Indonesia dan Sri Lanka Luncurkan Perundingan Preferential Trade Agreement

Jakarta, 15 Maret 2024, pelakubisnis.com – Indonesiadan Sri Lanka meluncurkan perundingan Indonesia–Sri Lanka  Preferential Trade Agreement (ISLPTA) kemarini, Kamis (14/3). Penandatanganan dilaksanakan secara simultan melalui aplikasi konferensi video oleh Wakil Menteri Perdagangan RI Jerry Sambuaga di Jakarta dan Menteri Negara Urusan Luar Neger I Sri Lanka Tharaka Balasuriya di Colombo, Sri Lanka.

“Saya dan Menteri Balasuriya meyakini peluncuran perundingan Indonesia –Sri Lanka PTA akan memperkuat hubungan dagang bilateral dan menjadi pondasi peningkatan hubungan ekonomi kedua belah pihak untuk bersama sama mencapai kesejahteraan, ”ungkap Wamendag Jerry.

Perundingan perjanjian dagang bilateral antara Indonesia-Sri Lanka merupakan arahan pemimpin kedua negara yang diinisiasi sejak 2017. Dalam pertemuan bilateral Presiden Indonesia dan Sri Lanka di Beijing pada 17 Oktober 2023, kedua kepala negara sepakat segera merundingkan Indonesia-Sri Lanka PTA.

“PerundinganISL-PTA akan membahas peningkatan akses pasar dalam bidang perdagangan barang untu kproduk-produk unggulan Indonesia dan Sri Lanka. Saya dan Menteri Balasuriya berharap ISL–PTA dapat meningkatkan perdagangan bilateral serta menjadi tonggak awal untuk mengembangkan cakupan kerjasama perdagangan yang lebih luas, ”kata Wamendag Jerry.

Sri Lanka merupakan salah satu mitra dagang potensial Indonesia di kawasan Asia Selatan dan telah memiliki perjanjian dagang bilateral dengan Singapura serta baru saja menandatangani perjanjian dagang dengan Thailand. ISL-PTA diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk ekspor Indonesia di pasar Sri Lanka.

Dalam peluncuran perundingan ISL-PTA ,Wamendag Jerry turut didampingi oleh Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono dan Direktur Perundingan Bilateral Johni Martha. Acara juga turut dihadiri secara daring oleh Duta Besar RI untuk Sri Lanka di Colombo dan Duta Besar Sri Lanka untuk Indonesia di Jakarta.

“Kedua pihak menargetkan pertemuan pertama perundingan ISL-PTA dapat dilaksanakan pada semester 2024. Tim Perunding Indonesia dan Sri Lanka akan mengupayakan perundingan dapat diselesaikan segera agar dapat dimanfaatkan. Melalui ISL-PTA, Indonesia berpotensi meningkatkan ekspor ke Sri Lanka untu kproduk-produk unggulan seperti produk sawit, kertas, dana samlemak (fattyacid), ”jelas Dirjen Djatmiko.

Perdagangan Indonesia –Sri Lanka

Perdagangan bilateral Indonesia-Sri Lanka tumbuh positif 1,17persen dalam lima tahun terakhir.Total perdagangan kedua negara pada 2023 tercatat USD369,7juta atau meningkat 17,61 persen dari tahun sebelumnya senilai USD 314,4juta.

Pada 2023, ekspor Indonesia ke Sri Lanka tercatat USD 326,6 juta atau naik 23,87 persen dibanding 2022 senilai USD 263,7 juta. Sementara itu, impor Indonesia dari Sri Lanka pada 2023 tercatat USD 43,1 juta atau turun 14,95 persen dibanding 2022 senilai USD50,7 juta. Indonesia mencatatkan surplus perdagangan dengan Sri Lanka dalam lima tahun terakhir (2019–2023) dengan nilai surplus pada tahun 2023 sebesar USD 283,5juta.

Komoditas ekspor utama Indonesia ke Sri Lanka antara lain minyak kelapa (kopra), minyak petroleum, kertas dan karton, tembakau, dan batubara. Sementara itu, komoditas impor utama Indonesia dari Sri Lanka antara lain kain rajutan, mesin pengolah tembakau,wadah pengemas dari kertas dan karton, serta label dan lencana untuk tekstil.[]sp