Harga Referensi CPO Naik Tipis  dan Melemah bagi Biji Kakao

Jakarta, 31 Oktober 2025, p elakubisnis.com – Harga Referensi (HR) komoditas minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) untuk penetapan Bea Keluar (BK) dan tarif Badan Layanan Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BLU BPDP), atau biasa dikenal sebagai Pungutan Ekspor (PE), periode November 2025 sebesar USD  963,75/MT.  Nilai  ini  meningkat  tipis  sebesar  USD  0,14  atau  0,01  persen  dari  HR  CPO  periode Oktober 2025 yang tercatat sebesar USD 963,61/MT.

“HR CPO November 2025 meningkat dibanding periode Oktober 2025 dikarenakan adanya ekspektasi peningkatan  permintaan  terutama  dari  Malaysia,  rencana  penerapan  B50,  dan  peningkatan  harga minyak   nabati   lainnya,yaitu  minyak  kedelai,” kata Pelaksana   Tugas   (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana.

Berdasarkan Peraturan  Menteri  Keuangan  (PMK)  Nomor  38  Tahun 2024jo.  PMK  Nomor  68  Tahun 2025, pemerintah mengenakan BK CPO sebesar USD 124/MT dan PE CPO sebesar 10 persen dari HR CPO  periode  1—30 November  2025  yaitu  sebesar  USD  96,3748/MT  untuk  periode November  2025. Nilai  BK  CPO merujuk  pada  Kolom  Angka  7  Lampiran  Huruf  C PMK Nomor 38  Tahun  2024 jo.PMK Nomor  68  Tahun  2025. Sementara  itu, nilai PE  CPO  periode  November  2025 yang  sebesar USD 96,3748/MT merujuk pada Lampiran Huruf A PMK Nomor 69 Tahun 2025.

Tommy  memaparkan,  sumber  penetapan  HR  CPO  diperoleh  dari  rata-rata  harga  selama  periode20 September—19 Oktober 2025 pada Bursa CPO di Indonesia yang sebesar USD 887,73/MT, Bursa CPO di Malaysia sebesar USD 1.039,76/MT, dan Harga Port CPO Rotterdam sebesar USD 1.247,67/MT. Berdasarkan  Peraturan  Menteri  Perdagangan  (Permendag)  Nomor  35  Tahun  2025,  bila  terdapat perbedaan  harga  rata-rata  pada  tiga  sumber  harga  sebesar  lebih  dari  USD  40,  perhitungan  HR  CPO menggunakan rata-rata dari dua sumber harga yang menjadi median dan sumber harga terdekat dari median.

“Sehingga, HR CPO bersumber dari Bursa CPO di Malaysia dan Bursa CPO di Indonesia. Berdasarkan perhitungan tersebut, telah ditetapkan HR CPO sebesar USD 963,75/MT,”ujar Tommy.

Selain itu, produk minyak goreng (Refined, Bleached, and Deodorized/RBD palm olein)dalam kemasan bermerek dan dikemas dengan neto ≤ 25 kg dikenakan BK USD 31/MT. Penetapan tersebut tercantum dalam  “Kepmendag   Nomor2140Tahun 2025  tentang  Daftar Merek Refined,  Bleached,   and Deodorized(RBD) Palm Oleindalam Kemasan Bermerek dan Dikemas dengan Berat Netto ≤ 25 Kg”.

Sementara  itu,  HR  biji  kakao  periode  November  2025  ditetapkan  sebesar  USD  6.374,80/MT,  turun sebesar USD 1.084,03 atau 14,53 persen dari bulan sebelumnya. Hal ini berdampak pada penurunan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada November 2025 menjadi USD 5.990/MT, turun USD 1.057atau 15persen dari periode sebelumnya.

“Penurunan  HR  dan  HPE  biji  kakao  dipengaruhi  peningkatan  suplai  biji  kakao  seiring  dengan peningkatan  produksi  di  negara  produsen  utama seperti  Pantai Gadingkarena  membaiknya  curah hujan,”tambah Tommy.

BK biji kakao periode 1 November 2025 merujuk pada Kolom Angka 4 Lampiran Huruf B PMK Nomor38 Tahun 2024jo.PMK Nomor68 Tahun 2025 sebesar 7,5 persen. Sementara itu, PE biji kakao periode November 2025 merujuk pada Lampiran Huruf C PMKNomor 69 Tahun 2025 sebesar 7,5 persen. 

 “Untuk komoditas lainnya, yakni HPE produk kulit, kayu, dan getah pinus periode November 2025 tidak berubah dari bulan sebelumnya,”ungkapTommy.

Penetapan HR CPO, HR dan HPE biji kakao, HPE produk kulit, HPE produk kayu, dan HPE getah pinus tercantum  dalam “KepmendagNomor 2139Tahun  2025  tentang  Harga  Patokan  Ekspor  dan  Harga Referensi atas Produk Pertanian dan Kehutanan yang Dikenakan BKdan tarif layanan Badan Layanan Umum”.[]sp