Indonesia Perkuat Kerja Sama Dagang dengan Yunani, Rusia, dan Myanmar di TEI 2026
Kabupaten Tangerang, 16 Oktober 2026, pelakubisnis.com – Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri memperkuat komunikasi dan menjajaki peluang kerja sama perdagangan dengan Yunani, Rusia, dan Myanmar dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 di ICE BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14/10. Pertemuan bilateral tersebut membahas perluasan akses pasar produk Indonesia, penguatan hubungan antarpelaku usaha, serta fasilitasi perdagangan untuk mendorong kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
“Pertemuan dengan ketiga negara tersebut mencerminkan upaya Kementerian Perdagangan untuk memperluas jaringan perdagangan Indonesia di pasar internasional. Pembahasan juga diarahkan pada identifikasi peluang bisnis dan upaya mengatasi tantangan perdagangan yang memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan pemangku kepentingan terkait,” ujar Roro.
Dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Luar Negeri Yunani Theoharis Theoharis, Wamendag Roro mendorong penjajakan produk Indonesia ke pasar Yunani yang mencakup makanan dan minuman, produk pertanian, furnitur, kerajinan, serta manufaktur. Kedua pihak juga membahas peluang penguatan hubungan antarpelaku usaha, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta sinergi promosi perdagangan dengan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.
Roro mengungkapkan , TEI 2026 dapat dimanfaatkan sebagai sarana untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan calon pembeli internasional, termasuk dari Yunani. Wamendag Roro juga menekankan perlunya menindaklanjuti promosi produk dengan komunikasi bisnis yang terarah. Upaya tersebut mencakup identifikasi kebutuhan pasar, pemenuhan standar dan sertifikasi, serta penguatan kapasitas pelaku usaha agar mampu memenuhi kualitas dan kesinambungan pasokan ekspor.
Wamenlu Yunani Theoharis menyambut baik rencana penandatangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (Indonesia–EU CEPA) dalam waktu dekat dan berharap dapat membantu meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia dan Yunani.
Sementara itu, dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia A.V. Gruzdev, pembahasan mencakup perkembangan perjanjian perdagangan bebas Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (Indonesia–EAEU FTA) dan fasilitasi perdagangan. Dibahas juga peluang kerja sama di bidang ritel, logistik, sistem pembayaran, teknologi digital, dan analisis pasar.
Dalam pertemuan tersebut, Wamendag Roro menyambut baik perkembangan pembahasan Indonesia–EAEU FTA dan menekankan perlunya kesiapan pelaku usaha Indonesia dalam memanfaatkan peluang akses pasar setelah perjanjian berlaku. Kedua pihak juga menyoroti pentingnya pertukaran data perdagangan dan koordinasi untuk menangani berbagai tantangan teknis.
Sementara itu, Regional GR Director X5 Retail Group A.B. Dryakin yang menjadi delegasi perusahaan ritel Rusia menyampaikan minat untuk memperluas hubungan dengan pemasok Indonesia. Sejumlah produk yang dibahas antara lain makanan olahan, mi, buah-buahan, dan produk perikanan. Wamendag Roro mendorong agar penjajakan tersebut ditindaklanjuti melalui komunikasi antarpelaku usaha dengan memperhatikan persyaratan produk, volume, harga, dan kesinambungan pasokan.
Indonesia, lanjut Roro, juga menyampaikan perhatian terhadap akses pasar produk perikanan nasional di Rusia, termasuk persyaratan inspeksi dan sertifikasi. Isu tersebut memerlukan koordinasi lebih lanjut dengan otoritas teknis terkait di kedua negara.
Pada pertemuan dengan Wakil Menteri Perdagangan Myanmar U Minn Minn, Wamendag Roro membahas peluang peningkatan perdagangan bilateral melalui penguatan hubungan bisnis (business-to-business/B2B), penjajakan komoditas pertanian, karet, dan kerja sama industri. Kedua pihak juga membahas Pameran Indonesia Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Oktober 2026 di Yangon, Myanmar sebagai sarana promosi produk Indonesia dan penjajakan kemitraan dengan calon pembeli di Myanmar.
Dalam pembahasan komoditas pertanian, Myanmar menyampaikan peluang perdagangan beras khusus, kacang-kacangan, termasuk kacang hijau, serta produk pertanian bernilai tambah. Sementara itu, Wamendag Roro menegaskan bahwa penjajakan perdagangan perlu memperhatikan kebijakan nasional, termasuk prioritas ketahanan pangan dan swasembada Indonesia.
Roro turut membahas tantangan perizinan impor yang dihadapi perusahaan Indonesia di Myanmar. Hambatan tersebut berkaitan dengan perizinan bahan baku, suku cadang, peralatan, dan bahan kemasan yang dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan kegiatan produksi.
Wamendag Roro juga meminta dukungan Pemerintah Myanmar untuk memfasilitasi penyelesaian kendala tersebut sesuai ketentuan yang berlaku. Wamendag Myanmar Minn menyampaikan kesediaan membantu koordinasi dengan instansi terkait, termasuk melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon. Perkembangan penanganan tantangan perizinan ini akan memerlukan tindak lanjut agar kebutuhan operasional perusahaan Indonesia dapat ditangani secara efektif.
Selain isu perdagangan, Indonesia dan Myanmar juga menjajaki peluang pertukaran pengetahuan di bidang perlindungan konsumen dan persaingan usaha. Pembahasan ini membuka ruang bagi koordinasi teknis lebih lanjut antara instansi yang berwenang di kedua negara.
Melalui rangkaian pertemuan bilateral tersebut, Kementerian Perdagangan akan menindaklanjuti berbagai peluang dan isu yang dibahas dengan menghubungkan pelaku usaha, mengidentifikasi persyaratan akses pasar, serta berkoordinasi dengan kementerian, lembaga, dan perwakilan perdagangan RI di luar negeri.[]sp
