Kemendag Dorong Animasi, Komik, dan Gim Masuki Pasar Global

Tangerang, 19 Oktober 2023, pelakubisnis.com – Trade Expo Indonesia (TEI) ke-38 menghadirkan Seminar “Pemanfaatan Sektor Animasi, Komik,  dan Gim  (ACG)  pada  Industri  Nasional dalam  Upaya  Peningkatan  Ekspor Nonmigas”. Seminar berlangsung pada , Kamis (19/10), di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Bumi Serpong  Damai  (BSD),  Kabupaten  Tangerang,  Banten. ACG merupakan  salah  satu subsector ekonomi kreatif yang menjadi alternatif sumber devisa negara.

Seminar  kali  ini  menghadirkan  Vice  President  Licensing  &  Merchandising Bumi langit Entertainment, Agung Rachmawan yang menjelaskan kerja sama lisensi dan pengadaan produk yang dilakukan Bumi langit dengan  berbagai  pihak.

Sementara Sekretaris  Jenderal  Asosiasi  Industri  Animasi  Indonesia  (AINAKI)  Eka Chandra   memaparkan  potensi  subsektor  animasi  menembus  pasar  global.  Bertindak  sebagai moderator yaitu Sekretaris Jenderal Asosiasi Komik Indonesia (AKSI) Rizqi R. Mosmarth.

Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Miftah Farid menyampaikan, subsektor ACG ini memiliki   potensi   yang   cukup   besar   dalam   menggerakkan   ekonomi   nasional   khususnya   dalam mendorong peningkatan ekspor jasa.

“Ketiga  subsektor  industri  kreatif  tersebut  dapat  berjalan  secara  bersama-sama sehingga  dapat memberikan  kontribusi  dalam  suatu  ekosistem  yang  saling  terkait  dimana  hilir  yang  akan  kita  capai adalah  terciptanya  produkkekayaan  intelektual (intellectual  property/IP)lokal  yang  bisamendunia,” jelas Miftah.

Menurut Miftah,kolaborasi antara pemilik IP di sektor ACG dengan industri lain seperti industri fesyen, makanan, dan minuman dapat memberikan nilai tambah hingga tigakali lipat sehingga dapat memberikan keuntungan lebih besar.

“Kekayaan intelektual merupakan asset dalam pengembangan sektor ACG untuk bisa ekspor dan akan menghasilkan   pendapatan   yang   berkelanjutan.   Hal   ini   dikarenakan kekayaan   intelektual akan memberikan efek berganda kepada sektor lainnya,”urai Miftah.

Berdasarkan  hasil  survei  yang  dilakukan Asosiasi  Industri  Animasi  Indonesia  (AINAKI), pada  kuartal ketiga 2020, industri animasi Indonesia telah membukukan pendapatan kotor sebesar Rp510,55 miliar. Pada  tahun  yang  sama,  sebanyak  120  studio  animasi Indonesia mencatatkan ekspor  yang mencapai sekitar USD 70 juta ke lima negara tujuan utama yaitu Malaysia, Amerika Serikat, Singapura, Kanada, dan  Korea  Selatan.  Pada  periode 2015–2019  sektor  animasi  Indonesia bahkan tumbuh  sebesar  153 persen dengan rata-rata pertumbuhan 26 persen per tahun.

Untuk  subsektor  gim,  berdasarkan  data  dari  riset  New  Zoo  pada  2022,  nilai  ekonomi  gim  global mencapai  USD  196,8 miliar  dengan  pertumbuhan  sebesar  2,1persenyear  on  year (YoY)  dan diperkirakan meningkat menjadi USD 2,5 miliar pada 2025. []sp