Rajut Asa Generasi Muda Lewat Talenta Digital Desa

Kebumen, 2 November 2026, pelakubisnis.com – Mengembangkan karier di industri kreatif kini tak lagi identik dengan hiruk-pikuk gedung pencakar langit kota besar. Di sudut Desa Adiluhur, Kecamatan Adimulyo, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, layar-layar ponsel dan perangkat digital mulai menjadi pintu masuk bagi anak-anak muda lokal untuk meretas peluang usaha, melahirkan karya, hingga mendulang penghasilan mandiri dari tanah kelahiran mereka.

Asa itulah yang terpancar kuat dalam rangkaian Program Aktivasi Desa Kreatif yang diusung Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf). Kehadiran program ini bukan sekadar membawa seperangkat materi pelatihan, melainkan membuka ruang tumbuh yang humanis bagi talenta daerah.

Kisah Yudi menjadi salah satu potret nyata dari denyut perubahan tersebut. Menggeluti profesi sebagai pembuat konten dan afiliator digital dari desa, Yudi memandang Workshop Konten Digital yang digelar Kementerian Ekraf sebagai oasis untuk memperluas cakrawala berpikir sekaligus merajut jaringan antar-pelaku industri.

“Luar biasa sekali rangkaian acara Aktivasi Desa Kreatif yang menambah insight kepada kami. Mudah-mudahan ke depan ada tingkat selanjutnya karena pelatihan konten digital harus menjangkau materi lebih dalam. Harapannya, bakal ada pelatihan yang lebih advance dan bisa dijembatani untuk bertemu dengan afiliator-afiliator dari Jakarta,” ujar Yudi.

Bagi Yudi dan generasi muda di Adiluhur, menekuni pekerjaan digital bukan sekadar urusan materi. Ada ikatan emosional mendalam di baliknya yaitu keinginan untuk merajut masa depan dan berdaya secara finansial tanpa harus melangkah jauh meninggalkan sang ibu dan kampung halaman.

Pengalaman Yudi menjadi bukti bahwa intervensi teknologi digital dan pendampingan yang tepat mampu meruntuhkan sekat geografis. Kementerian Ekraf menangkap aspirasi tersebut dengan merancang Program Aktivasi Desa Kreatif secara berkelanjutan di 80 desa di seluruh Indonesia. Pendekatannya komprehensif dimulai dari penguatan kapasitas, pendampingan intensif, inkubasi bisnis, hingga fasilitasi akses pasar nasional maupun global.

Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan, narasi pembangunan ekonomi kreatif dari desa harus bermula dari akar rumput dengan mengasah talenta lokal, memperkuat jenama daerah, serta memberi nilai tambah pada produk kreatif yang sudah tumbuh. Karena itu, dukungan pemerintah diarahkan untuk memperkuat potensi yang sudah ada agar dapat berkembang menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kementerian Ekraf melihat banyak sekali desa-desa di Kebumen yang mempunyai potensi ekonomi kreatif dan sudah dibina oleh pemerintah daerah. Arahan Presiden adalah jangan hanya membangun desa yang baru, tetapi perkuat dukungan untuk talenta-talenta yang luar biasa, ragam jenama lokal, serta produk-produk industri kreatif dari berbagai desa,” ujar Teuku Riefky saat mengunjungi Desa Adiluhur, Minggu (1/11).

Di Desa Adiluhur, komitmen tersebut diterjemahkan melalui sentuhan pelatihan pada lima subsektor prioritas: Penyiaran dan Sulih Suara (voice over), Konten Digital, Literasi Bisnis, serta Jasa Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Di Desa Adiluhur, penguatan kapasitas tersebut diwujudkan melalui lima kegiatan yang menyentuh berbagai aspek pengembangan ekonomi kreatif, mulai dari subsektor sulih suara, konten digital, penyiaran, literasi bisnis, hingga jasa teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Pada ruang sulih suara dan penyiaran, peserta diasah mengolah vokal, teknik bercerita (storytelling), hingga seni public speaking bersama praktisi industri, Iqbal Fais (Head Officer Voice People Jogja). Di kelas Literasi Bisnis, para pelaku usaha dibekali kemampuan manajerial, pengelolaan keuangan, hingga strategi mengakses sumber pembiayaan agar karya yang lahir mampu bertahan dan berkembang secara berkelanjutan.

Sementara dalam peninjauan ke Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Adiluhur, Menteri Ekraf menyaksikan langsung Program Sinergi Inkubasi Akselerasi dan Penguatan (SIAP) Talenta Jasa TIK. Di sini, peserta digembleng membangun reputasi dan citra profesional (image building) agar mampu menjangkau klien bertaraf nasional..

Teuku Riefky optimistis, sumbu ekonomi baru yang digerakkan oleh anak-anak muda di desa ini akan menjadi motor penggerak ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.

“Ekonomi kreatif di berbagai daerah sudah terbukti menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi. Apalagi saat ini banyak kegiatan ekonomi kreatif digerakkan generasi Z dan milenial. Kita ingin kreativitas dari desa bisa memberikan penghasilan yang layak, membuka lapangan kerja, meningkatkan ekonomi daerah, dan berkontribusi terhadap PDRB,” ucap Teuku Riefky.

Wakil Bupati Kebumen, Zaeni Miftah, menyambut hangat kolaborasi strategis ini. Menurutnya, Kebumen menyimpan kekayaan ekosistem kreatif yang melimpah mulai dari kriya, kuliner, pariwisata, hingga seni pertunjukan yang membutuhkan sentuhan modernisasi pasar.

“Potensi ekonomi kreatif di Kabupaten Kebumen sangat beragam, mulai dari produk kuliner, kriya, pariwisata, hingga seni dan budaya. Kami berharap kolaborasi ini dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan potensi yang dimiliki. Dengan peningkatan keterampilan dan akses pasar, ekonomi kreatif dapat menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah,” ungkap Zaeni.

Melalui kolaborasi erat pemerintah pusat, pemerintah daerah, praktisi, komunitas, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan media, Aktivasi Desa Kreatif hadir untuk memastikan bahwa potensi dari pelosok desa mampu berdiri sejajar, berdaya saing tinggi, dan memberi dampak nyata bagi perekonomian Indonesia.[]sp