Mendag Dorong UMKM Indonesia Ekspansi Global, Dari Sido Muncul Hingga Bakmi Jogja Sundoro

Semarang, 26 Juli 2025, pelakubisnis.com  – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)  untuk terus berekspansi ke pasar global. Mendag Budi melakukan kunjungan ke dua entitas bisnis UMKM  unggulan yang telah dikenal luas, yaitu PT Sido Muncul dan Bakmi Jogja Sundoro, pada  25/7, di Semarang.

Turut  mendampingi,  yaitu  Inspektur  Jenderal  Kemendag  Putu  Jayan  Danu  Putradan Direktur  Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Iqbal Shoffan Shofwan.

Pada kunjungannya ke PT Sido Muncul, Budi mengapresiasi ekosistem produksi jamu di PT Sido Muncul  yang  dinilai  sudah  terintegrasi  dengan  baik,  mulai  dari  petani,  proses  produksi,  hingga  ekspor. Budi menilai,  Sido  Muncul  memiliki modal  yang  besar  untuk  memperluas  pasar  ekspor, khususnya produk herbal berbahan alam.

“Kita ingin melihat langsung proses produksi jamu karena ini penting. Ekosistemnya sudah berjalan baik, mulai dari petani, produksi, hingga ekspor. Ini harus terus kita dorong,”ucap Budi.

Budi mengajak PT Sido Muncul untuk memanfaatkan berbagai program  fasilitasi  ekspor  yang  Kemendagsediakan,  di  antaranya adalah fasilitasi pitchingdan business matchingoleh perwakilan dagang Indonesia yang ada di luar negeri.

“Kemendag memiliki program bernama business matching.Para pelaku usaha dapat mempresentasikan produknya kepada perwakilan dagang Indonesia di luar negeri. Kitamemiliki 46 perwakilan dagang di 33 negara,”ujarnya.

Ia  menambahkan, hingga  periode  Januari—Juni  2025,  sebanyak  609  UMKM  telah  berpartisipasi  dalam program business  matching,  dengan  nilai  total  transaksi  mencapai  USD  87,04  juta  atau  sekitar  Rp1,3 triliun.“Menariknya, para UMKM ini melakukan seluruh proses tanpa bertemu langsung dengan buyer karena semua dilakukan melalui Zoom” ujar Budi.

Mendag  Budi mengungkapkan,  dalam  rangka mendorong peningkatan  ekspor nasional,  salah  satu strategi utama yang ditempuh adalah memperluas akses pasar melalui kerja sama dan perjanjian dagang dengan berbagai negara mitra.

Sementara itu,  Direktur PT Sido Muncul Irwan Hidayat menyatakan komitmen penuh perusahaan dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan memajukan sektor usaha, khususnya di bidang jamu dan herbal.

“Sido  Muncul  siap  untuk  membantu  program-program  pemerintah.   Kami   ingin   keberadaan   kami bermanfaat bagi masyarakat dan negara. Kami siap berpartisipasi penuh untuk menyukseskan program-program pemerintah, apapun itu, yang melibatkan dunia usaha seperti kami,”tambahIrwan.

Di hari yang sama, Mendag juga mengunjungi salah satu pelaku UMKM Bakmi Jogja Sundoro yang merupakan pelopor bakmi Jogja kemasan pertama di Indonesia. Bakmi Jogja Sundoro terus menunjukkan geliatnya untuk terus naik kelas sebagai UMKM lokal berkelas dunia.

Produk  ini  tidak  hanya  menonjolkan  keaslian  rasa,  tetapi  juga  keunggulan  dalam  standar  kualitas  dan jangkauan pasar. Bakmi Jogja Sundoro telah bersertifikasi halal, Standar Nasional Indonesia (SNI), serta mendapatkan  izin  edar  dari  Badan  Pengawas Obat dan Makanan  (BPOM),  yang  menjadikannya  produk yang terjamin mutu dan keamanannya.

Saat  ini,  Bakmi  Jogja  Sundoro  telah  merambah  328  supermarket  di  seluruh  Indonesia,  termasuk  di Sumatra,  Sulawesi,  hingga  Papua.  Ini  membuktikan  penetrasi  pasarnya  yang  luas.  Tak  hanya  di  pasar domestik, produk ini juga rutin dikirim ke mancanegara seperti Singapura, Australia, Hong Kong, bahkan Spanyol, meskipun belum dalam skala kontainer penuh.

Kesuksesan  Bakmi  Jogja  Sundoro  tak  lepas  dari  dukungan  penuh  Kementerian  Perdagangan.  Pemilik Bakmi  Jogja  Sundoro,  Bintari  Saptanti  mengungkapkan  beragam  fasilitasi  yang  telah  diterima.  Kami mendapatkan  bantuan  sehingga  memperoleh  sertifikasi  Hazard  Analysis  and  Critical  Control  Points (HACCP)  pada  2022  serta  mengikuti  Trade  Expo  Indonesia  (TEI)  yang  merupakan  pameran  dagang internasional terbesar di Indonesia. Selain itu, Bakmi Jogja Sundoro pernah menjadi finalis UKM Pangan Award 2022, serta meraih juara pertama kategori kuliner dalam Kompetisi Aku Bangga Buatan Indonesia (ABBI).

Bintari menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kemendagatas dukungan yang diterimanya selama ini. “Terima kasih untuk Kemendag, untuk semua fasilitasinya, untuk semua yang sudah diberikan kepada kami dari mulai kami bertumbuh kecil sampai sekarang kami bertumbuh besar. Dan kami yakin UMKM sudah saatnya go global. UMKM pasti BISA ekspor,”pungkasnya.[]sp