Perkuat Kerja Sama, Indonesia Dorong Peluang Kolaborasidengan WEF

Jenewa, 19 September 2025, pelakubisnis.com – Indonesia terus memperkuat kerja sama di bidang perdagangan dengan banyak mitra organisasi, salah satunya dengan World Economic Forum (WEF).   Ada  beberapa  peluang  kerja  sama  strategis  yang  dapat  dilakukan  oleh  kedua  pihak. 

Demikian disampaikan Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti  Widya  Putri, dalam pertemuan dengan Managing Director WEF Maroun Kairouz pada 17/9,di sela-sela  rangkaian  kegiatan  World  Trade  Organization  (WTO)  Public  Forum  yang  berlangsung  pada  17—18 September 2025 di Jenewa, Swiss.

“Indonesia  akan  terus  memperkuat  kerja  sama  dengan  WEF  di  berbagai  bidang.  Saat  ini,  ada  beberapa  peluang utama untuk kolaborasi yang lebih mendalam, mulai dari bidang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI),” terang Roro.

Menurut  Roro,  terkait  UMKM,  kerja  sama  dapat  dilaksanakan  melalui  program  UMKM  BISA  Ekspor dengan  melebarkan  peluang  UMKM  Indonesia  untuk  dapat  berpartisipasi  aktif  dan  memperoleh  manfaat  langsung dari perdagangan global.

Roro  mengeksplorasi bagaimana WEF dapat berperan dalam mendorong pemberdayaan  UMKM  dan  wanita.Selain  itu,  kolaborasi juga dapat  dilakukan  di  bidang  energi  terbarukan  dan dekarbonisasi dengan membuka potensi besar Indonesia dalam energi bersih dan inisiatif transisi hijau.

Wamendag  Roro  juga  mengapresiasi  Laporan  Tahunan  WEF  2024—2025.  Menurutnya,  Indonesia menyambut  baik  penekanan  laporan  terhadap  tiga  pilar,  yaitu  pertumbuhan,  inovasi,  dan  ketahanan.  Roro  juga  menggarisbawahi  keselarasan  laporan  tesebut  dengan  prioritas  pembangunan  nasional  dan  strategi pertumbuhan jangka panjang Indonesia, termasuk Asta Cita dan Visi Indonesia 2045.

Melalui  pertemuan  ini, Managing  Director  WEF,  Maroun  Kairouz  turut  mengundang  Presiden  RI  untuk  menghadiri Pertemuan  Tahunan  WEF  tahun  depan  yang  akan  diselenggarakan  pada  19—23  Januari  2026  di    Davos-Kolsters, Swiss. Menurutnya, WEF setiap tahun selalu melibatkan Presiden RI dan pejabat  tinggi lainnya untuk berpartisipasi dan berkontribusi di pertemuan tersebut.

“WEF selalu mengundang Presiden RI karena Indonesia mempunyai peran istimewa dalam ekonomi global, sehingga diharapkan Presiden RI dapat menyampaikan berbagai perkembangan yang telah dilakukan dan visi pembangunan untuk  masa  depan.  WEF  juga  telah  mengutus  perwakilan  ke  Indonesia  untuk  bertemu  dengan  Presiden  RI  dalam rangka menyampaikan undangan,” pungkas Maroun.[]sp