Fatmawati City Center, Kota Mandiri,  Hunian, Bisnis, dan Gaya Hidup

Fatmawati City Center ditargetkan pada pengembangan penuh kawasan, sustainability, dan pencapaian status sebagai pusat gaya hidup dan bisnis di Jakarta Selatan. Bagaimana super blok ini bertransformasi menjadi kota mandiri?

Tren penjualan properti di kawasan Fatmawati City Center (FCC) yang dibesut Agung Sedayu Realestate Indonesia (ASRI),  menunjukkan perkembangan  positif, terutama pada sektor apartemen. Sejauh ini FCC telah membangun dua tower apartemen dengan total 1322 unit. Sampai Oktober 2023, sekitar 80% dari unit tersebut sudah terjual dan sekitar 60% di antaranya sudah dihuni secara aktif. Hal ini mencerminkan masih tingginya antusiasme  para pembeli terhadap properti di kawasan tersebut.

Marketing Director FCC, Veronica Susilo/Foto: FCC

Kendati pembangunan proyek FCC  dihadapi krisis ekonomi  global, memaksa harus fleksibel dan adaptif menghadapi fenomena itu. Menurut Marketing Director FCC, Veronica Susilo, bagaimana sebuah proyek besar  yang dimulai dari  perencanaan ambisius sebelum pandemi, lalu penyesuaian strategi selama krisis, hingga bangkit dengan inovasi pasca pandemi. Langkah strategis ini mencerminkan bahwa FCC merupakan proyek pembangunan yang resilience khususnya di sektor properti modern.

“Menariknya selama masa pandemi penjualan justru meningkat, dikarenakan tingkat kesadaran dan  kebutuhan masyarakat terhadap hunian dengan fasilitas-fasilitas yang komplit serta ruang hijau yang luas akan meningkatkan gaya hidup sehat yang lebih baik dan kenyamanan tinggal di FCC,” kata Veronica kepada pelakubisnis.com, minggu kedua, Juni lalu..

Meski menimbulkan sejumlah tantangan  dalam proses pembangunannya. Apalagi kondisi pandemi kala itu menyebabkan pembatasan mobilitas dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. “Saya rasa hal ini juga berdampak pada banyak proyek konstruksi lainnya.  Tetapi ASRI sebagai developer yang terdepan dan terpercaya tetap berkomitmen  menyelesaikan proses Pembangunan tepat waktu dengan kualitas terbaik,” lanjutnya.

Veronica menambahkan, sebelum pandemi  FCC  menjadi primadona  dan salah satu proyek prestisius karena memiliki lokasi strategis di kawasan Fatmawati, Jakarta Selatan.  Kawasan ini potensial transit-oriented development (TOD), serta diperkenalkan konsep pembangunan mixed-use. Di kawasan FCC terdapat residensial, komersial, perkantoran, dan rekreasi dan terintegrasi langsung dengan jalur MRT Fatmawati.  Ditambah lagi FCC telah banyak menjalin hubungan kerja sama dengan investor, arsitek, dan konsultan urban development.

“Namun saat pandemi  tahun 2020 sampai  2022,  kami harus sigap  melakukan penyesuaian metode kerja sesuai anjuran pemerintah. Tapi berprinsip pada kepuasaan konsumen dengan memberikan jaminan  penyerahan unit tepat waktu,” tandas Veronica seraya menambahkan usai masa pandemi,  FCC telah melakukan serah terima unit kepada seluruh pemilik unit di FCC sesuai janji developer dengan kualitas yang prima sehingga hal ini meningkatkan kepuasan bagi para konsumen.

Lebih lanjut ditambahkan, proyeksi pertumbuhan FCC tahun 2025 ini menunjukkan potensi  menjanjikan. Betapa tidak, perkembangan infrastruktur FCC yang memiliki akses langsung ke Stasiun MRT Fatmawati, merupakan bagian dari jalur MRT Jakarta. Selain itu, rencana pembangunan jalur MRT Fase 4 yang menghubungkan Fatmawati dengan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) akan semakin meningkatkan konektivitas kawasan ini sebagai hunian dan bisnis.  

Sementara pemulihan ekonomi Jakarta yang berada di kisaran 4,75 hingga 5% yang didorong dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga, investasi, dan ekspor, serta sektor-sektor seperti perdagangan, jasa keuangan, dan konstruksi, membuat FCC mendapatkan manfaat langsung dari tren positif ini.

Contoh interior rumah tipe Cendana/Foto: FCC

Strategi pengembangan proyek yang solid, tambah Veronica,  mencakup apartemen, rumah tapak, area komersial, dan perkantoran, dengan konsep “A City Within a City”. Proyek ini dirancang sebagai kawasan terpadu yang mengintegrasikan hunian, bisnis, dan rekreasi. “Terbukti kami berhasil memasarkan sekaligus menjual unit-unit SOHO (Small Office Home Office-red) kami pada tahap 1 & 2  terjual habis dalam waktu singkat.  Kami akan segera membuka SOHO tahap ke-3 di tahun ini,” jelas Veronica.

“Kami memberi kemudahan cara bayar menjadi kunci dari pemasaran proyek FCC. Kami memberikan angsuran per bulan mulai dari Rp. 5.000.000,-/bulan untuk 1 unit apartment, sehingga kaum millennial pun sudah bisa menjadi investor sejak dini,” urai Veronica. Saat ini Tingkat occupancy mencapai 80% telah di huni oleh para konsumen khususnya dari segmen keluarga muda dan pebisnis,” lanjutnya.

Untuk saat ini FCC masih focus di market area Jakarta Selatan atau ring satu. Pasalnya, permintaan di area ini terbilang masih sangat banyak, mengingat lokasi FCC selalu menjadi faktor utama para konsumen untuk memilih FCC dibandingkan proyek lain.

Menurut Veronica, target  pasar Suite Tower  lebih kepada profesional muda dan keluarga kecil, sedangkan unit SOHO target pasarnya lebih kepada pebisnis dan wirausaha. Sedangkan Rumah Tapak/ Landed Houses target pasarnya adalah keluarga dengan mobilitas tinggi yang memerlukan lokasi hunian  strategis di area bisnis Jakarta Selatan dan terintegrasi dengan fasilitas unggulan seperti sekolah, public transportasi, mall, dan sebagainya.

“Sejauh ini respon untuk SOHO benar-benar diluar dugaan kami, karena sejak kami luncurkan SOHO tahap 1 dan 2 semua unit SOHO terjual habis dalam waktu singkat. Saat kami masih belum melakukan Ground Breaking. Kami sekarang sudah membuka SOHO tahap 3 yang merupakan tahap  terakhir, sehingga diharapkan kepada bapak / ibu yang belum berkesempatan memiliki SOHO ditahap 1 dan 2, maka tahap 3 ini adalah kesempatan terakhir bagi anda,” tambahnya.

Sejak dilaksanakannya ground breaking, lanjut Veronica,  telah dibangun sekitar 1500 unit,  terdiri dari apartemen, rumah tapak (landed house), serta unit komersial seperti rukan. Dari jumlah tersebut, hingga saat ini telah dilakukan serah terima sekitar 88% dari unit yang terjual kepada para konsumen.

Veronica menambahkan,  tahun 2025 ini, ditargetkan serah terima hingga 95% dari total unit terjual, yang mencakup beberapa tower apartemen dan cluster rumah tapak. “Progres pembangunannya saat ini berjalan sesuai dengan jadwal. Kami terus berkomitmen  menjaga kualitas pembangunan serta ketepatan waktu serah terima sebagai bagian dari komitmen kami terhadap kepuasan konsumen,” jelasnya.

Perlu diketahui, FCC merupakan proyek superblok seluas 22 hektar di Jakarta Selatan. Proyek ini mengintegrasikan berbagai unit bisnis seperti apartemen, kondominium, perkantoran, SOHO, pusat hiburan, dan fasilitas gaya hidup lainnya.

Adapun masing-masing unit bisnis memiliki keunggulan dan difrensiasi tersendiri.  Suite Tower, misalnya,  memiliki keunggulan terkait Desain modern dan compact dengan efisiensi ruang tinggi. Tipe unit mulai dari 1 hingga 3 kamar tidur, dengan luas 32–86 m² serta dilengkapi dengan fitur smart living dan akses langsung ke fasilitas kota mandiri. “Sedangkan secara diferensiasi kami telah  merancangnya untuk dapat memaksimalkan fungsi ruang dalam dimensi terbatas, dan juga memberikan kenyamanan tanpa kesan sempit,” urainya lanjut.

Sementara untuk SOHO memiliki keunggulan seperti  Desain  Modern yang terdiri dari 3 lantai dengan luas bangunan sekitar 236 m², Fasilitas keamanan 24 jam serta Akses ke concierge digital dan instalasi bawah tanah untuk kenyamanan. “Secara diferensiasi kami telah memikirkan  Fleksibilitas penggunaan sebagai tempat tinggal dan kantor, ideal untuk wirausaha yang menginginkan efisiensi ruang dan waktu,” tadasnya.

Sedangkan untuk Rumah Tapak / Landed House  memiliki desain tropical modern dengan balkon yang sangat luas. Untuk meningkatkan kenyamanan tinggal dan kualitas hidup yang baik juga dilengkapi fasilitas smart living seperti triple lock system dan one gate system/keamanan 24 jam yang terjamin,

“Adapun beberapa pilihan type unit seperti Akasia, Pinus, Gaharu dan Cendana yang bisa disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan keinginan para konsumen, dan secara diferensiasi kami telah mengintegrasikan teknologi dan lingkungan hijau untuk menciptakan kehidupan urban yang berkelanjutan dan nyaman,” jelas Veronica.

Sementara target jangka pendek, (1–3 tahun),  Fokus pada penyelesaian proyek Pembangunan SOHO & Landed House yang telah terjual dan membuka penjualan SOHO tahap 3 sebagai area komersial dan mendorong Kawasan ini menjadi pusat bisnis kreatif. Hal ini dibuktikan dengan telah beroperasinya beberapa bisnis seperti Bank, Restauran, Caffe, Bakery, Clothing, Salon, Law Firm, Dentis/Dental, Supermarket, dan lain-lain.

Sedangkan target jangka panjang (5–15 tahun)fokus pada pengembangan penuh kawasan, sustainability, dan pencapaian status sebagai pusat gaya hidup dan bisnis Jakarta Selatan.

Diharapkan dengan berbagai unit bisnis yang saling terintegrasi dan didukung oleh fasilitas modern serta teknologi canggih, FCC, kata Veronica,  dapat menjadi kota mandiri yang bisa memenuhi kebutuhan hunian, bisnis, dan gaya hidup dalam satu kawasan. “kami sebagai developer terdepan dan terpercaya memberikan garansi terkait Pembangunan tepat waktu dengan kualitas hunian yang prima,” ujarnya.[] Siti Ruslina