UNITED E-Motor Siap Produksi 500.000 Motor Listrik

Komitmen pemerintah mengurangi emisi karbon CO2 sampai 50 persen pada tahun 2030, menjadi peluang penetrasi pasar motor listrik memperluas pasar. UNITED E-Motor siapkan  dua kapasitas pabrik yang utilisasi produksi sampai 500.000 motor per tahun.

Andrew Mulyadi, Direktur PT Terang Dunia Internusa/Foto: pelakubisnis.com

Kendaraan listrik memiliki peluang  sangat besar berkembang di Indonesia. Direktur PLN Darmawan Prasojo, dalam suatu kesempatan mengatakan, kendaraan listrik sangat ramah lingkungan dan mampu mengurangi setidaknya hingga 50% emsisi karbon CO2.

Pasalnya sumbangan terbesar terhadap polusi udara adalah kendaraan bermotor. Berdasarkan data, jumlah sepeda motor di Indonesia saat ini mencapai 120 juta unit. Kondisi ini menyebabkan Indonesia menjadi salah satu negara paling polusi di Asia Tenggara. Tantangan pemerintah menurunkan emisi karbon CO2 sebesar 50% di tahun 2030 dan net zero emission di tahun 2060.

Sementara dengan menggunakan kendaraan listrik bisa memangkas Bahan Bakar Minyak (BBM) sampai Rp 798 triliun. Hal ini membuat beban subsidi BBM oleh pemerintah bisa dikurangi Tahun 2022 ini, misalnya, subsidi BBM mencapai Rp RP 502 triliun. Bila subsidi BBM bisa dikurangi, maka APBN akan jauh lebih baik, karena bisa digunakan di sektor-sektor strategis lainnya.

Pemerintah Indonesia menargetkan produksi motor listrik mencapai 2,45 juta pada tahun 2030. Meskipun sampai tahun ini produksi motor listrik di Indonesia kurang dari 100 ribu motor listrik. “Target pemerintah tahun ini akan memproduksi 100 ribu motor listrik. Angka itu bisa tercapai, karena pemerintah mengeluarkan peraturan wajib menggunakan kendaraan motor listrik  bagi operasional dinas pemerintah,”  jelas Direktur PT Terang Dunia Internusa (TDI), Andrew Mulyadi, selaku Agen Pemegang Merek (APM) UNITED E-Motor kepada pelakubisnis.com  25 Agustus lalu, di Kawasan Industri  Branta Mulia, Citereup, Bogor.

Menurut Andrew, TDI  melalui produknya UNITED E-Motor berkomitmen dan berkontribusi  terhadap perkembangan  produksi kendaraan listrik dalam negeri. Sejak peluncuran resminya di akhir tahun 2020, berbagai terobosan dan inovasi telah dipersiapkan  UNITED E-Motor lewat produk dan teknologi yang dihasilkan.

Andrew menambahkan, UNITED E-Motor siap berkompetisi dalam industri motor listrik nasional karena motor listriknya  merupakan produksi nasional dengan kualitas tinggi, bergaransi, inovatif, terjangkau dan siap bersaing dengan  dengan produk-produk motor listrik luar negeri.

“Tak kalah penting UNITED E-Motor  adalah produk eco-friendly. Hal ini selaras dengan keseriusan  pemerintah dalam mewujudkan Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060,” ungkap Andrew Mulyadi  dalam acara kunjungan pabrik PT Terang Dunia Internusa (TDI)  yang bertema “Pemanfaatan Motor Listrik dan Peningkatan Kemampuan Produksi motor Listrik Nasional”.

Sebagai catatan, kisah sukses TDI melalui brand UNITED dimulai tahun 1991 dengan berdirinya pabrik sepeda yang memproduksi produk-produk sepeda premium dan sepeda listrik premium hingga mencapai kapasitas produksi 1 juta unit sepeda dengan dua pabrik besar yang berdiri di atas tanah seluas 70.000 m2 dan mempunyai pekerja lebih dari 1200 orang. Pada akhirnya UNITED mulai mengikuti perkembangan zaman dengan mulai memproduksi motor listrik yang sudah dipasarkan di Indonesia.

Produk UNITED merupakan produk asli Indonesia yang mengutamakan kualitas produk terbaik dan bergaransi, inovatif dan selalu beradaptasi dengan teknologi up to date juga eco-friendly. Tidak hanya pangsa pasar dalam negeri, UNITED juga merambah pasar internasional dan telah melakukan ekspor ke beberapa negara tetangga. Pabrik UNITED memiliki tim Research and Development (R&D) sehingga dapat menciptakan produk-produk premium dengan teknologi terdepan sesuai dengan keinginan masyarakat Indonesia.

Dengan meluncurnya produk motor listrik UNITED E-Motor, TDI sebagai Agen Pemegang Merk (APM) UNITED E-Motor telah berkomitmen kuat untuk selalu mendukung program pemerintah dalam upaya menyehatkan kehidupan rakyat Indonesia dengan “Program Langit Biru” yang merupakan program untuk mengendalikan dan mencegah pencemaran udara dengan mewujudkan perilaku sadar lingkungan baik dari sumber tidak bergerak (industri) maupun sumber bergerak yaitu kendaraan bermotor.

TDI secara resmi mengumumkan merek baru UNITED E-Motor yaitu UNITED T-1800. Dalam hal ini TDI melalui PT Sepeda Bersama Indonesia (TBK) yang selama ini mendistribusikan produk-produk sepeda (United Bike) akan menjadi  authorized distributor   untuk roda dua motor electric di Indonesia. Pada 12 Desember 2020 meluncurkan roda dua electric motor bagi masyarakat Indonesia yang menghendaki sebuah kendaraan listrik yang stylish, futuristik dan ramah lingkungan, yang sekaligus menjadi komitmen dalam mendukung “Program Langit Biru” dari pemerintah Indonesia.

Dengan peluncuran model baru ini, kini UNITED T-1800 dapat dirasakan dan dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia yang menginginkan sensasi berkendara yang berbeda dengan kendaraan motor pada umumnya. Konsep stylish pada sepeda motor tipe ini menyuguhkan tampilan eksterior yang keren serta memberikan kepercayaan diri bagi pengendara dalam melakukan mobilitas yang tinggi bagi Millenias Urban Lifestyle yang menjadi target utama UNITED E-Motor.

Head of Division UNITED E-Motor Awan Setiawan, mengatakan, Produksi Motor listrik United E-Motor telah siap. Baik dari segi kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia, maupun model bisnis. Perusahaan telah menyiapkan sejumlah produk yang disesuaikan dengan segmentasi pasar, mulai dari kelas menengah-bawah (middle-low), menengah (medium), atas (high), hingga premium.

“Kami sudah menargetkan dengan kapasitas pabrik yang kami punyai di Citeureup, Bogor, dan sudah dipersiapkan di daerah Curug, Tangerang, dengan kapasitas sampai dengan 500.000  unit setiap tahunnya,” ujar Awan seraya menambahkan UNITED E-Motor telah memamerkan beberapa tipe motor listrik buatannya yang rencananya akan diluncurkan, seperti B-1200, TX-1800, dan TX-3000. Sedangkan yang sudah meluncur (tipe) T-1800 dan  ini mendapatkan respon  baik dari pemerintah maupun dari konsumen dengan tampilan yang futuristik, fitur-fitur yang bagus.

Lebih lanjut ditambahkan, ekspektasi UNITED E-Motor harus sesuai dari market dan produknya harus terlibat betul-betul fokus dan futuristik serta mempunyai teknologi yang bagus serta mempunyai value untuk bisnis dan sebagainya. “Kami juga mempersiapkan charging station yang merupakan salah satu kunci percepatan, sehingga charging ini hanya dilakukan dalam waktu 5 sampai 10 menit,” tambahnya.

Andrew Mulyadi menambahkan, saat ini TDI diperkuat oleh tim yang solid dan kompeten di bidangnya masing-masing. Pihaknya berencana  menunjuk PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk (SBI) sebagai distributor resmi  untuk produk United E-Motor. Perusahaan  distribusi ini sudah tercatat  di lantai bursa dengan kode saham BIKE.

Komisaris Utama  SBI, Henry Mulyadi mengaku siap ambil bagian dalam gerakan revolusioner pemasaran motor listrik di Indonesia. Pihaknya bangga nantinya bisa turut mendukung perluasan distribusi terhadap motor listrik, khususnya United E-Motor. SBI akan menyiapkan   berbagai strategi yang fokus pada jaringan  pada jaringan  distribusi hingga ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami akan memasarkan lewat jaringan yang sudah kami bangun dalam memasarkan sepeda. Ditambah berbekal semangat nasionalisme yang tinggi, SBI mendukung  penuh penyebaran motor listrik produksi dalam negeri,” tegas Henry.

Menurut Andrew, pada kesempatan Factory Tour United E-Motor (25/8) hadir 30 lebih produsen komponen motor nasional  di seluruh Indonesia. “Dengan kebersamaan ini diharapkan bisa menghadirkan kualitas motor listrik yang handal dan meningkatkan TKDN melalui pengembangan investasi masing-masing,”jelasnya.

Produk United E-Motor, kata Andrew Mulyadi, memiliki persentase Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup besar, sehingga tidak diragukan lagi bahwa produk United E-Motor  menciptakan multi player effect yang banyak untuk mendukung perekonomian nasional. “Komponen motor listrik lebih sedikit  dibandingkan dengan motor konvensional.  Sekarang saja TKDN sudah mencapai di atas 40%.  Itu komponen utamanya saja sudah 40%. Kalau sampai 80-90% juga kami sudah bisa!,”ungkap pengusaha kelahiran 1957 ini.

Ia menambahkan, dari komponen baterai pemerintah  Indonesia sudah mencapai 35%. “Itu perlunya kami duduk sama-sama dengan vendor supaya mereka juga mendapatkan subsidi untuk produksi motor ini. Misalnya subsidi  produksi pelek untuk produksi motor misalnya. Molding saja sudah mahal. Kalau gak, nanti barang impor terus. Mungkin pemerintah bisa bantu,”tukasnya.

Dari BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional)  juga  bisa menganalisa  untuk menghasilkan produk yang benar-benar tepat dan menjadi  acuan standar. “Satu motor dipreteli di BRIN,  nanti ketahuan.modalnya berapa. Di BRIN ada software untuk mendapatkan produk dengan kekuatan yang tepat. Jadi gak ada istilah produk yang ketebala, jadi gak terbuang mubazir,”kata Andrew.

Kepala Pusat Riset dan Konservasi Energi BRIN, Cuk Supriyadi Ali Nandar   mengapresiasi kehadiran pabrik motor listrik di Indonesia. Terlebih dengan adanya sinergi nyata antara industri motor listrik dan komponen, peneliti, serta dunia akademisi. Model sinergi semacam ini bisa melahirkan terobosan teknologi untuk mendukung TKDN.

Target peningkatan produksi kendaraan listrik di Tanah Air, telah didukung melalui penerbitan Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Perpres No. 55/2019 mengamanatkan pengaturan penggunaan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kendaraan Bermotor Listrik (KBL) Berbasis Baterai termasuk sepeda motor listrik guna meningkatkan nilai tambah industri dalam negeri.

Untuk itu, pemerintah mengajak industri komponen dan pendukung otomotif bersama-sama menyiapkan diri untuk memasuki era kendaraan listrik maupun teknologi kendaraan ramah lingkungan lainnya melalui peningkatan sumber daya manusia dan manajemen industri, serta peningkatan penguasaan teknologi melalui aktivitas Reseach and Development (R&D) dan desain.

“Dengan adanya regulasi tersebut, percepatan program diatur secara rinci, mulai dari litbang, TKDN, sampai dengan insentif yang akan diberikan,” tuturnya. Tentunya hal itu menjadi peluang baru bagi industri manufaktur dan komponen dalam negeri untuk memulai aktivitas litbang dan desain kendaraan listrik serta komponen utama pendukungnya. Karena pada tahun 2025, pemerintah menargetkan 100% lokal konten pada produk otomotif Indonesia.

“Dari kelas high-premium, medium, low end, dan betul-betul di bawah. Rencana kami akan luncurkan paling murah, United nanti di bawah Rp 15 juta,” papar Andrew. Sekedar diketahui, penetrasi merek-merek asing di pasar motor listrik nasional telah membangkitkan semangat United E-Motor.

Sementara Henry Mulyadi, Komisaris Utama SBI mengatakan, dengan kualitas tinggi, bergaransi, inovatif, dan terjangkau, United E-Motor siap bersaing dengan produk motor listrik luar negeri.[] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa