Politeknik STTT Bandung Dukung Kemajuan Industri TPT

Jakarrta, 23 Jui 2025, pelakubisnis.com -. Meski mengalami banyak tantangan, termasuk ketidakpastian ekonomi global, tapi capaian ekspor dari industri TPT pada periode Januari hingga April 2025 menembus USD3,38 miliar atau meningkat 3,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Industri TPT merupakan salah satu sektor prioritas dalam peta jalan pembangunan industri nasional. Sektor ini juga menjadi kunci dalam memacu pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini terlihat dari kinerja pada triwulan I tahun 2025, sektor industri TPT mencatat pertumbuhan positif sebesar 4,64 persen,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, pada 22/7.

Agus  menegaskan, Kemenperin terus mendukung penguatan sektor industri TPT melalui berbagai program strategis. Salah satunya transformasi menuju industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi digital. Strategi ini tidak hanya diterapkan di industri, tetapi juga pada unit pendidikan vokasi binaan Kemenperin.

“Transformasi ini sangat penting guna melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni dan adaptif terhadap kemajuan teknologi modern sehingga dapat bersaing di dunia industri, baik nasional maupun internasional,” ujar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan.

Untuk menopang kebutuhan industri TPT terhadap tenaga kerja yang kompeten dengan jumlah besar, salah satu unit pendidikan vokasi Kemenperin, yakni Politeknik STTT Bandung berperan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. “Kami fokus untuk menyelenggarakan pendidikan vokasi industri dengan berbagai spesialisasi, di antaranya menghasilkan SDM industri TPT yang terampil,” tutur Masrokhan.

Politeknik STTT Bandung sebagai salah satu dari 13 pendidikan tinggi vokasi Kemenperin, merupakan perguruan tinggi tertua yang didirikan sejak tahun 1922 atau telah berusia 103 tahun. Politeknik STTT Bandung dikembangkan dengan spesialisasi di bidang tekstil dan produk tekstil, yang meliputi tiga program studi Diploma IV, yaitu Program Studi Teknik Tekstil, Program Studi Kimia Tekstil, dan Program Studi Produksi Garmen.

“Politeknik STTT Bandung memiliki peran yang vital, tidak hanya mendidik tenaga kerja industri yang kompeten, tetapi juga berkontribusi dalam riset terapan, pengembangan kurikulum berbasis industri, serta penguatan ekosistem industri tekstil nasional,” jelas Masrokhan.

Menurutnya, melalui pendekatan Teaching Factory, implementasi pendidikan dual system, serta program pendidikan yang mengintegrasikan teknologi, sustainability, dan kewirausahaan, Politeknik STTT Bandung menjadi pilar penting dalam menyiapkan SDM tekstil yang tidak hanya mampu bekerja di industri, tapi juga siap menciptakan lapangan kerja baru di era transformasi industri 4.0 dan green industry.[] sp