Kemendag Optimalkan UMKM Untuk Topang Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen

Jakarta,  18  Maret  2025, pelakubisnis.com   – Menteri  Perdagangan  Budi  Santoso  kembali  menegaskan  komitmennya  untuk mendorong   pencapaian   target pertumbuhan   ekonomi   Indonesia   melalui   tiga   program   prioritas Kementerian  Perdagangan.  Ketiga  program  tersebut,  yakni  Pengamanan  Pasar  Dalam  Negeri,  Perluasan Pasar  Ekspor,  dan  Peningkatan  Usaha  Mikro,  Kecil,  dan  Menengah  Berani  Inovasi,  Siap  Adaptasi  Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

Demikian   disampaikan Mendag Busan dalam diskusi panel ‘Pahlawan Ekonomi Bangsa: Kekuatan UMKM Mendorong Pertumbuhan Ekonomi 8%’ di Jakarta, pada 17/3.

Menurut  Budi, ketiga program tersebut terkait dengan optimalisasi UMKM agar mampu menjadi pendorong  dalam  mencapai  target  pertumbuhan  ekonomi  sebesar  8  persen.“Ketiga program prioritas Kemendag  memiliki  keterkaitan  dengan  pengembangan  pasar  UMKM.  Untuk  mencapai  pertumbuhan  8 persen, UMKM harus didorong memperluas pasar dan menembus ekspor,”ujar Budi.

Budi  menyampaikan,  Program  Pengamanan  Pasar  Dalam  Negeri  artinya  UMKM  harus  mengisi pasar  dalam  negeri.  Kemudian,  Program  Perluasan  Pasar  Ekspor  terkait  dengan  pembukaan  akses  pasar yang  lebih  luas  bagi  UMKM.  Sementara  itu,  Program  UMKM  BISA  eksporterkait  dengan  pengembangan sumber daya UMKM baik berbasis manajemen dan produk, maupun pemasarannya.

“Program  ini  dirancang  dengan  pendekatan  ekosistem  yang  komprehensif  dan  melibatkan  aspek pembiayaan,  logistik,  rantai  pasok,  teknologi  produksi,  desain,hingga peran agregator,” kata  Budi.

Ia  melanjutkan,  Kemendag  mempunyai  perwakilan  perdagangan  di  luar  negeri  yaitu  Indonesian  Trade Promotion Center (ITPC) dan Atase Perdaganganyang siap membantu UMKM dalam memasarkan produk. Setiap  bulan,  perwakilan  perdagangan  tersebut  menggelar  kegiatan  presentasi  bisnis (pitching) dan penjajakan kerja sama bisnis(business matching).

Pada kegiatan tersebut, perwakilan di luar negeri akan mencari buyeryang sesuai dengan produk UMKM. Pada Januari 2025, terdapat40 kegiatan pitching dan 32 business matching dengan total transaksi sebesar USD  5,22  juta.  Sementara  itu,  pada  Februari  2025,  terjadi 74 business  matching dengan  total  transaksi sebesar USD 3,55 juta.

“Business matchingbertujuan untuk membangun kepercayaan buyerbahwa produk UMKM Indonesia bisa diekspor  dan  dapat  diterima  di  luar  negeri.  Kegiatan  ini  merupakan  instrumen  untuk  memperkenalkan UMKM Indonesia kepada buyer,”kata Mendag Budi.

Dari  sisi  digitalisasi,  tambah  Budi, Kemendag  mendorong  UMKM  untuk  meningkatkan kemampuan,  baik  untuk  masuk  dalam  pasar  niaga  elektronik (e-commerce) maupun  memanfaatkan platform digital. Kemendag  juga mendorong UMKM untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan perguruan  tinggi  serta  komunitas  UMKM untuk  mendorong  program  pembentukan  agregator  sebagai pendamping UMKM.

Menurut  Budi, untuk menjadi negara maju, Indonesia harus memiliki rasio kewirausahaan sekitar 10—12  persen.  Saat  ini,  rasio  kewirausahaan  Indonesia  ada  di  kisaran  3,4  persen. “Untuk itu, UMKM Indonesia harus tumbuh besar dan mandiri. Pemerintah akan terus membina UMKM baru untuk mengejar rasio kewirausahaan agar menjadi negara maju,”tandas Budi.

Pada  kegiatan  tersebut,  Mendag  Busan  menyaksikan  beberapa  penandatanganan  kerja  sama  PT  SRC Indonesia Sembilan dengan Bulog, PT BRI, PT Pos Indonesia, dan PT Telekomunikasi Seluler. []sp