Kabupaten Bekasi: Arus Investasi Tetap Tinggi
Sampai triwulan pertama 2021 arus investasi yang masuk ke Kabupaten Bekasi mencapai Rp 13,45 triliun atau 36,23 persen dari total penanaman modal di Jawa Barat. Kabupaten ini masih menjadi daya tarik investasi. L
Kendati pandemic Covid-19 masih belum usai, tapi arus investasi di Kabupaten Bekasi terus mengalir. Realisasi investasi sampai triwulan pertama 2021 mencapai Rp 13,45 triliun. Angka sebesar itu menurut Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawan termasuk investasi besar. Artinya Kabupaten Bekasi masih dipercaya investor untuk menanamkan investasi.
Iklim investasi yang kondusif, di Kabupaten Bekasi, membuat para investor masih percaya untuk menanamkan modalnya di sini. Sebagai catatan, realisasi investasi di Kabupaten bekasi mencapai 36,23 persen. Dari angka tersebut, lanjut Sutia, total penanaman modal di Jawa Barat pada triwulan pertama 2021, sebesar Rp37,1 triliun.
Tingginya realisasi investasi di kabupaten itu berasal dari industri otomotif mencapai Rp7,86 triliun. Menyusul sektor perumahan sebesar Rp1,6 triliun, industri makanan sebesar Rp1,3 triliun dan sisanya sektor lainnya.
Menurut Sutia, tahun lalu wilayahnya mampu merealisasikan investasi senilai Rp37,32 triliun. Angka itu jauh mengungguli Kabupaten Karawang, di peringkat kedua dengan rasio 13,90 persen dan kota Bandung di urutan ketiga dengan rasio 8,82 persen. “Kita mampu merealisasikan 36 persen investasi hanya dalam waktu tiga bulan jika dibandingkan realisasi sepanjang tahun lalu. Geliat ekonomi di Bekasi masih bergairah,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari wartakota.tribunnews.com, pada 25 mei lalu.
Investasi di Kabupaten Bekasi masih didominasi sektor penanaman modal asing yakni mencapai Rp 11,6 triliun sedangkan realisasi penanaman modal dalam negeri sebesar Rp1,8 triliun. Belasan triliun rupiah investasi itu tercipta dari total 1.950 proyek yang terdiri atas 1.368 proyek investor asing serta 582 proyek dari penanaman modal dalam negeri.
Sementara sektor industri logam, mesin dan elektronik paling banyak menyerap tenaga kerja. Ada 4.475 tenaga kerja diserap hingga triwulan pertama 2021. Menyusul sektor makanan sebanyak 692 tenaga kerja dan otomotif sebanyak 684 tenaga kerja.
Selain nilai penanaman modal ini, kata dia, sisi positifnya bagi daerah dengan industri terbesar di Asia Tenggara itu karena dari realisasi investasi ini terserap tenaga kerja. ”Dari data yang kami terima, setidaknya ada 6.732 tenaga kerja yang terserap dari ribuan proyek ini, jadi walaupun pandemi angka penyerapan tenaga kerja sangat tinggi,” ungkapnya.
Sementara sektor properti di Kabupaten Bekasi sempat mengalami perkembangan signifikan di tengah pandemi Covid-19. Indeks Harga Properti Gabungan di Jakarta Timur, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi dalam Rumah.com Indonesia Property Market Index (Q1 2020) dibandingkan dengan Jakarta Timur atau Kota Bekasi, dua wilayah lain yang berada di Jabodetabek bagian timur, Kabupaten Bekasi cenderung mengalami situasi yang lebih aman pada masa pandemi Covid-19.
Rumah.com Indonesia Property Market Index (RIPMI) 2021 mencatat, indeks harga properti gabungan (rumah dan apartemen) di Kabupaten Bekasi mengalami kenaikan kuartalan atau quarter-on-quarter (QoQ) tertinggi sepanjang masa pandemi Covid-19 pada kuartal ketiga (Q3) 2020 sebesar 6,5 persen dengan penurunan terparah sebesar minus 0,9 persen pada kuartal kedua 2020.
Akibatnya, secara tahunan atau year-on-year (YoY) pada kuartal pertama 2021, indeks harga properti gabungan di Kabupaten Bekasi naik sebesar 6,1 persen. Sementara indeks harga properti gabungan di Kota Bekasi lebih fluktuatif. Terjadi kenaikan terbesar secara kuartalan pada kuartal kedua (Q2) 2020 sebanyak 7,4 persen dengan penurunan paling besar minus 2,8 persen pada Q4 2020 sehingga pertumbuhan tahunannya pada kuartal pertama (Q1) 2021 mencapai 5,8 persen.
Pemerintah Kabupaten Bekasi sejak Januari lalu, telah mempermudah proses perizinan melalui pelayanan daring. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan investasi di wilayah setempat. Walaupun dipermudah, proses perizinan yang ditempuh akan tetap memperhatikan peraturan yang berlaku.
Sutia mengatakan, peluang investasi di Kabupaten Bekasi cukup bagus. “Di Kabupaten Bekasi ini sangat bagus untuk berinvestasi berusaha di sini, apalagi menjadi kawasan industri serta akses mobilitas yang dekat ibu kota,” katanya dikutip dari Antara.
Sementara Kepala Bidang Pengendalian dan Pembukuan pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Bekasi Akam Muharram mengatakan, dari sisi Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun lalu sudah melebihi target meski nilainya diturunkan akibat terdampak pandemi Covid-19. “Karena ada kebijakan refocusing, awalnya untuk pajak daerah diturunkan menjadi Rp1,7 triliun. Tapi dengan geliat ekonomi masih tinggi, sehingga terealisasi mencapai Rp1,9 triliun,” ucapnya, sebagaimana dikutip dari wartabekasi.co, pada 22/1 lalu.
Pada tahun 2021 ini, menurut Akam, pertumbuhan ekonomi terus berjalan. Pihaknya terus melakukan inovasi dengan kebijakan dalam merangsang wajib pajak untuk taat bayar pajak. “Tahun ini ada kenaikan yang awalnya Rp1,7 triliun untuk target pajak, tahun 2021 menjadi Rp2 triliun lebih,” kata dia.
Namun demikian, capaian PAD Kabupaten Bekasi baru mencapai sekitar 36 persen pada awal triwulan ketiga. Capaian tersebut masih jauh dari target, sebab hingga akhir triwulan dua, baru mencapai 36,27 persen dari 10 sektor pajak daerah, sebagaimana dikutip dari wartakota.tribunnews.com, pada 9/7 lalu.
Kesepuluh pajak tersebut diantaranya pajak hotel, pajak restaurant, pajak hiburan, pajak reklame. Pajak penerangan jalan, pajak parker, pajak air tanah, pajak sarang burung wallet, pajak bumi bangunan pedesaan dan perkotaan (PBBP2) dan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB).
Meskipun capaian PAD masih belum maksimal, tapi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kabupaten Bekasi, Herman Hanafi, mengaku tetap optimis. Pada tahun 2021 ini target PADA dari 10 sektor pajak tersebut sebesar Rp 2.065.328.229.205. Pendapatan akhir triwulan dua atau memasuki triwulan ketiga baru mencapai Rp 749.018.944.828 atau setara dengan 36,27 persen.
Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Bekasi menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bekasi pada tahun 2021 sebesar Rp2,5 triliun. Target tahun 2021 ini meningkat dari tahun sebelumnya, namun pihak Bapenda Kabupaten Bekasi optimis bisa merealisasikan target PAD tersebut melalui sektor pajak bumi dan bangunan serta BPHTB.
“Kami akan terus berinovasi dan hal ini akan terus kami kejar dan bekerja keras supaya akhir tahun nanti apa yang sudah ditargetkan bisa tercapai untuk kepentingan pembangunan Kabupaten bekasi,” kata Herman.[] Yuniman Taqwa


