Kemendag dan Jetro Gelar Business Matching, Peluag Ekspor UMKM ke Jepang

 Jakarta, 21 Januari  2026, pelakubisnis.com – Kementerian  Perdagangan  bekerja  sama  dengan  Japan  External  Trade Organization (JETRO) menyelenggarakan penjajakan bisnis (business matching) di kantor Kemendag, Jakarta, pada 20/1. Kegiatan  ini  mempertemukan 30 pelaku  usaha mikro,  kecil,  dan menengah  (UMKM) Indonesia yang memproduksi produk fast-moving  consumer  goods (FMCG) dengan 4 perusahaan  ritel  besar  asal Jepang. Para  pelaku UMKM yang berpartisipasi  mencakup berbagai   sektor,   meliputi   furnitur, peralatan   rumah   tangga,   kosmetik   dan   perawatan   kulit, kebutuhan hewan peliharaan, serta makanan dan minuman.

Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  Kemendag  Fajarini  Puntodewi mengatakan, business matching tersebut menjadi inisiatif Pemerintah Indonesia memperluas akses pasar ekspor produk FMCG Indonesia ke Negeri Sakura. Upaya ini diperlukan mengingat Jepang terkenal memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang tinggi.

“Hari ini, kami mempertemukan para pemasok dan produsen dari Indonesia dengan ritel dan mitra dari  Jepang. Business  matchingini  menjadi  sarana penting untuk  menyelaraskan  standar  pasar sehingga produk Indonesia dapat memenuhi persyaratan ketat dan kebutuhan pasar Jepang,”ujar Puntodewi saat pembukaan business matching.

Business  matching dilaksanakan  melalui  skema  pertemuan one-on-one. Setiap pelaku UMKM memperoleh  kesempatan  untuk  mempresentasikan  produk  unggulannya,  menampilkan  sampel, serta menjajakidan menegosiasikan harga produknya secara  langsung  dengan setiap perwakilan ritel Jepang yang hadir.

Puntodewi  menilai,  Indonesia  dan  Jepang  memiliki  peluang  besar  untuk  mengembangkan  kerja sama  di sektor-sektor  seperti furnitur, home  and  living, wellness,  perawatan  tubuh,  serta  produk kecantikan. Sektor-sektor tersebut berpotensi tumbuh bersama dan menjadi kekuatan baru dalam rantai  pasok  global.

“Selain  sektor  otomotif, kami melihat  masih  banyak  potensi  di  sektor  seperti furnitur, home living, wellness,perawatan tubuh, dan kecantikan yang bisa kita kembangkan. Kami optimistis sektor FMCG dan produk kreatif Indonesia dapat menjadi katalis untuk rebound di 2026,”tutur Puntodewi.

Pada Januari—November 2025, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang tercatat sebesar USD 14,08 miliar. Dinamika  global  turut  memengaruhi  kinerja  ini,  menurunkan  nilainya  hingga 17,91persenbila dibandingkan periode yang sama pada 2024yang sebesar USD 17,15 miliar.

Meskipun  begitu,  dalam  lima  tahun  terakhir(2020—2024),  tren  perdagangan  Indonesia  dengan Jepang masih terus  tumbuh. Total  perdagangan(migas  dan  nonmigas) dalam  lima  tahun  terakhir mencatatkan  tren pertumbuhan9,47  persen.  Sementara  itu,tren ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang dalam lima tahun terakhir tetap tumbuh sebesar 8,82 persen.

Berdasarkan  Badan  Pusat  Statistik,  total  perdagangan  Indonesia–Jepang  pada  periode  Januari–November   2025   tercatat   sebesar   USD   29,29   miliar.   Meskipun turun sebesar   10,45   persen dibandingkan periode yang sama pada 2024, Indonesia tetap mencatatkan surplus sebesar USD 2,64miliar.

 Puntodewi pun berharap, business  matching hari  inimenghasilkan  kesepakatan  yang  dapat berkembang menjadi kerja sama berkelanjutan.“Kami sangat berharap business matching hari ini dapat menjadi kegiatan yang berlangsung sangat panjang dan berkelanjutan,”tambah Puntodewi.

Sementara itu, Presiden Direktur JETRO Jakarta Shinji Hirai mengungkapkan, Pemerintah Indonesia memiliki  komitmen  kuat  untuk  mendorong  hilirisasi  serta  peningkatan  nilai  tambah  di  sektor manufaktur dan ritel. Sejalan dengan itu, peritel dan perusahaan perdagangan Jepang juga sedangmencari produk berkualitas tinggi untuk dipasarkan maupun ditampilkan di gerai.

“Kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi pemasok Indonesia dalam mengembangkan produk dan  memahami   kebutuhan   pasar   Jepang.   Selain   itu,   kegiatan   ini   diharapkan   dapat   membantu perusahaan-perusahaan Jepang dalam menemukan pemasok baru dari Indonesia,” kata Hirai.

Sementara  itu,  perwakilan  dari  Sagara  Group,  Ferdi, yang merupakan  salah  satu  UMKM pesertabusiness  matching hari  ini,mengapresiasi Kemendag  dan  JETRO  atas  fasilitasi  yang  diberikan.  Ia berharap, kegiatan ini dapat mendorong produk UMKM lokal untuk menembus pasar internasional.

“Terima kasih kami telah diberikan kesempatan untuk bisa melakukan business matching dengan JETRO.  Kami  berharap,  fasilitasi  ini  dapat  membantu  mengangkat produk  UMKM  khas  lokal agar mampu menembus pasar global.Kami juga berharap semakin banyak pelaku usaha lain yang dapat mengikuti dan memanfaatkan peluang ini,”ujar Ferdi.

Selain  itu,  perwakilan  dari  Jinjit  Pottery,  Antin  Sambodo, menyampaikan  antusiasmenya  dalam mengikuti  kegiatan business  matching tersebut.  Ia  berharap,  fasilitasi  yang  diberikanini  dapat membantu produknya memenuhi kebutuhan dan preferensi pasar Jepang, sekaligus memperbesar peluang terjalinnya kerja sama bisnis yang berkelanjutan.

“Saya berharap produk kami dapat dipasarkan di Jepang dan memenuhi kebutuhan pasar setempat. Kami juga berharap kerja sama dengan mitra Jepang dapat terus berlanjut sehingga produk kami hadir berkelanjutan di pasar Jepang,”tutupnya.[]sp