.

Roro  memaparkan  kunci  kepemimpinan  yang  inovatif terletak  pada  cara pemimpin   menghadapi   perubahan   dan   menciptakan   solusi.   Kepemimpinan   yang   inovatif berorientasi  pada  fleksibilitas,  kreativitas,  dan  keberanian  mengambil  risiko  untuk  mendorong transformasi.  Hal  tersebut  akan  tercermin  ketika  pemimpin  mampu  mengantisipasi  perubahan serta memanfaatkannya sebagai peluang.

Sebelum  mengakhiri  sesinya,  Wamendag  Roro  kembali  mendorong  peserta  yang  hadir  pada kegiatanini   agar   dapat   menjadi   pemimpin   yang   memiliki   pola   pikir   yang   terbuka,   selalu mengembangkan wawasan, dan tidak henti mencari cara untuk berkontribusi bagi Indonesia. “Jika seluruh  peserta  di  ruangan  ini  menyadari  bahwa  kepemimpinannya  secara  tidak  langsung  juga memengaruhi  pertumbuhan  ekonomi  dan  kemajuan  Indonesia,  lalu  bertekad  menjadi  pemimpin yang inovatif, maka Indonesia Emas 2045 bukanlah hal mustahil,” tutup Wamendag Roro.[]sp