Mendag Tekankan Pentingnya Sinergi Pendidikan dan Spiritualitas Cetak SDM Unggul

Sumedang,  18 September  2025, pelakubisnis.com – Menteri  Perdagangan  Budi  Santoso  menekankan  pentingnya sinergi antara pendidikan dan spiritualitas sebagai kunci untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM)  yang  unggul.Ia  mengatakan,  pendidikan  dan  spiritualitas  berjalan  beriringan dapat membentuk insan profesional, sekaligus memiliki landasan etis dan moral yang kuat.

Mendag  Budi  menyampaikan  hal  ini  saat meresmikan  Masjid  Al-Mizan  di  lingkungan  Kampus Akademi Metrologi dan Instrumentasi, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu, (17/9). Peresmian Masjid Al-Mizan ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Mendag Budi.

“Kehadiranrumah  ibadah  ini  menjadi  wujud  nyata  komitmen  Kemendag  dalam  mencetak SDMunggul yang tidak hanya berkompeten secara teknis, tetapi juga memiliki landasan etisdan moralyang kuat,” ungkap Budi.

Budi  mengingatkan, masjid bukan hanya tempat ibadah, tetapi sekaligus merupakan tempat menuntut ilmu dan berdiskusi tentang masa depan. “Sejak zaman Rasulullah saw., masjid memiliki fungsi yang lebih luas dari sekadar tempat ibadah, melainkan menjadi pusat peradaban, ruang untuk bermusyawarah, serta tempat memikirkan kemajuan umat, bangsa, dan negara,”kata Mendag Budi.

 Ia berharap, Masjid Al-Mizan dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuntut ilmu, berdiskusi, dan membina karakter. “Saya berpesan agar Masjid Al-Mizan senantiasa dimakmurkan, tidak hanya sebagai  tempat  ibadah,  tetapi  juga  sebagai  ruang  diskusi  keilmuan,  pembinaan  karakter,  serta penguatan nilai-nilai kebangsaan dan keagamaan,”ujarnya.

Sementara  itu,  Kepala  Badan  Pengembangan  Sumber  Daya  Manusia  Perdagangan  (BPSDMP) Mardyana   Listyowati   menjelaskan,pembangunan   Masjid   Al-Mizan   berlangsung   pada   Juli—Desember   2024.   Pembangunan menggunakan   DIPA   Biro   Umum   Sekretariat   Jenderal   Tahun Anggaran 2024.

“Nama Al-Mizan berarti  timbangan  atau  neraca.  Dalam  konteks  Islam,  Al-Mizan  adalah  simbol keadilan  dan  kebenaran.  Istilah  ini  selaras  dengan  hakikat  kemetrologian  yang  merupakan  fokus utama pembelajaran di Akademi Metrologi dan Instrumentasi,”tambah Mardyana.

Menurut sivitas Akademi  Metrologi  dan  Instrumentasi, Willi  Sutanto, keberadaan  masjid  di lingkungan kampus memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas kemahasiswaan yang positif dan produktif.

“Dengan adanya Masjid Al-Mizan, mahasiswa dapat melaksanakan salat Jumat tanpa perlu keluar kampus. Selain itu, masjid memiliki ruang yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas positif, seperti  diskusi  antarsesama  mahasiswa,  kerja  kelompok,  dan  rapat.  Keberadaan masjid  ini turut mendukung ikatan mahasiswa muslimuntuk lebih aktif menyelenggarakan kajian keislamanserta memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih menjadi khatib Jumat,”kata Willi.

Masjid  Al-Mizan memiliki  total  luas  760  m2  dengan  lantai  dasar  seluas  516,6  m2  dan  lantai  atas seluas 243,4 m2. Kapasitas total dari masjid ini sebanyak 300 orang yang terdiri atas 250 orang di lantai dasar dan 50 orang di lantai atas.[]sp