Indonesia-Korea CEPA, Indonesia Dukung Berbagai Skema Pemanfaatan Kerja Sama

Jeju, Korea Selatan,   17  Mei  2025, pelakubisnis.com  – Indonesia  secara  intensif  mendorong  pemanfaatan  Perjanjian  Kemitraan Ekonomi   Komprehensif   dengan   Korea   Selatan   (Indonesia-Korea   CEPA)   untuk   memastikan pertumbuhan perdagangan antara kedua negara. Indonesia menyambut baik implementasi sistem pertukaran  data  elektronik  asal  barang  yang  dapat  mendukung  perdagangan  kedua  negara. Indonesia   mengapresiasi  Korea  Selatan  yang  menerima  usulan  peningkatan  ekspor  jasa  dari Indonesia.

Demikian disampaikan  Menteri  Perdagangan  RI  Budi  Santoso  dalam  pertemuan  bilateral  dengan Menteri  Perdagangan  Korea  Selatan  Inkyo  Cheong  di  sela  Pertemuan  Para  Menteri  Perdagangan APEC (APEC MRT) di Jeju, Korea Selatan, pada 16/5.

“Kami  mengapresiasiupaya  kedua  belah  pihak,  baik  yang  telah  dijalankan  maupun  dalam pembahasan,   untuk   meningkatkan   perdagangan   antara   Indonesia   dan   Korea   Selatan.   Bagi Indonesia, berbagai upaya akan ditempuh untuk mendorong diversifikasi pasar ekspor, termasuk ke Korea  Selatan, di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan global,” kata  Budi pasca pertemuan.

Menurut Budi,  Indonesia dan  Korea  Selatan  telah  menerapkan  Sistem  Pertukaran Data Elektronik  Asal  Barang  (Electronic  Origin  Data  Exchange  System/EODES). Sistem  ini  telah  berlaku Maret   2024. “Indonesia  menyambut  baik  penerapan  EODES  untuk  mendukung  peningkatan perdagangan  dengan  Korea  Selatan.  Kami  harap,  sistem  ini  dapat  memfasilitasi  perdagangan  di masa yang penuh tantangan seperti saat ini,”ungkap Budi.

Untuk mengoptimalkan manfaat Indonesia-Korea CEPA dalam sektor perdagangan jasa, Indonesia mengusulkan proposal Special Scheme for Professionals (SSP). Skema ini berupa usulan agar Korea Selatan memberikan fasilitasi bagi profesional Indonesia untuk bekerja di Negeri Ginseng. Sebagai tahap awal, skema ini akan berfokus pada sektor teknologiinformasi dan perangkat lunak.

Budi  mengapresiasi  Korea  Selatan  yang  telah  menyampaikan  kesediaannya  untuk mengimplementasikan  SSP  dan  menjalankan  kajian  awal  bagi  skema  ini.  Termasuk,  dalam  hal menjalin   kerja   sama   dengan   asosiasi   di   industri   terkait.   Menurutnya,   skema   ini   dapat menguntungkan  kedua  negara,  terutama  dalam  pengembangan  dan  kerja  sama  industri  yang menjadifokus awal kerja sama.

“Indonesia mengapresiasi kesediaan Korea Selatan untuk mengimplementasikan skema khusus bagi para profesional Indonesia dalam kerangka IK-CEPA, sehingga dapat memfasilitasi para profesional Indonesia untuk bekerja di Korea Selatan. Kami berharap skema tersebut dapat segera diterapkan,”ujar Budi.

Selain  mendiskusikan  Indonesia-Korea  CEPA,  keduanya  juga  membahas  perkembangan  aksesi Indonesia  ke  Organization  for  Economic  Cooperation  and  Development  (OECD).  Mendag  Budi menyambut  baik dukungan  negara-negara  anggota  terhadap  proses  aksesi  Indonesia,  termasuk dukungan  dari  Korea  Selatan.  Keanggotaan  Indonesia  di  OECD  diproyeksikan  dapat  memperbaiki kualitas kebijakan, kualitas birokrasi, dan diplomasi. Selain itu, bergabungnya Indonesia dalam OECD diharapkan dapat meningkatkan investasi dari negara-negara OECD ke Indonesia.

“Indonesia mengharapkan dukungan Korea Selatan dalam bentuk bantuan teknis pada tahapan reviu  teknis  dan  asistensi  keahlian,  khususnya  dalam  mendampingi  tahapan  aksesi,  mengingat peran aktif Korea Selatan dalam pengembangan instrumen hukum OECD,”pungkas Bud.i

Sementara  itu,  terkait  isu  perdagangan  global  saat  ini,  Menteri  Cheong  menyampaikan  bahwa proses negosiasi tarif resiprokal antara Korea Selatan dan Amerika Serikat masih terus berlangsung dan pihaknya belum dapat menginformasikan perkembangan terbaru tersebut kepada Indonesia.

“Kami masih berada dalam tahap negosiasi dengan Amerika Serikat terkait isu tarif resiprokal, dan kami menghargai perhatian serta dukungan Indonesia terhadap proses ini,”ujar Menteri Cheong.

Korea   Selatan   juga   mengapresiasi   sikap   ASEAN,   termasuk   Indonesia,   yang   dinilai   mampu menghadapi isu ini dengan pendekatan yang tenang dan konstruktif.

“Kami  menghargai  respons  ASEAN,  termasuk    Indonesia    yang    dapat    secara    ormkorporatif mengedepankan  dialog.  Ini  menjadi  fondasi  penting  bagi  stabilitas  perdagangan  kawasan,”tambahnya.

Sebagai informasi pada Januari–Maret 2025, ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat USD 2,57 miliar. Sementara itu, impor Indonesia dari Korea Selatan pada periode tersebut sebesar USD 2,11 miliar. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Korea Selatan sebesar USD 457,30 juta. Nilai surplus ini meningkat 77,38 persen dibanding periode yang sama pada 2024 yang sebesar USD 257,80 juta.

Sementara  itu,  untuk  2024,  total  perdagangan  kedua  negara  mencapai  USD  20,09  miliar.  Ekspor Indonesia tercatat USD 10,76 miliar dan impor Indonesia USD 9,34 miliar. Indonesia memperoleh surplus perdagangan sebesar USD 1,42 miliar.

Ekspor  utama  Indonesia  ke  Korea  Selatan,  antara  lain,  minyak  sawit  dan  pecahannya,  kendaraan bermotor, feronikel, asam lemak, dan bungkil (oilcake). Sementara itu, impor utama Indonesia dari Korea  Selatan,  antara  lain,  bagian  alat  telekomunikasi,  kendaraan  bermotor,  suku  cadang  dan aksesori kendaraan bermotor, gear box, dan ekskavator.[]sp