Sayurbox Optimis, Paska Pandemi Bisnis Online Grocery Booming

Sayurbox semakin antusias menatap bisnisnya ke depan, seiring dengan era online grocery di Indonesia yang semakin berkembang. Hal ini akan berdampak bagi meningkatnya kesejahteraan petani lokal. Suatu simbiosis yang saling menguntungkan!

Sudah dua tahun lebih pandemi Covid-19 melanda, tak sedikit pelaku usaha yang mengubah  model bisnisnya,  bertransformasi ke digital (e-commerce). Tak pelak lagi terjadi persaingan diantara platform-platform sejenis. Di kategori hasil pertanian, misalnya, bermunculan platform-platform yang menyediakan produk-produk fresh food hasil pertanian seperti  platform Sayurbox, HappyFresh, Tukangsayur.co,  Segari dan lain-lain.

Model bisnis ini muncul  disebabkan karena terjadi perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. Karena pandemi, masyarakat mengurangi aktifitas ke luar rumah untuk meminimalisir penularan virus Covid-19. Sementara di sisi lain, penularan virus corona ini membuat konsumen semakin sadar  untuk mengkonsumsi makan-makanan yang sehat.  

Lady Meiske, VP of People Culture & General Affair Sayurbox

Menanggapi sinyalemen tersebut, Lady Meiske, VP of People Culture & General Affair Sayurbox melihat perkembangan makanan organik dan sehat, paska pandemi Covid-19 menunjuk tren meningkat.  Pasalnya, selama pandemi masyarakat mulai terbiasa melakukan gaya hidup sehat, terutama terhadap konsumsi sayur dan buah. Ke depan Sayurbox memperkirakan behaviour ini akan tetap sama, bahkan meningkat karena masyarakat telah merasakan pengaruh positif gaya hidup sehat.

“Sayurbox tentunya menyambut baik kebutuhan masyarakat dengan menyuguhkan layanan-layanan yang semakin berkualitas dengan menjadi solusi kebutuhan belanja online mereka,” kata Lady Meiske,  kepada pelakubisnis.com, pada minggu pertama Agustus 2022.

Menurut Lady Meiske, saat ini Sayurbox telah bekerjasama dengan lebih dari 10.000 kelompok tani dan produsen lokal yang tersebar di wilayah Indonesia untuk mendapatkan akses pasar yang lebih baik, dengan cakupan area penjualan B2C dan B2B di wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Bali.

Lebih lanjut ditambahkan, Sayurbox menyediakan lebih dari 5.000 stock keeping unit (SKU) yang terdiri dari produk segar hasil pertanian, daging, ikan, makanan jadi hingga produk kebutuhan rumah tangga dan dapur. Jumlah ini tentunya akan semakin bertambah, demi memenuhi kebutuhan belanja pelanggan.

Sayurbox melayani supply sayuran segar dan produk lainnya ke Hotel, Restoran, dan Cafe, selain itu juga retail modern trade, partner online, dan kebutuhan produksi skala besar yang meliputi wilayah Jabodetabek, Surabaya, dan Bali. “Untuk perbandingan dengan klien B2C, bisa dikatakan jumlahnya sama besar, untuk ini kami berterima kasih kepada semua partner dan juga konsumen yang telah mempercayai layanan kami untuk memenuhi kebutuhannya,” ungkap alumnus Stonebridges Associated Colleges, UK  ini.

Lady Meiske menambahkan, untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, saat ini Sayurbox melayani pemesanan baik untuk B2C maupun B2B, dan memiliki fitur pelayanan next day delivery dan same day delivery yang banyak diminati oleh konsumen karena memberikan kemudahan dengan program Sayurkilat 1 jam sampai.

Sayurbox membantu dalam penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan panen/Foto: YouTube

“Sayurbox juga memiliki program khusus bagi petani, yaitu Program Tanam,Program khusus bagi petani mitra Sayurbox dalam penentuan komoditas, prediksi potensi panen dan perencanaan anggaran, selain itu Sayurbox juga akan membantu dalam penanaman, pemeliharaan, dan pemantauan panen,” jelasnya serius.

Sementara di lini bisnis sayuran ini boleh jadi cukup riskan karena faktor sayuran cepat rusak atau tidak segar lagi saat pengiriman. Bagaimana Sayurbox mengantisipasi kemungkinan demikian?

Menurut Lady Meiske, Sayurbox tidak hanya menghubungkan petani dan konsumen secara langsung, namun juga secara serius membangun supply chain fresh produce. Dalam hal distribusi produk segar, Sayurbox memiliki gudang dengan ruangan penyimpanan bersuhu khusus untuk memastikan sayur dan buah yang dipanen masih segar ketika sampai di tangan konsumen.

Tidak hanya itu, Sayurbox juga memiliki team Quality Control yang secara ketat menyeleksi produk-produk yang berkualitas untuk sampai ke tangan konsumen. Selain bekerjasama dengan pihak ketiga dalam pengantaran, Sayurbox juga bermitra dengan lebih dari 500 kurir pengiriman yang berdedikasi yang akan mengantarkan barang pesanan ke alamat tujuan pelanggan.

Proses bisnisnya, kata Lady Meiske, dimulai dari hasil panen dari petani lokal. Dari sini langsung dibawa ke Sourcing Hub Sayurbox untuk dilakukan pengecekan kualitas. Selanjutnya komoditi yang telah dilakukan proses pengecekan akan dibawa ke Warehouse  untuk disimpan secara khusus, dan dilakukan pengecekan kualitas kembali sebelum kemudian diproses packaging sesuai dengan pesanan konsumen, dan kemudian akan dibawa ke Logistic Hub Sayubox yang tersebar di area-area strategis untuk menjangkau lokasi konsumen yang tersebar di wilayah Jabodetabek, Surabaya dan Bali.

Sementara  angka pertumbuhan bisnis, menurut Landy Meiske, Sayurbox, tidak membuka secara detail, tapi Sayurbox  semenjak  hadir  tahun 2017, mendapat sambutan  hangat dan sudah banyak pelanggan terbantu dalam pemenuhan kebutuhan belanja kebutuhan dapur dan rumah tangga mereka. Tak hanya itu, jumlah petani yang mendapat kepastian pasar semakin bertambah.

“Saat ini Sayurbox telah bekerjasama dengan lebih dari 10.000 kelompok tani dan produsen lokal dalam pemenuhan pasokan produk. Kami berusaha menggandeng sebanyak mungkin UMKM yang ingin agar produknya terhubung langsung ke masyarakat secara lebih luas,” urai Lady Meiske seraya menambahkan ke depannya Sayurbox akan terus meningkatkan mutu dan pelayanan yang maksimal kepada seluruh pelanggan. 

Yang membedakan Sayurbox dengan pemain sejenis, menurut Landy Meiske bahwa Sayurbox menyediakan konsep “farm to table” yang menyediakan ragam produk sayuran dan buah-buahan yag  berfokus pada supply chain agriculture. Dengan kata lain, bersumber langsung dari petani, produsen, dan pemasok lokal. Selain itu, Sayurbox juga memiliki ragam produk daging, makanan laut, dan bahan makanan yang terjangkau serta berkualitas tinggi lainnya guna memenuhi kebutuhan konsumen.

“Kami tidak berkomentar mengenai brand lain, kami melihat ini bukan sebagai kompetisi, namun sebagai sebuah kesempatan untuk mewujudkan upaya kolaboratif dari berbagai pihak, terutama dengan sesama pelaku industri dalam membangun ekosistem agriculture dan/atau e-grocery di tanah air,” komentar Lady Meiske melihat persaingan di lini bisnis ini.

“Oleh karena itu, perkembangan saat ini membuat kami semakin bersemangat dan antusias, karena ini menjadi penanda bahwa era online grocery di Indonesia sudah semakin besar. Tentunya hal ini akan berdampak bagi meningkatnya kesejahteraan petani lokal,” tandasnya mengunci percakapan. [] Siti Ruslina/Foto Ilustrasi: YouTube

.