HPE Konsentrat Tembaga dan Emas Naik pada Periode Pertama Februari 2026

Jakarta, 31 Januari 2026, pelakubisnis.com – Harga Patokan Ekspor (HPE) komoditas konsentrat tembaga (Cu ≥ 15 persen) ditetapkan sebesar USD 6.422,91per Wet Metrik Ton (WMT) untuk periode pertama Februari 2026. HPE tersebut  meningkat  sebesar4,73  persen  dibandingkan  periode  kedua  Januari  2026  yang  sebesar  USD 6.133,11 per WMT.

Kenaikan juga terjadi pada HPE emas yang menjadi USD 148.818,84 per kilogram pada periode pertama Februari  2026  dibanding  periode  kedua  Januari  2026  yang  sebesar  USD  141.972,92  per  kilogram. Sementara  itu,  Harga  Referensi  (HR)  emas  naik  menjadi  USD  4.628,79  per  troy  ounce  (t  oz)  dari  USD 4.415,85 per t oz.

Penetapan HPE dan HR tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Perdagangan (Kepmendag) Nomor 68  Tahun  2026  tentang  Harga  Patokan  Ekspor  dan  Harga  Referensi  atas  Produk  Pertambangan  yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag berlaku untuk 1–14 Februari 2026.

“Nilai HPE konsentrat tembaga naik karena tingginya permintaan industri global terhadap tembaga, terutama dari sektor energi terbarukan, kendaraan listrik, dan manufaktur perangkat elektronik,” jelas Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Tommy Andana.

Selain  permintaan  global,  peningkatan  HPE  tembaga  turut  didorong  terbatasnya  pasokan  tembaga akibat  gangguan  produksi  di  sejumlah  tambang  besar  dunia.  Kemudian,  pergerakan  nilai  tukar  ikut memengaruhi HPE tembaga tersebut.

Tommy menambahkan, kenaikan harga seluruh mineral penyusun tembaga menjadi dasar penghitungan HPE  konsentrat  tembaga  periode  pertama  Februari  2026.  Sepanjang  periode  pengumpulan  data, tercatat harga tembaga naik 4,01 persen, emas naik 4,82 persen, dan perak naik 17,99 persen.

Sementara itu, kenaikan harga emas akibat meningkatnya permintaan global turut memicu kenaikan HPE tembaga  sekaligus  HPE  dan  HR  emas. “Meningkatnya permintaan global dipengaruhi oleh perubahan ekspektasi suku bunga, kebijakan moneter negara maju, dan meningkatnya permintaan emas fisik dari sektor perhiasan dan industri,”ujar Tommy.

HPE  dan  HR  dalam  Kepmendag  Nomor  68  Tahun  2026  ditetapkan  berdasarkan  masukan  teknis  dari Kementerian  Energi  dan  Sumber  Daya  Mineral  (ESDM).  Masukan  teknis  mengacu  pada  data  London Metal Exchange (LME) untuk tembaga, kemudian London Bullion Market Association (LBMA) untuk emas dan  perak.  Penetapan  HPE  dan  HR  dilakukan  melalui  koordinasi  lintas  kementerian  yang  melibatkan Kementerian   Koordinator   Bidang   Perekonomian,   Kemendag,   Kementerian   ESDM,   Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.[]sp