Parawisata Bali Mulai Bangkit di Tahun 2022
Setelah dua tahun kunjungan wisata ke Bali terus melorot akibat pandemic Covid-19, kini mulai “bergairah kembali”. Kunjungan ke Bali mulai meningkat. Meskipun masih didominasi wisatawan domestik. Target 1,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia agar datang berwisata ke Tanah Air, menjadi peluang besar bagi Pulau Dewata memulihkan ekonomi.
Dari gelaran acara Indonesia Industry Outlook 2022 #IIO2022 hasil kerja sama Inveture, Alvara dan Ivosights yang berlangsung Februari lalu secara virtual, ada hal menarik dari pada 10 sektor industri yang dipresentasikan dalam acara ini. Salah satunya adalah sektor pariwisata.
Di mana work from destination atau workcation akan menjadi tren yang diminati konsumen, khusus segmen bisnis melalui wisata insentif. Hal ini sejalan dengan hasil riset dilakukan akhir Desember 2021 bahwa 69,7% responden tertarik melakukan work from hotel atau work from destination secara regular.
Kemudian dengan kasus Covid-19 menurun seiring suksesnya program vaksinasi, seberapa tertarikkah Anda berwisata road trip? Dengan menyambungnya jalan tol Jakarta – Surabaya dan nanti sampai Banyuwangi, maka pola berwisata mulai road trip. Ketika responden ditanya apakah mereka tertarik berwisata road trip, sekitar 74,8% menyatakan akan mencoba cara ini, bukan menggunakan pesawat. “Mulai muncul market baru berwisata dengan road trip,” kata Managing Partner Inventure, Yuswohady.
“Dengan konsumen yang kian optimis terhadap bakal berakhirnya pandemi, maka ini merupakan modal berarti bagi ekonomi Indonesia untuk mulai rebound di tahun 2022 ini,” kata Yuswohady.
Kondisi ini semakin didukung dengan suksesnya program vaksinasi yang dilakukan oleh Pemerintah membuat risiko kematian akibat COVID-19 makin rendah dan herd immunity semakin cepat terbentuk.
Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati mengaku masih optimistis sektor pariwisata di Bali akan kembali bangkit di tahun 2022. Ia meyakini jika Bali bisa bangkit dan grafik pertumbuhan ekonomi bisa bergerak ke arah positif.
“Aspek pertama dilihat dari tingkat vaksinasi masyarakat Bali yang sangat tinggi bahkan lebih dari 100 persen. Penerapan Protokol Kesehatan dengan sertifikat CHSE juga secara ketat diterapkan oleh industri pariwisata, begitu juga masyarakat yang mulai terbiasa dalam penerapan protokol kesehatan. Aspek kedua pada tahun 2022 akan ada banyak even internasional di Bali yang dihadiri oleh beberapa negara seperti G20 dan even lainnya,” katanya, sebagaimana dikutip dari denpasarupdate.pikiran-rakyat.com, pada 23/12 lalu.
President Indonesia Marketing Association (IMA) Suparno Djasmin mengatakan, Bali merupakan salah satu sektor pariwisata yang menyumbang devisa mencapai Rp 89 triliun atau sekitar 30% dari sektor pariwisata secara nasional sebelum adanya pandemi Covid-19. Tercatat, di tahun 2019 ada sebanyak 16 juta wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Sebanyak 37% atau sebanyak 6 juta diantaranya wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai di Bali.
Sejak pandemi Covid-19, data IMA menunjukkan, jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Bali menjadi hanya sebanyak 1 juta wisman di tahun 2021. Sementara dari okupansi hotel, di tahun 2019 tercatat mencapai 59%. Sementara di tahun 2020 sebanyak 15,6% okupansi hotel. “Di tahun 2021 okupansi hotel terus menurun menjadi 13,1% akibat dampak Covid-19,” kata kata Suparno, dalam konperensi press secara virtual, pada 15/3.
Tahun ini, tingkat okupansi hotel bakal meningkat. Pelonggaran berbagai kebijakan seperti bebas karantina, kebijakan visa on arrival (VoA) bagi pelaku perjalanan luar negeri yang sudah berlaku pada 7 Maret 2022 dari 23 negara, bebas test Covid-19 dan pembukaan mobilitas masyarakat dari mancanegara, dapat mempercepat pemulihan pariwisata..
Hal senada pun dilontarkan oleh Ferry Salanto, Senior Associate Director Research Colliers International. Menurutnya peraturan perjalanan dalam dan luar negeri kini mulai dilonggarkan pemerintah. Mulai banyak orang melakukan perjalanan wisata ke Bali, misalnya. Namun tak dipungkiri, wisatawan domesik masih mendominasi kunjungan ke pulau dewata selama quartar I 2022. Tingkat hunian diperkirakan akan terus membaik selama 2022 dengan adanya peningkatan aktivitas MICE termasuk Konferensi G20.
“Semoga tidak terjadi dinamika yang tidak kita harapkan di Konferensi G20, karena ada kejadian invansi Rusia ke Ukrania yang menyebabkan beberapa negara saling ancam, sehingga mungkin tidak sesuai dari rencana awal. Semoga ini tidak terjadi,” kata Ferry seraya menambahkan kalau hal itu jadi, mengakibatkan prediksi hotel di Bali dari Colliers International berubah lagi. Occupancy hotel sampai akhir tahun ini bisa naik di level 60 persen.
Sementara Wakil Rektor IV Undiknas University ini menyebutkan sektor pariwisata Bali di tahun 2022 akan masih bertumpu pada wisatawan domestik. Sementara untuk kunjungan wisatawan mancanegara tampaknya belum akan signifikan di tahun 2022, mengingat di sejumlah negara yang menjadi basis wisatawan mancanegara bagi Bali saat ini masih berjuang keras untuk mengendalikan kasus penyebaran Covid-19, khususnya varian Omicron.
Ia pun menilai pelaksanaan G20 summit tentunya akan berdampak pada meningkatnya kunjungan pelawat dari luar negeri, akan tetapi skala kunjungan yang berkaitan dengan G20 summit ini tidak akan masif. “Namun demikian, momen G20 summit ini hendaknya dijadikan ajang untuk menunjukkan kepada dunia bahwa pariwisata Bali telah siap untuk menerima kunjungan wisman dan telah melaksanakan standar pelayanan pariwisata yang tinggi, termasuk melaksanakan protokol pencegahan penyebaran Covid-19,” paparnya, sebagaimana dikutip dari bisnisbali.com, pada 14/1 lalu
Sementara Kawasan pariwisata yang dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero)/Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) mencatat pertumbuhan lebih dari 100 persen. Managing Director The Nusa Dua, I Gusti Ngurah Ardita mengatakan, tingkat occupancy atau hunian kawasan The Nusa Dua selama Januari-Maret 2022 tercatat meningkat rata-rata mencapai 21,23 persen selama 3 bulan. Dengan jumlah kunjungan wisatawan mencapai 60.388 orang, sebagaimana dikutip dar tribunnews.com, 5/4.
Pada periode Januari-Maret 2022, beberapa event dan konferensi telah dilaksanakan di The Nusa Dua antara lain Goldcoin Conference, COP-4 Minamata Convention on Mercury, serta 144th Assembly of The Inter Parliamentary Union (IPU) yang diikuti oleh lebih dari 1.000 orang. Pada akhir Maret lalu, Pulau Peninsula The Nusa Dua kembali menjadi lokasi event outdoor dengan jumlah peserta mencapai 1.000 orang setelah vakum selama 2 tahun akibat pandemi.
Sedangkan ke depan, beberapa event juga telah terjadwal dilaksanakan di kawasan The Nusa Dua pada tahun 2022, diantaranya event Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) pada Mei 2022, Bali and Beyond Travel Fair 2022 pada Juni 2022 serta rangkaian event KTT G20 pada akhir tahun 2022. “Saat ini tingkat kunjungan dan occupancy rate The Nusa Dua belum normal seperti sebelum pandemi, namun kami optimistis tren pertumbuhan akan terus terjaga hingga akhir tahun ini,” pungkas Ardita.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengajak para stakeholder di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf) untuk berkolaborasi mewujudkan target 1,4 juta wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia agar datang berwisata ke Tanah Air.
Melihat potensi tersebut, Menparekraf mendorong para stakeholders parektaf untuk berpikir dengan cara yang tidak biasa agar mampu menarik potensi besar wisatawan asal negeri Kanguru tersebut guna membangkitkan dan memulihkan perekonomian di Indonesia, khususnya Bali yang menjadi destinasi favorit.
Minat masyarakat Australia pada destinasi wisata di Indonesia sangat besar terutama Bali. Bahkan mereka menyebut Pulau Dewata sebagai rumah kedua mereka. Kami menargetkan 1,4 juta wisatawan berkualitas dari Australia. Namun, jika 1,4 juta ingin dicapai, butuh kolaborasi yang masif dari seluruh stakeholder pariwisata. Karena kita butuh menghadirkan jumlah penerbangan lebih banyak, produk-produk wisata yang lebih dikenal, maupun pelayanan yang mumpuni,” kata Menparekraf Sandiaga.
Tidak hanya itu, Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan faktor aksesibilitas sebagai kunci untuk mendatangkan wisatawan. Oleh karena itu, pihaknya bersama rombongan Kemenparekraf pada 10 April 2022 mencoba dan mengikuti penerbangan maskapai Jetstar dari Sydney menuju Denpasar menggunakan pesawat Boeing 787.
“Penerbangan kemarin fully booked dengan total 335 penumpang. Dan ini menjadi permintaan yang tinggi dan konsisten dengan load factor yang mencapai 100 persen sejak dioperasikannya pada 14 Maret 2022. Kondisi ini diprediksi akan berlangsung sampai beberapa minggu ke depan lantaran masa liburan paskah,” ujarnya.[] Yuniman Taqwa/foto ilustrasi utama: disparda.baliprov.go.id


