Kemendag Tetapkan HR dan HPE Emas Mulai 23 Desember 2025

Jakarta, 25 Desember 2025, pelakubisnis.com  – Kementerian  Perdagangan mulai  memberlakukan Harga  Referensi (HR) dan  Harga  Patokan  Ekspor  (HPE) bagi  komoditas emas, pada 23/12. HR  emas ditetapkan  sebesar  USD  133.912,59  per  kilogram,  sedangkan  HPE emas ditetapkan  sebesar  USD 4.165,15 per troy ounce (t oz) yang berlaku untuk periode 23–31 Desember 2025.

Penetapan HR dan HPE emas tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 2369  Tahun  2025  tentang  Harga  Patokan  Ekspor  atas  Produk  Pertambangan  Berupa  Emas  yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag tersebut ditetapkan pada 22 Desember 2025 dan mulai berlaku pada 23 Desember 2025.

“Mulai 23 Desember 2025, pemerintah menerapkan HR  dan  HPE  untuk  komoditas  emas. Untuk periode  23—31  Desember  2025,  HR  emas  ditetapkan  sebesar  USD  133.912,59  per  kilogram. Kemudian, HPE emas ditetapkan sebesar USD 4.165,15 per t oz,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana.

Tommy   menambahkan,   penetapan   HR   dan   HPE emas dipengaruhi   dinamika   pasar seperti pelemahan   dolar   Amerika   Serikat   dan   peningkatan   minat   investor   terhadap   logam   mulia. “Penetapan HPE dan HR komoditas emas dipengaruhi oleh melemahnya dolar Amerika Serikat dan meningkatnya minat investor terhadap logam mulia sebagai aset lindung nilai,”ujar Tommy.

Lebih lanjut ditambahkan, penetapan HR dan HPE komoditas emas ditetapkan berdasarkan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Masukan teknis mengacu pada data London Bullion Market Association (LBMA) Gold PM Fix per 15.00 pada periode 19 November 2025–9 Desember 2025. Penetapan dilakukan secara kredibel dan transparan untuk memberikan kepastian usaha bagi pelaku usaha.

“Penetapan HR dan HPE juga dilakukan melalui koordinasi lintas  kementerian  yang  melibatkan Kementerian  Koordinator  Bidang  Perekonomian,  Kemendag,  Kementerian ESDM,  Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian. Koordinasi ini untuk memastikan kebijakan HR dan HPE emas objektif dan sesuai dengan dinamika pasar,” ujar Tommy.

HR  emas  digunakan  sebagai  dasar  penetapan  tarif  Bea  Keluar  (BK)  emas,  sementara  HPE  emas digunakan  sebagai  acuan  harga  ekspor  dalam  pengenaan  BK  emas. Menurut, Tommy, penetapan HR dan HPE emas menjadi tindak lanjut dari pemberlakuanBK untuk ekspor komoditas tersebut.

Pengaturan BK ekspor emas diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 80 Tahun 2025 tentang  Penetapan  Barang  Ekspor  Berupa  Emas  yang  Dikenakan  Bea  Keluar  dan  Tarif  Bea  Keluar. PMK  tersebuttelah  ditetapkan  pada  17  November  2025.“PMK terkait  BK  ekspor  emas menjadi upaya  pemerintah  dalam  memperkuat  tata  kelola  komoditas  emas  dan  mendorong  peningkatan nilai tambah sumber daya mineral nasional,”ujar Tommy.

Ketentuan  BK  dikenakan  atas  ekspor  emas  yang  meliputi  emas  mentah  (dore)  dalam  bentuk bongkah,  batangan  logam  (ingot),  batang  tuangan,  dan  bentuk  lainnya;  emas  atau  paduan  emas dalam bentuk tidak ditempa berupa butiran (granule) dan bentuk lainnya yang tidak termasuk dore; emas  atau  paduan  emas  dalam  bentuk  tidak  ditempah  berupa  bongkah, ingot,  dan  emas  batang cetak (cast bar) yang tidak termasuk dore; serta emas batang cetak mesin (minted bar).[]sp