Upaya Kembangkan Gim Lokal, Merebut Cuan Dari Dalam Negeri
Potensi pasar game online yang besar di Indonesia, masih dinikmati produsen gim luar negeri. Tak pelak. Pemerintah pun turun tangan untuk merebut pasar gim di Indonesia yang didominasi gim asing. Bagaimana solusinya?
Beberapa tahun terakhir ini game online tren di Indonesia, baik di kalangan kaum gen Z maupun millennial. Diakui menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di berbagai event olahraga berkelas internasional. Bahkan, kini industri gim menjadi sumber penghasilan menggiurkan.
Pemerintah mendorong sinergi agar bisa mengembangkan industri gim. Caranya dengan melakukan percepatan pada pengembangan industri itu. Pemerintah melihat potensi industri gim nasional. Indonesia masuk 16 besar dunia dan Data Newszoo tahun 2020 menyebutkan pertumbuhannya mencapai US$1,47 miliar atau Rp 25 triliun.

Diperkirakan pertumbuhan industri gim akan positif pada 2025 mendatang yang mencapai US$2,5 miliar atau Rp 36 triliun. Namun industri gim nasional menghadapi masalah dengan dominasi gim asing. Gim asing masih mendominasi. Gim lokal hanya meraup berkontribusi sekitar 0,49%. Artinya lebih dari 99% gim asing ada di Indonesia.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuknya Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan sebagai ketua pengarah tim Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Jabatan baru itu ditetapkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) nomor 19 tahun 2024) tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Aturan tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan potensi ekonomi industri dalam negeri.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) pun terus mendorong pengembangan industri gim tanah air berkolaborasi dengan developer game untuk memperkuat ekosistem industri gim di Indonesia.
“Kita melihat bahwa sekitar Rp25 triliun market game di Indonesia, tetapi lebih dari 99 persen adalah game asing. Kita terus melakukan agar bagaimana gim-gim Indonesia bisa dimainkan oleh pemain gim lokal kita, juga semakin mendunia. Ekosistem ini sedang dibangun, jadi bukan hanya dari pemainnya saja tetapi infrastrukturnya agar game ini bisa menjadi e-sport tourism,” kata Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo.
Kemenparekraf/Kabaparekraf mengapresiasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2024 tentang Percepatan Pengembangan Industri Gim Nasional. Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama Kemenparekraf/Baparekraf, Nia Niscaya dalam “Weekly Brief with Sandi Uno” di Jakarta, pada 19/2 menyampaikan perpres ini disahkan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Februari 2024 sebagai upaya mendorong dan memperkuat pengembangan ekosistem industri gim nasional yang sedang berkembang pesat. Merespons, potensi industri gim di Tanah Air yang sangat besar, namun sayangnya mayoritas gim yang beredar di pasaran masih merupakan gim buatan luar negeri.
Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dalam “The Weekly Brief With Sandi Uno”, pada 29/1 mengatakan, dalam kegiatan tersebut para pegiat game berkumpul bersama untuk belajar, bereksperimen, berkreasi dan berkolaborasi membuat game dalam waktu 48 jam.
“Game yang dibuat pun mengambil tema khusus yakni ‘Make Me Laugh’. Kami sangat berbahagia dapat diajak rembuk dan mendukung Global Game Jam ini,” kata Sandiaga seraya menambahkan kegiatan ini memiliki misi untuk memancing para peserta berinovasi, bereksperimen, dan berkolaborasi dalam industri gim.
Keterlibatan Indonesia tentu menjadi sebuah kebanggaan dan bukti bahwa para talenta Indonesia siap untuk terlibat dengan industri game secara global. Global Game Jam berlangsung di 10 kota yakni Medan, Batam, Palembang, Bogor, Tangerang, Bandung, Jogja, Solo, Surabaya dan Malang. “Total ada 633 peserta dan menghasilkan 126 karya game digital dan 8 board game,” ujar Sandiaga.
“Tujuan dari perpres ini adalah untuk mengoptimalkan ekosistem usaha gim, karena ini perlu regulasi yang jelas. Apalagi potensi ekonomi kreatif Indonesia, khususnya gim itu cukup kuat,” kata Nia seraya menambahkan, perpres ini diharapkan terjadi akselerasi bagi pengembangan industri gim nasional sehingga mampu menguasai pasar domestik dan meningkatkan jumlah pelaku industri gim lokal untuk merambah pasar global.

Direktur Regulasi Kemenparekraf/Baparekraf Robinson Sinaga menambahkan, ada delapan poin utama yang dibahas dalam perpres ini. Poin-poin tersebut mencakup pengembangan riset, pengembangan pendidikan, fasilitas pendanaan dan pembiayaan, penyediaan infrastruktur, pengembangan sistem pemasaran, pemberian insentif, fasilitasi kekayaan intelektual, dan perlindungan hasil kreativitas.”Jadi delapan muatan ini diharapkan dapat mendorong industri gim di Indonesia agar semakin pesat bertumbuh ke depannya,” kata Robinson.
Sementara itu, Angela mendorong pengembangn sumber Daya Manusia (SDM) gim lokal. Hal itu disampaikannya saat mengukungi Studio MojikenStudios di Surabay, pada 12/2. Ia mengatakan, penguatan SDM adalah kunci dari pengembangan industri gim lokal.
“Saat saya mengunjungi studio gim di Korea, saya melihat mereka mengembangkan sektor gim ini melalui pendidikan. Bigitu juga saya cari tahun ternyata yang mereka ajarkan bukan dari segi teknisnya saja, tapi bisnisnya, jadi melalui ini bisa menjadikan nilai ekonomi yang besar,” kata Angela.
Wamenparekraf juga berdiskusi untuk menampug aspirasi dari Mojiken Studios, komuninitas Gamedev Arek Suroboyo (GADAS), dan Asosisi Game Indonesia (AGI). Menurutnya dari segi teknis pembuatan gim lokal sampai saat ini sudah semakin baik, namun masih perlu diperkuat dari sisi pengelolaan bisnisnya.[] Yuniman Taqwa/foto utama: doc. Kemenparekraf
