Indonesia Pacu Kerja Sama Manufaktur Konkret dengan Belarus
Jakarta, 17 Juni 2026, pelakubisnis.com – Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah dinamika ekonomi global. Langkah ini diambil guna memperkuat daya saing manufaktur, menarik investasi, dan mengamankan rantai pasok industri kedua negara.
Belarus memiliki keunggulan kompetitif pada industri alat berat, kendaraan tambang, kargo, serta mesin pertanian, dibidik sebagai mitra potensial bagi Indonesia yang tengah memacu transformasi industri nasional.
Peluang emas tersebut menjadi fokus utama dalam pertemuan bilateral antara Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy, dengan Menteri Perindustrian Republik Belarus, Andrei Kuznetsov. Pertemuan ini berlangsung di sela-sela agenda BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026 di Xiamen, Tiongkok, akhir Mei lalu.
“Penguatan kerja sama industri perlu diarahkan pada kolaborasi yang konkret dan saling menguntungkan guna mendukung pengembangan sektor manufaktur kedua negara,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya di Jakarta, dalam rilisnya pada 17/6..
Penguatan kemitraan ini merupakan tindak lanjut dari agenda bersama sejak pertemuan Menperin Agus Gumiwang dengan Wakil Perdana Menteri Belarus, H.E. Viktor Karankevich, di Jakarta pada Desember 2025 lalu. Sejak saat itu, kedua negara intens membuka ruang dialog untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih implementatif di bidang manufaktur dan investasi.
Salah satu agenda utama yang dibahas di Xiamen adalah peluang kerja sama pada industri kendaraan tambang dan kendaraan kargo. Belarus memiliki rekam jejak yang kuat di sektor ini, sehingga dinilai sangat strategis bagi kebutuhan industri domestik Indonesia. Kedua pihak secara khusus membahas kemungkinan pengembangan fasilitas perakitan kendaraan Belarus di Indonesia melalui kemitraan dengan pelaku industri dalam negeri.
“Kami melihat peluang besar untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret melalui pengembangan investasi, kemitraan industri, transfer teknologi, hingga penguatan rantai pasok yang memberikan manfaat bagi kedua negara,” kata Dirjen KPAII, Tri Supondy, saat pertemuan bilateral tersebut.
Hubungan bilateral yang telah terjalin sejak 1993 ini terus mencatatkan performa positif. Pada tahun 2025, nilai perdagangan nonmigas Indonesia-Belarus mencapai USD221,3 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Belarus melesat signifikan sebesar USD79,6 juta, atau naik 82,57% dibandingkan tahun sebelumnya.[]sp
