Strategi Gerilya Beau’ra Tempur di Pasar Serum Wajah
Di tengah sesaknya pasar serum pencerah wajah, Beau’ra bergerilya dengan cara konvensional. Bermodal pengalaman di industri kosmetik dan keinginan yang kuat untuk menciptakan sebuah produk pencerah wajah, sang owner menargetkan tahun ini mampu meraup omzet penjualan hingga 20 ribu botol serum.
Berangkat dari keinginan memiliki wajah yang cerah dan sehat, sang formulator yang belajar otodidak ini pun mencoba meracik sendiri produk sabun wajah. Berbagai literature tentang cara meracik produk perawatan wajah ia pelajari. Pun sebelumnya ia juga pernah bergelut di industri kosmetik . Berbekal pengalaman ditambah literasi yang sudah dipelajari, ia pun membuat produk perawatan kulit wajah. “Saya memang senang bersih-bersih muka. Di kisaran tahun 2008 saya lihat ada prospek di industri kosmetik terutama produk perawatan wajah. Disitu saya mulai belajar-belajar mencari formula yang tepat,”jelas Cossel, pemilik brand produk serum pencerah wajah Beau’ra.
Masih lekat dalam ingatan Cossel pada pertengahan tahun 2008, saat itu ia mencoba meracik sabun yang bisa membuat wajah menjadi lebih cerah. Saat itu ia berhasil dan sabun hasil karyanya itu terbukti mampu membuat wajahnya menjadi lebih glowing.
Di awal sabun hasil ciptaannya membawa dampak wajah terlihat lebih cerah. Sekedar diketahui, Cossel memang suka melakukan uji coba pada kulit wajahnya sendiri. Namun setelah beberapa bulan digunakan , pemakaian sabun wajahnya mulai menimbulkan masalah. Perlahan wajahnya mulai timbul bintik-bintik berwarna merah. Lama kelamaan bintik-bintik melebar, sehingga seluruh area wajahnya berubah menjadi gosong berwarna kehitam-hitaman.
Tak pelak lagi, ia pun menghentikan penggunaan sabun tersebut. Selidik punya selidik, ternyata formula sabun yang dibuatnya mengandung ph 14 . “Saya pada saat itu tidak tahu cara mengukur ph, sehingga unsur kimia yang saya berikan tanpa ukuran. Akibatnya kandungan ph di dalam sabun berlebihan, sehingga menimbulkan iritasi di kulit wajah.” Kata Cossel kepada pelakubisnis,com, awal Juni lalu.
Diakuinya selama 10 tahun ia terus bereksperimen, banyak kendala ditemui. Meski ia memiliki pengalaman di industri kosmetik namun menurutnya pengalaman saja tidak cukup. “Saat itu saya gak mengerti bagaimana cari menjalankan usaha ini. Akhirnya ada saja masalah yang saya temui di tengah jalan. Saya cuma melihat peluang yang besar saja,”ujarnya.
Namun bila melihat peluang di depan mata, Cossel kembali bersemangat. Ia melihat Indonesia pasarnya begitu besar. Dengan jumlah populasi 270 juta penduduk yang 130 jutanya adalah perempuan, dari data ini saja sudah menunjukkan potensi pasar sangat besar. Namun karena kondisi cuaca juga, boleh jadi yang membuat kaum pria sekarang ini sudah mulai peduli dengan perawatan kulit wajahnya . “Zaman saya dulu anak laki-laki kerja di pasar, jaga toko dan berpanas-panasan hal yang biasa. Kalau anak sekarang maunya kerja di kantoran di gedung ber-AC. Kerja di tempat seperti itu penampilan menjadi penting. Sekarang gak laki-laki gak perempuan, penampilan menjadi sesuatu yang penting,”terang narasumber yang tak berkenan diambil gambarnya ini.

Di kisaran tahun 2020 ia menemukan formula serum pencerah wajah yang mengandung ekstrak bahan alami dan kaktus Opuntia Ficus Indica yang menurutnya mampu memberikan manfaat optimal untuk semua jenis kulit. Dan sudah menjadi prinsip Cossel, setiap racikan kosmetik hasil temuannya, ia harus mencoba di kulit wajahnya sendiri. Namun di awal racikan serum ini ditemukan , wajah Cossel sempat rusak memerah iritasi dan muncul bintik-bintik hitam.
“Karena kaktus opuntia ini sebenarnya anti inflamasi. Jadi kandungan kaktus ini yang bisa mengobati iritasi, menghilangkan bintik bekas jerawat juga,”ujarnya seraya menambahkan, fungsi produk serumnya ini bermanfaat untuk mengembalikan elastisitas kulit wajah, melembabkan, mengencangkan kulit wajah, merangsang produksi kolagen, mencerahkan kulit wajah sehingga terlihat lebih glowing. Dan serum ini juga berfungsi eksfoliasi yakni mempercepat regenerasi kulit, menghilangkan bekas jerawat dan membersihkan pori-pori.
Brand ini sudah didaftarkan sejak tahun 2016 dan tahun 2020 baru siap dipasarkan. Namun malang tak dapat ditolak, ketika serum pencerah wajah Beau’ra baru dilempar ke pasar, dimana saat itu sudah coverage wilayah Jabodetabek, tiba-tiba pemerintah menerapkan kebijakan lockdown, dimana semua pusat belanja ditutup karena pandemic Covid-19. Barang yang sudah masuk ke toko-toko tak dapat ditarik karena pasar terlanjur ditutup. Dalam kejadian tersebut kerugian ratusan juta rupiah pun dialami. di awal melakukan penetrasi pasar pun tak terelakkan.
Menurutnya saat ini ada dua jenis pebisnis kosmetik yaitu jenis trader dan satu lagi yang memang menguasai produk kosmetik. Jenis yang pertama ini banyak sekali pemainnya namun memiliki karakteristik tidak bertahan lama, satu per satu akan rontok. “Kalau saya maunya bisnis ini jangka panjang, mementingkan kualitas dan hasil. Prioritas saya adalah membuat produk yang bagus,”ujar pria 53 tahun ini.
Diakui Cossel, ia tak mampu menyaingi cara anak-anak milenial yang terjun ke bisnis kosmetik dalam melakukan penetrasi pasar. Caranya sudah canggih! Secara teknologi diakuinya ia tak mampu menandingi mereka. Ia justru memilih cara konvensional. Ia lebih paham cara-cara lama seperti penjualan offline, bergerilya ke pasar-pasar tradisional dan pusat belanja di kelas menengah.
Tak heran bila sekitar 80% distribusi penjualannya melalui jalur konvensional masuk ke toko-toko kosmetik. Dimana saat ini baru mengcover wilayah Jabodetabek, Bandung dan Kalimantan. Kendati demikian sebenarnya ia memiliki jaringan distribusi kosmetik yang tersebar di seluruh Indonesia, namun Cossel tak mau terburu-buru dalam melakukan penetrasi pasar. “Saya belum bisa handle semua dan saat ini saya akan kerja sama dengan distributor yang benar-benar sudah dekat saja,”tutur nya seraya menambahkan di awal ia akan kerja sama konsinyasi, namun ketika 3 bulan produk laris terjual, maka saat itu diterapkan sistem beli putus dan diakui di kuartal pertama tahun 2020 itu juga sudah sempat terjadi repeat buying sampai akhirnya terjadi pandemic.
Dengan harga jual Rp160 ribu/botol, komposisi terbesar strategi pemasaran dan distribusinya lebih ke offline. Lebih tepatnya ia ingin menerapkan strategi promosi ketok tular (word of mouth-red). Ia memberikan banyak sampel untuk konsumen melakukan testimony. Setelah merasa cocok baru konsumen berani membeli.
Di tahun 2022 lalu diakuinya penjualan baru mencapai sekitar 10 ribu botol. Dan ia berharap tahun ini Beau’ra Natural Brighting Glowing Serum dapat mencetak omzet penjualan hingga 20 ribu botol.
Review blogger Damar Aisyah menyebutkan, siapa sangka tanaman kaktus yang penuh duri ternyata memiliki kandungan yang dapat merawat kulit wajah. Setelah dua minggu menggunakan serum pencerah wajah yang memiliki klaim produk mencerahkan, mengencangkan dan melembabkan kulit wajah. “Serum wajah ini sangat unik karena mengandung ekstrak gandum dan kaktus opuntia di dalamnya. Beau’ra meluncurkan produk dengan key Ingredients Oryza Sativa dan Opuntia Cactus, saya langsung penasaran, dong!,”papar wanita 30’an tahun ini.
Cossel menjelaskan, ia sengaja mengambil varietas kaktus opuntia impor dari Italia. Dimana ekstrak kaktus berbentuk pipi ini sangat bermanfaat sebagai anti inflamasi.
Dari website nya Damar Aisyah menjelaskan, serum pencerah wajah Beau’ra adalah serum wajah yang diracik khusus dan disesuaikan dengan karakter kulit wajah di iklim tropis. Beau’ra Natural Glowing Serum diklaim aman dan cocok dengan semua jenis kulit. Selain itu telah mengantongi izin BPOM dan tersertifikasi halal.
“Jujurly, saat pertama menggunakan serum ini saya merasakan sensasi cekit-cekit dan sedikit gatal pada bagian tulang pipi. Namun, saya terus memakainya hanya pada malam hari. Selama 5 hari pertama saya mengoleskan serum ini tipis-tipis dan tidak melakukan layering dengan produk lain. Alhamdulillah, pada hari ke tiga sudah tidak ada sensasi gatal atau cekit-cekit. Saya juga mulai melakukan layering dengan moisturizer dan sunscreen pada siang hari. Sejauh ini tidak ada masalah yang berarti, dan serum kaktus opuntia ini terlihat bagus untuk base makeup,”ungkap blogger ini.
Lain lagi review dari pemilik website rosasusan.com, menurutnya Beau’ra Natural Brightening Glow Face Serum ini merupakan paket lengkap dalam 1 botol terutama bermanfaat mengatasi penuaan dini. Karena klaim produsennya dapat melembabkan, mengencangkan, mencerahkan dan mengurangi garis-garis halus tanda penuaan dini.
Beau’ra dengan positioning sebagai Natural Glowing Serum ini secara bisnis kini membuka kesempatan bagi siapapun yang ingin mencoba peruntungan sebagai reseller. Syarat menjadi reseller sangat mudah; beli 3 produk Beau’ra kemudian dapatkan diskon 15% . Keuntungan menjadi reseller berupa margin 15% dari penjualan produk. [] Siti Ruslina/Ilustrasi : matchadreamy.com
