JMFW 2026 Targetkan Potensi Transaksi USD 10 Juta
Jakarta, 13 Agustus 2025, pelakubisnis.com – Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan, JMFW 2026 ditargetkan meraih potensi transaksi USD 10 juta. Ia berharap, capaian aktual bisa melampaui angka capaian sebelumnya seiring dengan semakin luasnya partisipasi dan jangkauan JMFW.
“Kami ingin JMFW 2026 bisa mencapai target USD 10 juta. Harapannya, capaian tahun ini bisa lebih dari capaian tahun sebelumnya,” kata Puntodewi, pada 12/8, di Jakarta.
Sejak pertama kali diluncurkan pada 2021, JMFW terus mencatat capaian positif. Pada 2024, JMFW berhasil menghadirkan lebih dari 239 jenama lokal yang menampilkan lebih dari 1.000 koleksi modest fashion. JMFW 2025juga sukses mencatatkan potensi transaksi sebesar USD 20,40 juta, melampaui target awal yang ditetapkan sebesar USD 3 juta.
Menurut Puntodewi, pemilihan lokasi JMFW 2026 di Balai Kartini menjadi salah satu strategi meningkatkan aksesibilitas dan partisipasi para pemangku kepentingan. “Pemilihan lokasi karena pertimbangan strategis di jantung kota, sehingga dapat terjangkau semua pihak untuk berkolaborasi dan menyukseskan JMFW,”jelas Puntodewi.
Dalam peluncuran JMFW 2026, Mendag Budi Santoso memimpin sesi Bincang Asik (BISIK) bersama mitra-mitra strategis JMFW dari berbagai sektor. Sesi ini menjadi wadah dialog untuk mempererat kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem modest fashion nasional yang terintegrasi dan berdaya saing global.
Narasumber yang hadir, antara lain, Deputi Bidang Kreativitas, Budaya, dan Desain Kementerian Ekonomi KreatifYuke Sri Rahayu; KepalaDepartemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Imam Hartono; Pejabat EksekutifBank Syariah Indonesia Kemas Erwan Huseini; dan Global Halal Beauty Marketing Group Head ParagonCorp Novia Sukmawaty.
Para narasumber memandang pentingnya gelaran JMFW untuk mengukuhkan posisi penting Indonesia dalam membentuk tren modest fashion global. Modest fashion pun berpotensi besar untuk berkontribusi bagi perekonomian nasional. Oleh karena pentingnya posisi industri modest fashion,para narasumber menekankan pentingnya kolaborasi sebagai strategi penting untuk memastikan ekosistem yang mendukung dapat terbentuk dengan baik.
Narasumber lainnya adalah jenama Arabelle Scarf yang pernah berpartisipasi pada JMFW 2023. Perwakilannya dari jenama tersebut, yaitu Syifa, mengapresiasi peran JMFW dalam membuka akses lebih luas bagi pelaku UMKM daerah. Ia menyebutkan, melalui fasilitasi dari Kemendag, Arabelle Scarf berkesempatan mengikuti berbagai pameran berskala nasional dan internasional sepertiHandarty di Korea Selatan,Jogja Fashion Week, dan sejumlah pameran lainnya.
“Berkat JMFW, Arabelle Scarf mulai dikenal secara luas di kancah nasional maupun internasional. Fasilitasi dari Kemendag benar-benar terasa, tidak hanya bagi pelaku usaha di kota-kota besar, tetapi juga bagi kami yang berasal dari daerah kecil,”ungkap Syifa.[]sp
