Mendag Lutfi: Dorong Pemulihan Ekonomi yang Inklusif Melalui Penyelerasan Kebijakan

Swiss, 26 Mei 2022, pelakubisnis.com – Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menyampaikan, penyelerasan kebijakan  di  sektor  perdagangan,  investasi,  dan  industri  berperan  penting  sebagai  mesin pertumbuhan dan dapat memberikan manfaat terhadap pemulihan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan   dari   pandemi. 

 Hal ini disampaikan   Mendag   Lutfi   dalam   sesi   Trade   and Investment  Leadership  Lunch  pada  Rabu  (25/5)  di  World  Economic  Forum  (WEF)  2022  di Davos, Swiss.

Hadir dalam sesi tersebut President WEF Borge Brende, Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala,  Chief  Executive  Officer  of  DSV  Jens  Bjorn  Andersen,  Chairman  of  Siemens  Jim Hagemann  Snabe,  Global  CEO  JBS  Gilberto   Tomazoni,   Executive   Vice-President  of  the European Commission Valdis Dombrovskis, Group Chairman of Standard Chartered Bank, Jose Vinals.

“Perdagangan,  investasi,  dan  industri  saat  ini  tengah  menghadapi  transisi  ganda,  yaitu digitalisasi serta kelestarian lingkungan dan iklim. Saya yakin bahwa kita harus melihat secara komprehensif tentang aksi pengembangan teknologi digital, menjaga lingkungan hidup, dan mengatasi perubahan iklim, ketimbang memisahkannya satu sama lain,”jelas Mendag Lutfi.

Menurut  Mendag  Lutfi,  transformasi  digital  telah  berkontribusi  pada  ketahanan  nilai  global dan rantai pasokan, mengurangi biaya dalam perdagangan internasional dan memberdayakan perusahaan di berbagai skala untuk memasuki pasar global.

“Kebijakan fasilitasi perdagangan digital tetap menjadi kunci untuk mengimbangi peningkatan waktu dan biaya yang dikeluarkan perusahaan akibat gangguan rantai pasokan. Digitalisasi juga  berkontribusi  pada  kelestarian  lingkungan  dan  iklim  dengan  mengurangi  emisi  dan limbah CO2secara signifikan,”ujar  Lutfi. 

Lutfi  jmenegaskan  kembali  komitmennya  terhadap  Perjanjian  Paris  dengan menjunjung  tinggi  prinsip  kesetaraan  dan  tanggung  jawab  bersama  tetapi  berbeda  dan kemampuan  masing-masing  (Common  but  Differentiated Responsibilities  and  Respective Capabilities/CBDR-RC).

“Sangat  penting  bahwa  semua  langkah  untuk  mencapai  kontribusi  yang  ditentukan  secara nasional   (Nationally   Determined   Contribution/NDC)harus   dilakukan   dengan   kejelasan, transparansi,   akurasi,  konsistensi,dan komparabilitas.   Langkah-langkah  ini   tidak  boleh menjadi  hambatan  bagi  perdagangan,  investasi,  dan  pengembangan  industri,”pungkas Lutfi.[]sp