30 Persen UMKM Milenial di Rumah BUMN Pertamina

Rumah BUMN Pertamina mendorong UMKM naik kelas. Selain diberi pelatihan dan permodalan, juga diikutsertakan dalam  pameran perdagangan internasional. Dipastikan produk unggulan UMKM binaannya bisa menjangkau pasar global melalui kerja sama dengan beberapa institusi export hub. Dan stimulus ini menjadi daya tarik bagi 30 persen UMKM milenialnya.

Lima puluh booth UMKM Pertamina dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI 2022) yang berlangsung 19 -23 Oktober 2022 mendapatkan respons positif. Banyak buyer potensial, khususnya dari luar negeri mengunjung pavilion UMKMM Pertamina. Total transaksi yang ada di booth UMKM Pertamina  mencapai Rp35 Miliar atau naik hingga 500% dibandingkan gelaran terakhir TEI di tahun 2019 dengan nilai transaksi Rp7 Miliar.

Fajriyah Usman, VP CSR & SMEPP PT Pertamina (Persero) mengatakan,  nilai transaksi ini hampir seluruhnya berasal dari pembeli luar negeri dengan tujuan ekspor ke Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Saudi Arabia, Turki, Portugal, Canada, Jamaica, Spanyol, hingga Norwegia. Diprediksi transaksi masih akan terus bertambah seiring dengan terealisasinya kontrak dagang dari para buyer yang tengah melakukan negosiasi dengan para pelaku UMKM Binaan Pertamina. 

Mitra binaan Pertamina yang hadir di TEI 2022 ini merupakan hasil dari kurasi dengan prioritas barang-barang yang cocok untuk diekspor. Selama pameran, Mitra Binaan juga mendapatkan knowledge melalui talkshow ekspor mulai dari pemahaman tentang global digital marketing, penentuan harga jual produk ekspor hingga menyiapkan dan mengurus dokumen ekspor, yang dilaksanakan dua kali setiap hari.

Itulah salah satu potret Rumah BUMN Pertamina dalam mendorong UMKM naik kelas. “Pertamina tidak tanggung-tanggung mendukung UMKM. Selain diikutsertakan dalam  pameran perdagangan internasional agar mampu meningkatkan daya saing. Dipastikan produk unggulan UMKM Binaan Pertamina bisa menjangkau pasar global melalui kerja sama dengan beberapa institusi export hub,” ujarnya.

Menurut Fajriyah, pembentukan Rumah BUMN dimulai sejak tahun 2016, diawali dengan pembentukan Rumah Kreatif  BUMN (RKB). Perkembangan teknologi informasi yang kian cepat telah menginspirasi RKB  menjadi wadah dalam mewujudkan Digital Economy Ecosystem melalui pembinaan bagi UMKM untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas UMKM. RKB berperan sebagai pusat data dan informasi serta pusat edukasi, pengembangan dan digitalisasi UMKM. Sesuatu yang  harus dilakukan di tengah persaingan usaha yang ketat dan kompetitif.

Fenomena itu mendorong RKB bertransformasi menjadi Rumah BUMN pada tahun 2020. “Rumah BUMN  memiliki peran tambahan yaitu  tanggung jawab sosial dan lingkungan. Visi dan Misi Rumah BUMN adalah mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UMKM dalam meningkatan kompetensi, Peningkatan Akses Pemasaran dan Kemudahan akses Permodalan,” lanjut alumni Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia ini.

Agar bisa menjadi  UMKM binaan di Rumah BUMN ini, kata Fajriyah,  memiliki produk usaha, selanjutnya pegiat usaha perlu mendaftarkan diri pada rumah-bumn.id melalui fasilitator Rumah BUMN yang ada di daerah masing-masing. Dengan bergabung di Rumah BUMN, para pelaku usaha berhak mendapatkan pendampingan melalui program pelatihan, pameran, bantuan perizinan usaha serta konsultasi gratis dengan para business facilitator.  

Lebih lanjut ditambahkan, Rumah BUMN memiliki tujuan mendorong para pelaku UMKM untuk naik kelas melalui digitalisasi. Bentuk digitalisasi yang dilakukan Rumah BUMN mencakup beberapa tahapan yang telah disusun.

Tahapan pertama dalam digitalisasi adalah Go Modern. Go Modern merupakan tahapan paling awal dalam tahapan pengembangan bisnis yang dilakukan oleh Rumah BUMN. Para peserta yang baru mengikuti proses ini biasanya masih berskala mikro. Pada tahap ini, UMKM dapat melakukan pendaftaran di website rumah-bumn.id.

Tahap kedua, setelah melalui fase Go Modern, jelas, Fajriyah,  para pelaku UMKM diharapkan mampu melalui fase Go Digital. Fase ini mengajarkan pelaku UMKM mulai mengenal dan mengaplikasikan teknologi digital, seperti pencatatan transaksi berikut pembukuannya. Dalam tahapan ini  mulai diperkenalkan sosial media sebagai media pemasaran produk.

Fase ketiga dari pelatihan di Rumah BUMN adalah Go Online. Pada fase ini pelatihan bertujuan memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan aplikasi-aplikasi marketplace seperti Padi UMKM, Tokopedia, Shopee, dan aplikasi lainnya untuk memasarkan produk. Pembuatan website juga diperkenalkan untuk menjangkau pasar lebih luas, bahkan secara global.

“Fase terakhir adalah Go Global. Pada fase ini UMKM mampu memasarkan produknya ke luar negeri dan menembus pasar ekspor. Fokus perhatian dalam fase ini adalah bagaimana memperkenalkan mitra binaan terkait dengan persiapan menjadi pelaku ekspor, seperti sertifikasi, riset pasar, dan sebagainya,” katanya kepada pelakubisnis.com, akhir Oktober 2022.

Lebih lanjut ditambahkan, hingga September 2022, sudah 10.069 UMKM Binaan Pertamina masuk dalam fase Go Modern. Sedangkan 4396 UMKM masuk dalam fase Go Digital dan 2640 sudah online dan 401 UMKM sudah menuju Go Global.

Menurut Fajriyah, Rumah BUMN Pertamina  mengembangkan pelatihan yang relevan  mendukung tiap fase tersebut. “Kami memberikan edukasi terkait perizinan dan legalitas usaha, kesempatan mengikuti pameran atau bazaar. Evaluasi kami lakukan secara rutin melalui para fasilitator Rumah BUMN. Mereka memberikan laporan hasil evaluasi UMKM naik kelas berdasarkan parameter-parameter yang sudah ditentukan,” lanjutnya.

Fajriyah menambahkan, program-program pembinaan yang diberikan kepada UMKM dilihat berdasarkan kebutuhan UMKM. Apakah pelatihan tersebut berkaitan dengan pemasaran, manajemen keuangan, sertifikasi atau program lainnya yang relevan. Pelatihan satu program umumnya terdiri dari 1 – 3 kali pertemuan dengan estimasi waktu 1 – 3 bulan. Pembinaan dilakukan secara berkelanjutan hingga UMKM mampu mandiri dan tumbuh berkembang.

Untuk pelatihan dasar dari masing-masing tahapan program berbeda di tiap Rumah BUMN karena melihat beberapa faktor seperti ketersediaan waktu pelaku UMKM, kemampuan pelaku UMKM dalam menerima pengetahuan yang disampaikan, kendala sarana pendukung seperti sinyal internet dan faktor lainnya. “Kementerian BUMN melalui PT Pertamina (Persero) menyediakan bantuan peralatan untuk beberapa daerah dengan kondisi tertentu. Untuk permodalan kami memberikan rekomendasi akses salah satunya terhadap Program PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan),” urainya serius.

Saat ini ada 30 wilayah Rumah BUMN binaan Pertamina dengan UMKM yang terdaftar di rumah-bumn.id per Juli 2022 sebanyak 10.242 UMKM. Kementerian BUMN menetapkan satu kabupaten/kota satu Rumah BUMN. Tidak ada kriteria khusus, termasuk jumlah UMKM, dalam penetapan kebijakan itu. Yang pasti, Rumah BUMN diharapkan dapat menjadi pusat pengembangan UMKM di wilayah beroperasi Rumah BUMN. “Dari jumlah UMKM Binaan Pertamina itu UMKM milenial mencapai 30 persen dari total UMKM yang ada,” jelas Fajriyah.

Rumah BUMN Pertamina membina sebanyak 30 Rumah BUMN yang tersebar di: Pulau Sumatera  terdiri dari  Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kep. Meranti, Dumai, Pekanbaru, Ogan Ilir, Serdang Bedagai, Rejang Lebong, Bengkulu,Kerinci, Lampung Tengah. Pulau Jawa terdiri dari Kep. Seribu, Purbalingga, Temanggung, Situbondo, Mojokerto.Pulau Bali , Lombok, dan NTB  terdiri dari Klungkung, Lombok Timur, Dompu, Sumbawa Barat. Pulau Kalimantan terdiri dari Sanggau, Banjarmasin, Seruyan, Palangkaraya, Berau, Balikpapan. Pulau Sulawesi terdiri dari Bone Bolango, Parigi Moutong, Minahasa Selatan, Tojo Una-una.

Tujuan besar memerlukan konsep yang kuat dan fase pengembangan yang sistematis agar dapat menjadi dasar menuju fase berikutnya dengan lebih. Strategi pengembanganyang dilakukan  Rumah BUMN Pertamina untuk mencapai target yang diharapkan.

Pertamana, People Development : Mencakup aspek rekrutmen pengelolaan, hingga pengembangan kompetensi tim fasilitator wilayah dalam melakukan pendampingan UMKM.

Kedua,  Operation Management : Mencakup desain dan implementasi dari peran dan fungsi yang dijalankan oleh Rumah BUMN Pertamina, termasuk pengelolaan operasional harian.

Ketiga, Program Development : Mencakup program yang didesain khusus untuk kebutuhan peningkatan kapasitas dan kapabilitas maupun daya saing UMKM.

Keempat, Digital Management : Mencakup pengelolaan sosial media dan digital platform yang berfungsi sebagai media promosi dan penyiaran.

Sejak tahun 2019 sampai dengan 2022, kata Fajriyah, ada road map pengembangan per tahun yaitu sebagai berikut:

Tahun 2019, Developing the Systems for Rumah BUMN – Operational Management dimana Rumah BUMN Pertamina fokus pada People Management melalui rekruitmen pegawai yang kompeten, kemudian manajemen operasional seperti membuat klinik bisnis UMKM, pameran UMKM, dan penggunaan sosmed.

Tahun 2020, Developing The People (Enhancement) – Program management, yaitu kami melakukan pengembangan SDM melalui pemberian pelatihan kepada fasilitator Rumah BUMN Pertamina seperti pelatihan Sertifikasi BNSP dan Personal Branding, melaksanakan kegiatan weekly check in untuk pengawasan operasional, kemudian memaksimalkan klinik bisnis UMKM, pameran UMKM, dan penggunaan sosmed.

Tahun 2021, People Engagement and People Management yaitu kami memberikan  pelatihan people management, weekly check on dan melakukan pelatihan nasional UMKM Go Global.

Tahun 2022, Transformation to the next level, dimana Rumah BUMN Pertamina memiliki program unggulan seperti inkubasi bisnis, pembuatan e-katalog produk dan platform penjualan, virtual exhibition, mentoring and coaching comprehensive program.

Target Rumah BUMN Pertamina, menurut Fajriyah, yang sudah dan sedang dijalankan, dan ke depan  dapat selaras dengan misi Rumah BUMN mendampingi dan mendorong para pelaku UMKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UMKM dalam Peningkatan kompetensi, Peningkatan Akses Pemasaran dan Kemudahan akses Permodalan. Rumah BUMN berharap semakin banyak UMKM yang bergabung dan berhasil naik kelas, mampu memaksimalkan omzet usaha, mengembangkan sistem operasional yang tepat dan sistematis melalui operation management excellence, serta peningkatan mutu SDM pelaku UMKM.

Menurut Fajriyah, sumber pendanaannya ada dua jalur yang diberikan Pertamina dalam membantu UMKM. Pertama, dari sisi CSR atau  Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan dan (TJSL). Kalau dari CSR sifatnya dana hibah untuk membantu UMKM yang pertama kali menjalankan bisnis. Kedua dalam bentuk pinjaman hutang atau program kemitraan UMKM dengan memenuhi persyaratan yang berlaku.

Fajriyah menambahkan, dana pinjaman untuk UMKM merupakan dana bergulir yang berlangsung bertahun-tahun. Skema pembiayaan berjalan secara bergulir tanpa dikenakan suku Bunga. Namun demikian, UMKM yang melakukan pinjaman dikenakan biaya administrasi sekitar 3 persen pertahun dari nilai pinjaman. Angka tersebut sesuai peraturan Kementerian BUMN N0. 06 tahun 2022.

Walau diakui pinjaman dana bergulir tersebut, menurut Fajriyah, memang ada yang macet. Tapi persentasenya kecil. Pinjaman-pinjaman yang macet tersebut dilakukan reschedule pembayaran, sehingga meringankan UMKM.

“Persyaratan bisa bergabung dengan Rumah BUMN adalah UMKM di daerah tersebut yang  memiliki usaha/produk yang bisa diperjualbelikan serta berkeinginan untuk maju dan bersedia mengikuti program pembinaan yang telah dirancang oleh Rumah BUMN Pertamina. UMKM dapat mendaftar di rumah-bumn.id dan atau dibantu oleh fasilitator di Rumah BUMN dalam proses pendaftarannya secara online,” jelasnya.

Sementara untuk melihat sukses rasio UMKM binaan, pertama, dilihat dari berapa total mitra binaan yang terdaftar dan berapa yang berhasil naik kelas. Dan ini terus berkembang secara dinamis. Semakin banyak UMKM bisa naik kelas dan membangun mimpi supaya bisa menjadi pengusaha besar pada akhirnya.

Untuk itu, faktor penting yang mendorong keberhasilan UMKM adalah dua sisi; pertama, kemauan kuat dari UMKM binaan untuk berkembang. Kedua, Desain program yang dibuat secara strategis dan komprehensif serta mengakar karena disesuaikan dengan ekspektasi dari UMKM binaan.

Yang tidak kalah pentingnya adalah kualitas dari para talent yang menjadi fasilitator yang ada di Rumah BUMN. Sebagai kepanjangan tangan dari perusahaan, fasilitator di daerah memiliki peran untuk membina UMKM dengan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan yang mumpuni. Untuk itu, para fasilitator diberikan pembinaan, peningkatan kualitas, hingga sertifikasi yang berkaitan dengan perannya sebagai fasilitator kegiatan bisnis UMKM.Sehingga, selain peningkatan kuantitas dan kualitas UMKM, peningkatan kualitas dari fasilitator menjadi indikator keberhasilan dari program Rumah BUMN.[] Siti Ruslina/Yuniman Taqwa