Ekspor Lampaui USD 305 Juta, IKM Kerajinan Semakin Kreatif dan Kompetitif
Jakarta, 16 Februari 2026, pelkubisnis.com – Kementerian Perindustrian mendukung pertumbuhan industri kerajinan dalam negeri dengan memfasilitasi keikutsertaan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) binaan di ajang pameran kerajinan bergengsi dan terbesar di Asia Tenggara, Pameran Inacraft 2026. Upaya ini merupakan langkah Kemenperin untuk terus memacu ekspansi pasar industri kerajinan di pasar dalam dan luar negeri.
“Inacraft menjadi ajang strategis bagi para pelaku usaha kerajinan untuk semakin memperluas pasarnya. Fasilitasi dan pembinaan Kemenperin untuk IKM ini adalah bentuk apresiasi dan kebanggaan terhadap produk dalam negeri, sekaligus upaya membuka peluang promosi yang lebih luas bagi IKM dalam negeri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, pada 15/2.
Pameran Inacraft 2026 diselenggarakan di Jakarta Internasional Convention Center (JICC) pada tanggal 4-8 Februari 2026. Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) memfasilitasi delapan IKM untuk ikut serta dalam Pameran Inacraft 2026.
Agus optimistis, pameran dan dukungan promosi merupakan salah satu faktor penting untuk peningkatan daya saing IKM nasional. Tujuannya, yaitu untuk memperluas akses pasar, memperkuat branding, serta membuka peluang kemitran dan transaksi bisnis yang berkelanjutan.
“Para pelaku IKM yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, sehingga produk-produk yang ditampilkan tidak hanya mempresentasikan standar kualitas dan inovasi terbaik dari pelaku IKM tetapi juga mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya Nusantara,” tuturnya.
Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, delapan IKM yang difasilitasi oleh pihaknya pada ajang Inacraft tahun ini, yaitu Karya Seni Tanduk, Lampung Ethnica, Manika Kaltim, Ragenda MOP Jewelry, Khyang Leather, Shamara, Kalaniwood, dan D’moroy.
Adapun produk yang ditampilkan merupakan produk unggulan, seperti kerajinan tanduk, aksesoris, perhiasan mutiara, produk tas dari anyaman serat alam hingga berbahan kulit, produk fashion dan tenun, serta kerajinan dari limbah kayu yang mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Ditjen IKMA memfasilitasi penyediaan booth yang berada dalam satu island. Kami berharap dengan dukungan ini, IKM mampu mengerahkan segala potensinya dengan mencatat penjualan yang tinggi dan memperkuat posisinya di pasar nasional dan global melalui ekspansi pasar,” harap Reni.
Reni menyampaikan, sejumlah produk yang ditampilkan oleh IKM terfasilitasi pada ajang Inacraft kali ini berhasil memamerkan inovasi dan desain kerajinan tangan, yang disesuaikan dengan kebutuhan serta selera pasar. “Kami mengapresiasi upaya pelaku IKM dalam negeri yang semakin kreatif mengeksplorasi berbagai sumber bahan baku lokal setempat dan melakukan modifikasi agar dapat diterima pasar luas,” ujarnya.
Industri kerajinan, lanjut Reni, juga memiliki potensi pasar ekspor yang harus dimaksimalkan. Berdasarkan data dari Pusat Data dan Informasi Kemenperin, kinerja ekspor kerajinan pada triwulan III tahun 2025 mencapai USD305,54 juta, meningkat pesat dari triwulan sebelumnya sebesar USD173,5 juta. Kinerja positif ini menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal dari Indonesia dapat terus tumbuh dan bersaing di pasar global.
Ditjen IKMA mencatat, total transaksi penjualan yang dihasilkan oleh delapan IKM yang difasilitasi selama pameran Inacraft 2026 berlangsung mencapai Rp 338,16 juta. “Data tersebut menunjukkan tingginya minat pasar terhadap produk kerajinan IKM, sekaligus menegaskan bahwa pameran menjadi sarana efektif untuk meningkatkan eksposur produk dan mengukur respon pasar,” tegas Reni.[]sp
