Era BaruPerdagangan Fisik Emas Digitaldi Bursa Berjangka Dimulai

Jakarta, 17 Januari 2021 –Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memulai era  baru  dalam  perdagangan  fisik  emas  digital  di  bursa  berjangka.  Kini  investasi  emas  tidak terbatas pada kepemilikan fisik, tetapi juga dapat bertransaksi secara daring melalui perdagangan fisik  emas  digital.  Meski  dilakukan  secara  digital, fisik  emasnya  ada  di  lembaga  penjaminan. Kemendag    menjamin    perdagangan    fisik    emas    digital    ini    mudah,    aman,dan    dapat dipertanggungjawabkan.

“Bila   dahulu   investasi   emas   hanya   terbatas   pada   kepemilikan   fisik,   kini   setiap   orang   bisa bertransaksi  secara  daring  melalui  perdagangan  fisik  emas  digital.  Selain  itu,  investasi  fisik  emas  digital   diharapkan   dapat   diterima   dan   dijadikan   alternatif   investasi   oleh   berbagai   lapisan masyarakat  termasuk  investor  milenial.  Melalui  perdagangan  fisik  emas  digital  ini,  Bappebti berkomitmen   menciptakan   sarana   berinvestasi   yang   mudah,   aman,   dan   terjangkau   bagi masyarakat serta memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan industri perdagangan fisik emasdigital melalui bursa berjangka,”kata Plt Kepala Bappebti Indrasari Wisnu Wardhana.

Menurut  Wisnu,  Bappebti  telah  memberikan  persetujuan  kepada  PT  Indonesia  Logam  Pratama (merek  dagang  Treasury)  dan  PT  Sehati  Indonesia  Sejahtera  (Sakumas)  sebagai  pedagang  fisik emas  digital.  Dengan  terbitnya  persetujuan  tersebut,  masyarakat  sudah  dapat  membeli  langsung emas digital ke pedagang fisik emas digital yang telah mendapat persetujuan dari Bappebti.

Menurut   Wisnu,   pemberian   persetujuan   ini   sesuai   amanat   Peraturan   Menteri   Perdagangan Republik  Indonesia  Nomor  119  Tahun  2018  tentang  Kebijakan  Umum  Perdagangan  Pasar  Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka serta Peraturan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Nomor 4 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisik Emas Digital di Bursa Berjangka dan perubahannya.

 Sebelumnya,   lanjut   Wisnu,   Bappebti   juga   sudah   memberikan   persetujuan   kepada   PT   Bursa Berjangka  Jakarta  (BBJ)  dan  PT  Bursa  Komoditi  dan  Derivatif  Indonesia  (BKDI)  untuk  melakukan kegiatan penyelenggaraan pasar fisik emas digital serta memberikan persetujuan sebagai Lembaga Kliring dan Penjaminan Penyelesaian Transaksi Pasar Fisik Emas Digital kepada PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Clearing House.

“Adanya bursa dan  kliring  pada  perdagangan  fisik  emas  digital  di  Indonesia  diharapkan  mampu memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan bagi masyarakat yang bertransaksi di pasar fisik  emas  digital  di  Indonesia.  Meskipun  diperdagangkan  secara  digital,  emas  fisiknya  ada  di lembaga penjaminan,” tutur Wisnu.

Wisnu  menuturkan,  perdagangan  fisik  emas  digital  bisa  melalui  dua  cara,  yaitu matchingdi pedagang emas digital dan matching di bursa berjangka. “Setiap pedagang fisik emas digital yang akan  melakukan  transaksi jual  beli  emas  digital,  wajib  menempatkan  sejumlah  emas  sebanyak 10.000  gram  atau  10  kg.  Sedangkan  untuk  perdagangan  fisik  emas  digital  di  bursa  berjangka, market  maker(peserta)  wajib  menempatkan  sejumlah  emas  sebanyak  20.000  gram  atau  20  kg. Emas  yang  akan  diperdagangkan  baik  melalui  pedagang  fisik  emas  digital  maupun  melalui  bursa berjangka ditempatkan pada pengelola tempat penyimpanan yang telah disetujui Bappebti,” jelas Wisnu.

Kepala    Biro   Pembinaan    dan    Pengembangan    Pasar    Tirta    Karma   Senjaya    menambahkan, berdasarkan peraturan Bappebti, beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk menjadi calon pedagang  fisik  emas  digital  diantaranya  berbentuk  badan  usaha  berbadan  hukum  (PT),  memiliki sistem  dan  mekanisme  transaksi  fisik  emas  digital,  memiliki  modal  sebesar  Rp20  miliar,  dan mampu  mempertahankan  modal  akhir  sebesar  Rp16  miliar  atau  2/3  dari  total  pengelolaan  emas (mana yang lebih tinggi nilainya).

“Sementara  itu,  persyaratan  yang  harus  dipenuhi  untuk  menjadi  bursa  berjangka  yaitu  memiliki modal  awal  sebesar  Rp100  miliar,  memiliki  peraturan  dan  tata  tertib  perdagangan  emas  digital, membentuk    komite    pasar    fisik,    memiliki    fasilitas    perdagangan    untuk    penyelenggaraan perdagangan   emas   digital,   memiliki   sistem   pengawasan   dan   pelaporan,   serta   mendapat persetujuan Bappebti,”pungkas Tirta

.Informasi  lengkap  mengenai  Peraturan  Bappebti  Nomor  4  Tahun  2019  Tentang  Ketentuan  Teknis Penyelenggaraan     Pasar     Fisik     Emas     Digital     dan     perubahannya     dapat     diunduh     di     : https://bappebti.go.id/pbk/sk_kep_kepala_bappebti/detail/5417.[] sp