Wamendag Roro Ajak Kolaborasi Lintas Sektoruntuk Perkuat Ekosistem Logistik Nasional

Tangerang, 13 November 2025, pelakubisnis.com – Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri mengajak  seluruh  pemangku  kepentingan  untuk berkolaborasi dalam memperkuat ekosistem logistik  nasional  yang  efisien,  tangguh,  dan  berdaya  saing. Kolaborasi lintas sektor merupakan kunci untuk mewujudkan sistem logistik yang terintegrasi dan mendukung kelancaran arus perdagangan nasional maupun internasional.

Demikian disampaikan  Roro  saat  memberikan  sambutan  dalam  Pembukaan Pameran  dan  Konferensi  Asosiasi  Logistik  dan  Forwarder  Indonesia  (ALFI)  Convex  2025  yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten, pada 12/11.

 Acara   dibuka  oleh Menteri  Koordinator  Bidang  Infrastruktur  dan  Pembangunan Kewilayahan (Menko  Infra) Agus  Harimurti  Yudhoyono (AHY) ini akan  berlangsung  pada  12–14 November 2025 dengan mengusung tema “Indonesia in Motion: Logistics Transformation Towards a Golden Indonesia 2045”.

“Efisiensi logistik merupakan fondasi bagi perdagangan yang berdaya saing. Logistik bukan sekadar sektor pendukung, tetapi menjadi tulang punggung perdagangan nasional. Tingkat efisiensi logistik juga menentukan daya saing harga produk Indonesia, baik di pasar domestik maupun internasional. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat sistem logistik yang efisien dan terintegrasi,”imbuh  Roro.

Roro menambahkan, pemerintah  berkomitmen  untuk  mengawal  reformasi  logistik nasional. Tidak   hanya   itu, Kementerian   Perdagangan   akan   terus   memperkuat   konektivitas perdagangan antarwilayah, efisiensi distribusi, serta daya saing logistik nasional.

“Kementerian Perdagangan berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan dan program yang mendukung  kelancaran  logistik  nasional  serta  menjaga  kestabilan  harga  komoditas  di  pasar. Kemendagjuga terusberkolaborasi  dengan  seluruhpemangku  kepentinganuntuk  memperkuat sistem  rantai  pasok  yang  efisien  dan  berkelanjutan.  Logistik  yang  tangguh  akan  memperkuat struktur  perdagangan  Indonesia  dan  mendorong  pertumbuhan  ekonomi  nasional,”tutur Roro.

Setiap pihak, lanjut Roro, memiliki peran yang saling terkait dalam menjaga kelancaran perdagangan. Ia menekankan kestabilan harga dan pasokan tidak akan tercapai apabila arus barang terhambat. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam memperkuat rantai pasok dalam negeri.

Saat ini, pemerintah terus memperkuat konektivitas multimoda yang menghubungkan transportasi darat, laut, udara, dan kereta api. Hal tersebut ditunjukkan melalui upaya modernisasi pelabuhan, bandara, pelabuhan  daratan  (dry  port),  dan  depo  container yang  dilakukan  bersamaan  dengan digitalisasi sistem logistik seperti e-manifest, e-invoice, e-tracking, dan e-payment.Tidak sampai di situ,  melalui  penerapan  Indonesia  National  Single  Window  (INSW)  yang  terintegrasi  dengan  18 kementerian dan lembaga, proses ekspor-impor kini menjadi lebih efisien dan transparan.

Pemerintah Indonesia juga terus memperluas akses pasar di tengah kondisi geopolitik global yang dinamis. Indonesia terus memperkuat kemitraan ekonomi internasional guna memperluas peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

“Sejumlah  langkah  konkret telahdilakukanpemerintah,mulai  dariratifikasi Perjanjian  Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA) antara Indonesia dan Kanada, penyelesaian perundingan Indonesia–Peru CEPA, serta penadatanganan perundingan Indonesia–European  Union CEPA.  Upaya  ini dilakukan  untuk membuka  aksesIndonesiake  pasar-pasar baru yang potensial,”urai Roro.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia menunjukkan surplus sebesar  USD  4,34  miliar pada  September  2025. Capaian ini  menandai  keberlanjutan  tren  surplus selama 65 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Perolehan surplus September 2025 juga menambah surplus secara kumulatif periode Januari–September 2025 menjadi USD  33,48 miliar. Nilai tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan periode Januari–September 2024 sebesar USD 22,18 miliar.

Pada Pembukaan dan Konferensi ALFI Convex 2025 ini,  Roro didampingi oleh Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Kemendag Bayu Nugroho. Turut memberikan sambutan utama secara virtual yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian AirlanggaHartarto.

Ditemui   saat   membuka   ALFI   Convex   2025, Menteri   Koordinator   Bidang   Infrastruktur   dan Pembangunan  Kewilayahan  Agus  Harimurti  Yudhoyono  (Menko AHY) menekankan  pentingnya transformasi  logistik  untuk  mendukung  pertumbuhan  ekonomi  yang  inklusif,  berkeadilan,  dan berkelanjutan.

 AHY mengatakan, konektivitas dan efisiensi logistik akan menjadi fondasi  bagi  tercapainya  visi  Indonesia  Emas  2045,  di  mana  pertumbuhan  ekonomi  harus  sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Sementara  itu, Ketua  Umum  ALFI  Muhammad  Akbar  Djohan  menyampaikan  apresiasinya  atas kehadiran  AHY dan Roro. Hal tersebut membuktikan hadirnya pemerintah dalam memberikan  dukungan nyata terhadap  pengembangan  ekosistem  logistik  nasional  yang  efisien. Selain itu, ia mengatakan, ALFI berkomitmen memperkuat ekosistem rantai pasok nasional melalui  kolaborasi  yang  solid.  Menurutnya,  manajemen  rantai  pasok  yang  terintegrasi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.[]sp