Kemendag Genjot Efisiensi Sistem Logistik Nasional Lewat Digitalisasi dan Simplifikasi Perizinan

Jakarta, 27 November 2025, pelakubisnis.com  – Kementerian Perdagangan terus memperkuat efisiensi sistem logistik nasional  melalui  percepatan  digitalisasi  dan  penyederhanaan  proses  perizinan.  Upaya tersebut dilakukan   guna mendukung   kelancaran   arus  barang   dan   penguatan   ekosistem  perdagangan nasional.

Demikian disampaikan Direktur  Jenderal  Perdagangan  Dalam  Negeri Kemendag Iqbal Shoffan Shofwansaat menjadi narasumberpada Bisnis  Indonesia  Forumyang  mengusung  tema ‘Biaya Logistik Turun, Industri Bergeliat’ di Jakarta, Rabu (26/11).

“Digitalisasi dan penyederhanaan perizinan ini kami dorong untuk menciptakan proses yang lebih efisien.Saat ini, integrasi sistem Online Single Submission (OSS), INATRADE, dan Indonesia National Single Window (INSW) menjadi kunci penyederhanaan proses perizinan berusaha yang transparan dan  responsif.  Integrasi  tersebut  sejalan  dengan  Peraturan  Pemerintah  Nomor  28  Tahun  2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko,”ujar Iqbal.

Iqbal   menambahkan,   integrasi   sistem   perizinan   menjadi   langkah   penting   pemerintah   untuk menyamakan  standar  pelayanan  antarinstansi  serta meningkatkan  efisiensiwaktu  dan  biaya bagi pelaku usaha. Dengan penerapan satu kali input data dan konektivitas antarsistem, proses perizinan dapat berjalan lebih sederhana tanpa duplikasi prosedur.

Selain simplifikasiperizinan,lanjut  Iqbal,Kemendag  juga  memperkuat  efisiensi  rantai  distribusi barang  di  dalam  negeri. Melalui  efisiensi  rantai  distribusi tersebut, produsen  barang  mudah  basi atau tidak tahan lebih lama dari tujuhhari dapat menjual barang secara langsung kepada konsumen tanpa harus menunjuk distributor. Kebijakan ini diharapkan dapat memperpendek rantai pasokdan menekan biaya distribusi.

Iqbal  juga  menjelaskanbahwa Kemendagmemastikan  kelancaran  distribusi  antarwilayah melalui pemanfaatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) yang bekerja sama dengan pemerintah daerah. Mekanisme ini terbukti membantu menjaga stabilitas pasokan, khususnya pada komoditas pangan.

Selain berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Kemendag bekerja samadengan Kementerian Perhubungan,  serta  operator  kapal  dan operator pesawat dalam melaksanakan program  Gerai Maritim.  Program  yang  digagas  oleh  Kemendag  tersebut  bertujuan meningkatkan  perdagangan antarpulau, mengurangi biaya distribusi barang, meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan di daerah tertinggal, terpencil, dan  perbatasan  (3  TP),  serta  memperluas  jaringan  distribusi  produk unggulan daerah.

“Sinergi   Kemendag   dengan   Kemenhub untuk   melaksanakan   program   Gerai   Maritim melalui pemanfaatan  Tol  Laut, Angkutan  BarangPerintis,  dan  Jembatan  Udara  telah  menunjukkan  hasil positif.  Distribusi  barang  kebutuhan  pokok  dari  wilayah  surplus  ke  wilayah defisit  menjadi  lebih lancar, sementara disparitas harga barang dapat ditekan,”urai Iqbal.

Pada kesempatan ini, Iqbal juga mengungkapkanbahwa kolaborasi lintas kementerian dan lembaga yang  selama  ini  terjalin  berpegang  pada  kerangka  regulasi  yang  telah  ditetapkan  pemerintah. “Untuk memastikan sinergi berjalan efektif, kita semua berpegang pada aturan dan kebijakan terkait  Ekosistem  Logistik  Nasional  (National  Logistics  Ecosystem/NLE).  Dengan  begitu,  upaya efisiensi  logistik  yang  kita  lakukan  dapat terintegrasi  dan memberikan  dampak  nyata  bagi  dunia usaha,”tutur Iqbal. []sp