Mendag Lepas Ekspor 2 Ton Adonan Roti ke UEA

Klaten, 7 Desember 2025, pelakubisnis.com – Menteri Perdagangan Budi Santoso melepas ekspor 2 ton adonan roti PT Juara Roti  Indonesia  (Roti  Ropi)  ke  Uni  Emirat  Arab  (UEA)  senilai  Rp200  juta.  Pelepasan  ekspor  adonan  roti dilakukan pada , 5/12, di Pabrik Roti Ropi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.

Budi  mengapresiasi  pelepasan  ekspor  Roti  Ropi  ini.  Menurutnya,  Roti  Ropi  merupakan  bukti nyata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia mampu menguasai pasar dalam negeri kemudian menembus ekspor.

“Hal inilah yang kami inginkan, yaitu ekosistem yang dijalankan oleh semua, baik yang besar, menengah, dan kecil. Roti Ropi memulai dari kecil, dari UMKM. Kami ingin yang kecil ini menjadi menengah dan besar, mampu menguasai pasar dalam negeri hingga merambah pasar ekspor,”jelas Budi.

Selain melepas ekspor, Mendag Busan meresmikan dan mengunjungi pabrik baru Roti Ropi yang berlokasi di desa Delanggu, Klaten. Hadirnya pabrik baru ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi Roti Ropi, sehingga dapat memenuhi permintaan pasar dalam dan luar negeri.

Pada   pelepasan   ekspor   tersebut,   Mendag   Busan   menyampaikan,   pelaku   usaha   dari   desa   juga berkesempatan  untuk merasakan pengalaman  ekspor.  Melalui  program  Desa  BISA  Ekspor,  Kementerian Perdagangan telah melakukan kurasi sebanyak 741 desa yang siap ekspor.

“Di desa banyak produk tetapi belum terstandardisasi. Produk-produk tersebut kami identifikasi, kemudian kami ajari bagaimana manajemendan pengemasannya, serta kami carikan pasarnya,” ungkap Budi.

Kementerian  Perdagangan  memfasilitasi  pelaku  usaha  untuk  melakukan  ekspor  melalui  46  perwakilan dagang  di  33  negara.  Sepanjang  Januari–November  2025,  Kemendag  telah  memfasilitasi  581  kegiatan penjajakan bisnis (business matching) yang terdiri atas 377 kurasi produk (pitching) dan 204 sesi temu bisnis dengan buyermancanegara. Tercatat, total transaksi pada periode tersebut mencapai USD 134,4 juta.

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo mengapresiasi peran Kementerian Perdagangan dalam memajulan pelaku  usaha  di  Klaten. “Terima kasih sudah mendukung warga masyarakat Kabupaten Klaten sehingga UMKM kami bisa lebih berkembang, naik kelas dari Klaten mendunia. Harapannya, semoga bisa menjadi motivasi bagi UMKM lain di Kabupaten Klaten. Roti Ropi menunjukkan bahwa UMKM bisa naik kelas dan ekspor ke luar negeri,”ujar Hamenang.

Senada,  Direktur  Roti  Ropi  Ahmad  Reza  Kurnia  Rahman  juga  mengapresiasi  dukungan  Kemendag  pada pelepasan  ekspor.  Fasilitasi  Kemendag mengantar produk  lokal  Roti  Ropi  yang  berasal  dari  desa  mampu menembus padang pasir UEA.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemendag. Keberhasilan kami membangun jaringan bisnis berbasis outlet yang kuat hingga mampu menembusUEAtidak lepas dari dukungan dan bimbingan dari Kemendag.  Hal  ini  adalah  mimpi  sederhana  yang  menjadi  kenyataan  dan  bukti  bahwa  UMKM  di  desa mampu bersaing di panggung dunia,” ujar Reza.

Pada Januari–Oktober 2025, ekspor makanan olahan Indonesia ke dunia mencapai USD 5,09 miliar. Di UEA sendiri,   permintaan   produk   makanan   olahan   mencapai   USD   4,8   miliar   pada   2024.   Nilai   tersebut menunjukkan potensi produk makanan olahan Indonesia untuk memasuki pasar UEA.

Roti Ropi membuka gerai pertamanya di Bekasi pada 2015. Kini, Roti Ropi memiliki 72 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia dan 2 gerai di UEA. Roti Ropi telah mengantongi sertifikat Sertifikat Produksi Pangan Industri  Rumah  Tangga  (PIRT),  izin  edar  BadanPengawas  Obat  dan  Makanan  (BPOM),  sertifikat  halal Indonesia, sertifikat halal UEA, serta sertifikasi ISO22000 dan ISO9001. []sp