Paska Akuisisi, Sribu.com Canangkan Pertumbuhan Fantastik
Sribu.com akhir tahun 2021 diakuisisi Mynavi Corporation asal Jepang. Dengan akuisisi tersebut Sribu canangkan penambahan klien menjadi 150.000 perusahaan dan pertumbuhan dengan spectrum bisnis jasa lebih luas serta pertumbuhan sampai 100 persen pada tahun 2024. Bagaimana strateginya?

Di usia 12 tahun lari Sribu.com kian kencang. Sejak pertama kali diluncurkan hingga sekarang, platform yang mempertemukan perusahaan atau perorangan dengan pekerja lepas ini telah menangani 30.000-an klien yang bervariasi. Berbagai layanan jasa branding mulai dari desain, logo, company, profile, desain kemasan, pembuatan website, landing page, fotografi, videografi, penulisan artikel dan penerjemah, hingga pembuatan content social media, layanan digital marketing ads dan ribuan jasa lainnya.
Pasar yang dibidiknya pun semakin melebar. Mulai dari individu, UMKM maupun korporasi skala nasional sampai multinasional. Bahkan ke depan akan masuk ke segmen agency-agency. Semua kebutuhan klien dapat terpenuhi dengan cepat oleh para freelancer yang tergabung dalam Sribu.com. Jumlah klien ini berpotensi terus meningkat seiring dengan rencana penambahan kategori fitur baru. Salah satunya fitur jasa, di mana freelancer bisa membuka jasa sendiri, sehingga lingkup jasa yang ditawarkan semakin meluas. Dengan demikian, secara traksaksi bisa lebih cepat.
Perusahaan yang bergerak di bidang penyediaan jasa solusi konten dan pemasaran digital berbasis crowdsourcing inimakin menunjukkan ekistensinya sebagai platform bisnis digital terdepan di Indonesia. Apalagi paska MyNavi Corporation, asal Jepang yang mengakuisisi Sribu.com, sehingga meningkatkan layanan untuk menjangkau lebih banyak freelancer dengan tujuan untuk meningkatkan kesempatan kerja dengan memberi wadah bagi para freelancer di Indonesia.
Pada 3 Maret 2022 lalu secara resmi CEO Sribu.com, Ryan Gondokusumo, mengumumkan akuisisi perusahaan oleh Mynavi Corporation Japan (“Mynavi”) sebagai pemegang saham mayoritas. Bergabungnya Sribu ke dalam jaringan bisnis Mynavi akan membuka kesempatan bagi para freelancer konten kreator yang tergabung di Sribu dalam memasarkan keahliannya ke jaringan bisnis yang lebih luas.

Ryan, Founder Sribu mengatakan, pada akhir tahun 2021 lalu, Sribu telah resmi bergabung dengan jaringan bisnis Mynavi Corporation Japan. Tentunya hal ini menambah catatan penting dalam perjalanan Sribu. “Sebelumnya kami juga telah dipercaya dan memperoleh pendanaan dari East Venture, Asteria, dan CrowdWorks untuk mengembangkan bisnis kami. Sribu dan Mynavi berbagi nilai dan visi yang sama dalam penyerapan tenaga kerja melalui penyediaan akses dan infrastruktur digital bagi pemberi dan pencari kerja,” kata Ryan.
Merger ini merupakan langkah penting yang menyatukan dua pimpinan industri ke dalam satu platform tunggal yang dinamis. “Dengan melakukan akuisisi tersebut, setiap pengembangan dan inovasi yang dilakukan langsung berada di bawah naungan merek tunggal yakni Sribu.com,” ujar Ryan.
Sebagai perusahaan Human Resources (HR), PR, kesehatan, bisnis proses outsourcing, media dan lain-lain terbesar di Jepang, Mynavi akan semakin memperkuat pondasi bisnis dan memperluas jaringan bisnis Sribu ke pasar internasional. Di samping itu, akan menguntungkan bagi para freelancer konten kreator yang bergabung di Sribu.
Sementara Kazuyoshi Miyamoto, Mynavi Corp Business Development mengatakan, Mynavi antusias menyambut bergabungnya Sribu ke dalam jaringan bisnis Mynavi. Dengan populasi penduduk Indonesia lebih dari 270 juta, atau setara dengan 40% dari total populasi Asia Tenggara, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Mynavi. Terlebih lagi, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan industri teknologi informatika, termasuk konten digital sebagai salah satu industri utama.
“Melalui pengalaman, rekam jejak dan keahlian kami di bidang sumber daya manusia (SDM-red), kami berharap dapat turut mengembangkan sektor HR di Indonesia melalui penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas dan membangun infrastruktur yang menghadirkan berbagai alternatif cara bekerja bagi tenaga kerja di Indonesia, “ kata Kazuyoshi.
Mynavi merupakan salah satu perusahaan terbesar di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) dan layanan informasi yang didirikan pada tahun 1973 di Jepang. Dengan lebih dari 10.000 karyawan, perusahaan selalu berfokus untuk menghadirkan layanan SDM yang inovatif untuk pertumbuhan jangka panjang.
“Sribu telah berkontribusi ke perekonomian pelaku bisnis dan freelancer Indonesia melalui penggunaan teknologi dengan cara yang kreatif dan efisien. Kami akan tetap berinovasi untuk menjangkau lebih banyak individu dan bisnis,” ujar Ryan, pada acara perayaan HUT 12 tahun Sribu.com, pada 13/11, di Jakarta.
Sementara Sandiaga Salahuddin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi kreatif Repubrik Indonesia, mengucapkan selamat kepada Sribu.com atas perjalanan yang luar biasa selama lebih dari satu dekade dalam mendukung para talenta freelancer di Indonesia. Sribu.com telah menjadi tonggak penting dalam pengembangan gig economy di Indonesia, mengingat hingga saat ini Sribu.com telah berhasil menjadi wadah yang menjembatani antar bisnis mikro, kecil dan menengah dengan 600.000 freelancer.
Dari jumlah freelancer tersebut, menurut Ryan, sekitar 20 persen sudah full time freelance. Mereka lebih experience freelancer atau lebih dari 4 tahun ke atas menjadi freelancer. Sedangkan 80 persen freelancer Sribu juga experience, tapi masih kerjadi di company lain. “Ada juga freelancer yang baru lulus, tapi dilakukan kurasi untuk bisa menjadi freelancer Sribu,” urai Ryan seraya menambahkan target Sribu dua tahun ke depan adalah meningkatkan klien mencapai 150.000 klien. Sekarang masih sekitar 30.000-an klain
Data Biro Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya peningkatan jumlah pekerja paruh waktu atau freelancer. Per Agustus 2020, terdapat setidaknya 33,34 juta orang Indonesia yang bekerja secara paruh waktu atau sebagai freelancer, meningkat sebesar 4,32 juta atau setara dengan 26% dibanding tahun sebelumnya. Peningkatan minat sebagai freelancer ini berpotensi meningkat di masa depan.
“Kami melihat bagaimana sektor freelancing di Indonesia telah mengalami perkembangan yang positif dan cukup menjanjikan selama 10 tahun terakhir. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah freelancer dan jumlah klien/perusahaan yang menggunakan jasa freelancer melalui platform Sribu. Selain itu, kami juga secara konsisten membukukan pertumbuhan pendapatan rata-rata 15% per tahun,” kata Ryan, sebagaimana yang dikutip dari pelakubisnis.com, pada 27 April 2022.
Bahkan, paska akuisisi akhir tahun 2021, pertumbuhan Sribu.com mencapai 40 persen. Saat ini, tambah Ryan, tahun depan akan digenjot, karena setelah Sribu V 4 ini keluar, secara produk website kita jauh lebih solid, stabil dan login jauh lebih cepat. “Target pertumbuhan tahun depan bisa 100 persen. Itu targetnya,” tutur Ryan yakin.
Lebih lanjut ditambahkan, di masa depan, sektor freelancing di Indonesia akan semakin cerah dan ekosistemnya akan semakin solid. Dari sisi supply peminat freelancer akan terus meningkat seiring semakin nyamannya orang bekerja dengan sistem kerja jarak jauh yang lebih fleksibel dan #HumanFriendly.
Ryan menambahkan, freelancer yang paling banyak digunakan para klien beberapa tahun terakhir ini adalah freelancer membuat programmer. Hal ini disebabkan bisnis IT tumbuh teru di Indonesia. Itu sebabnya kebutuhan programmer terus meningkat. “Selain itu, freelancer desain grafis juga meningkat,” tambahnya.
Dari sisi demand, pelaku usaha akan semakin terbuka dengan berbagai opsi perekrutan. Mereka akan dapat lebih efektif dalam memetakan kebutuhan tenaga kerja yang sesuai dengan kondisi bisnis mereka. Pada akhirnya akan berdampak terhadap produktivitas, efisiensi biaya operasional dan peningkatan daya saing.
Dalam perayaan HUT ke-12 ini, Sribu.com akan meluncurkan fitur-fitur dan layanan-layanan yang ditingkatkan dari platform terpadu Sribu yakni Sribu Tech, Sribu Talent, SribuBusiness. Ryan menjelaskan melalui penggabungan cabang-cabang ini, tentunya akan memposisikan Sribu sebagai solusi talenta yang komprehensif, menawarkan bisnis dengan tujuan terpadu untuk beragam kebutuhan talenta serta memberdayakan pekerja lepas dengan beragam peluang.
Sebagai catatan, pada 11 Juli 2011, Ryan Gondokusumo membangun situs bernama Sribu.com. Sebuah situs yang menjual jasa pembuatan desain dan menawarkan pembuatan segala bentuk desain reklame, logo, flyer/brosur, maskot, interior desain, kalender, kartu nama, poster, banner dan lain-lain dengan cara Crowd Sourcing.
Sarjana Teknik Elektro dari Purdue University, West Lafayette, Amerika Serikat (AS) ini memulainya hanya dengan seorang programmer dari ruang kecil di rumahnya. Ia memilih jasa desain lewat internet dan menggunakan sistem Crowd Sourcing. Banyak klien yang bercerita bila mereka sulit mencari desain yang sesuai dengan keinginan. Sementara di komunitas desainer banyak yang memiliki talenta namun tidak ada kesempatan untuk memperlihatkan kemampuannya. Ia melihat banyak desainer hebat asal Indonesia tapi tidak terdengar namanya. Hati Ryan pun tergerak untuk membuat website untuk dapat membantu kedua pihak di atas.[] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa
