NVRO Ajak Masyarakat Peduli Sampah Hasilkan Cuan
Jakarta, 1 September 2022, pelakubisnis.com – Sampah domestik menjadi instrumen yang dapat mendatangkan cuan. PT Enviro Visi Nuswantoro (NVRO) mengajak masyarakat ikut fokus peduli mengelola sampah domestik dengan menciptakan karya kreatif yang dikemas dalam penggalangan dana melalui NFT (Non Fungible Token-red).
Data tahun 2020, sebanyak 67,8 juta ton timbunan sampah di Indonesia, sementara data nasional 2018, sebanyak 62% sampah di negeri ini dihasilkan dari sampah domestik. Menurut data Statistik Lingkungan Hidup Indonesia yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS), hanya 1,2% rumah tangga yang mendaur ulang sampahnya.
Berangkat dari data tersebut, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pendidikan karakter (character building) melalui pengolahan sampah domestic (waste management), NVRO terpanggil untuk ikut berkontribusi.
“Fenomena ini, khususnya di banyak negara dunia ketiga dengan fasilitas penanganan sampah yang masih terbatas, ternyata berhubungan dengan kebiasaan serta karakter manusia di negara tersebut,” ujar Kirdianto Hrisikesa Putra, Chief Executive Officer PT Enviro Visi Nuswantoro (NVRO) di Jakarta (31/8).
Menurutnya program NVRO Goes to School ini fokus pada pembangunan karakter anak-anak sekolah terhadap edukasi pengelolaan sampah. Program ini akan dijalankan ke seluruh sekolah yang terpilih di Indonesia.
Kebiasaan membuang sampah pada tempatnya, kata Kirdianto, terkait dengan kecerdasan/kematangan karakter, bukan kecerdasan akademik. Orang yang karakternya terdidik, tentu menganggap poster yang bertuliskan “Tidak Membuang Sampah Sembarangan”, bermakna lebih dari hanya sekedar poster semata. Oleh karena itu, pendidikan karakter ditanamkan sejak dini di lingkungan. Ini merupakan salah satu upaya membentuk perilaku sadar sampah.
“Kami sengaja memilih sekolah-sekolah sebagai wadah utama dalam pelaksanaan program membangun karakter. Kami percaya anak-anak akan menjadi duta yang bisa menjaga lingkungan sesuai dengan motto kami: “Let’s Build a Better Place to Live, Let’s Start Now,” tambah Nugi, Chief Operation Officer NVRO.
“Pekan lalu kami menyelenggarakan NVRO Goes to School di SMA 12 Tangerang Selatan. NVRO menyelenggarakan seminar pembangunan karakter dan pengelolaan sampah. Pengenalan konsep 3 R (Reduce, Reuse dan Recycling) untuk program NVRO Goes to School ini akan ada pendampingan selama tiga bulan yang diterapkan di sekolah tersebut,” tambahnya.
Program NVRO menggunakan cara unik dalam menggalang dana operasional dengan menyelenggarakan kompetisi NFT. Hasil karya akan dijual dengan lelang di market place open sea dan hasil penjualan sebagian akan masuk mendanai program NVRO, dan para pencipta hasil karya berhak mendapat royalty sebesar 80% atas penjualan NFT tersebut.
“Akan ada 100 NFT yang akan dilelang di open sea nantinya. Dari 100 NFT kami menargetkan dana terkumpul total senilai Rp 1 millar sampai Rp 10 millar. Galang dana melalui NFT ini juga sebagai wadah promosi mengenai kegiatan donasi sosial lingkungan yang pertama di Indonesia sebagai sosio NFT,” ujar Kirdi. []sr
