Pasar Tanah Abang Jelang Lebaran, Magnet Masyarakat Berburu Pakaian
Idulfitri adalah momen yang dinanti-nanti setelah sebulan lamanya berpuasa. Di hari kemenangan, biasanya umat Islam saling bersilaturahmi dengan keluarga dan kerabat. Selain momen kebersamaan, serba-serbi Lebaran seperti baju yang dikenakan saat silaturahmi juga kerap jadi perhatian. Dan banyak orang yang menyiapkan baju terbaiknya di hari raya.
Hal itu sudah menjadi tradisi masyarakat muslim untuk berburu pakaian muslim menjelang hari raya Idulfitril. Salah satu pasar grosir terbesar se-Asia Tenggara yang banyak kunjung masyarakat adalah Pasar Tanah Abang. Pasar ini tidak hanya dikunjungi masyarakat Jakarta dan sekitarnya, tapi juga banyak dari daerah-daerah di Indonesia pun berburu pakaian dan produk-produk lainnya di pasar ini.
Mulai dari pakaian muslim berbagai gaya, perlengkapan shalat, amplop THR, hingga kurma dan kue kering pun ada. Harga yang ditawarkan pun terjangkau kantong masyarakat dari berbagai kelas. Tak heran bila Tanah Abang selalu menjadi perhatian jelang lebaran. Pasar ini menjadi barometer geliat perdagangan di Asia Tenggara karena merupakan yang terbesar di kawasan.

Tak pelak lagi omzet pedagang di Pasar Tanah Abang meningkat hingga mencapai 80-an persen pada bulan Ramadhan dibandingkan bulan biasa. Fenomena disebabkan meningkatkan konsumsi masyarakat untuk membeli tekstil dan produk tekstil terutama memasuki periode menjelang lebaran.
Tapi pada tahun ini, dirasakan Rian salah seorang pedagang di Tanah Abang, kondisinya masih kalah lebih ramai dibandingkan bulan ramadhan tahun 2023 sebelumnya. Ramainya kondisi pasar Tanah Abang dirasakan sudah terjadi seminggu belakangan ini atau minggu kedua Ramadhan . Puncak keramaian di Pasar Tanah Abang diperkirakan seminggu menjelang lebaran.
Berdasarkan pantau, dua minggu menjalang lebaran Pasar Tanah Abang mulai ramai dikunjungi pembeli. Pada saat itu, Tunjungan Hari Raya (THR) sudah mulai cair, sehingga banyak masyarakat berburu pakaian untuk persiapan Lebaran. Salah satu koleksi baju kurung Melayu dicari pembeli untuk Lebaran 2024. Baju kurung tersebut terdiri dari satu set setelan atasan dan bawahan. Ciri khas atasan baju kurung biasanya longgar. Pada saat dikenakan, bagian paling bawah baju kurung sejajar dengan pangkal paha, tetapi ada pula yang memanjang hingga sejajar dengan lutut.
Baju kurung tidak ada detail kancing dan tak berkerah. Namun baju kurung modern kini ada yang memiliki tiga baris kancing. Aksen pada baju kurung juga ada yang dihiasi sulaman berwarna keemasan. Pilihan warna ada abu-abu tua, abu-abu mudah, hitam, gold, merah marum dan sebagainya. Warna-warna yang ditampilkan serasi. Harga jual pakaian tersebut bervariasi dari Rp 230.000 sampai 280.000
Salah seorang pedagang mengungkapkan saat penjualan hari biasa hanya 30-40 potong dalam sehari. Namun saat Ramadan atau menjelang Lebaran penjualan mengalami peningkatan bisa mencapai 70-an potong.
Ada juga yang menyediakan baju kurung dengan beragam pilihan warna dan detail beads pada baju kurung. Ada yang menjual baju kurung dengan songket hingga menyediakan setelan, di mana bawahannya senada dengan atasan.
Sementara warnah putih menjadi warna tak pernah lekang dimakan waktu. Warnanya yang netral membuat pakaian dengan warna ini mudah dikombinasikan dengan warna lain. Tak ayal, warna ini tetap menjadi bagian trend di Lebaran 2024.
Di samping itu, warna baby blue sangat mudah untuk dipadukan dengan warna lain. Warnanya juga bisa memberikan berbagai kesan bergantung warna campurannya. Tak ayal warna ini akan sangat trend di Hari Raya Idul Fitri 2024.
Trend warna baju lebaran 2024 selanjutnya adalah ungu. Warna ungu diprediksi akan menjadi salah satu warna tren tahun ini, karena memiliki daya tarik kuat dan simbolisme yang mendalam. Ungu sering dikaitkan dengan keanggunan, kemewahan, dan eksklusivitas, menjadikannya pilihan yang tepat untuk penampilan istimewa pada momen penting, seperti Lebaran.
Selain itu, warna ungu juga memiliki berbagai nuansa, mulai dari ungu tua yang dalam hingga ungu muda yang lembut, cocok digunakan banyak orang dengan berbagai warna kulit, serta dapat dipadukan dengan berbagai jenis outfit.
Dan Pasar Tanah Abang mengalami peningkatan pengunjung di bulan Ramadan 2024. Berbagai pedagang yang berjualan ini merasakan kenaikan pada omzet penjualannya. Akan tetapi, tidak semua pedagang merasakan percikan keuntungan tersebut.
Beberapa pedagang di pasar terbesar se-ASEAN ini justru mengalami kelesuan dalam omzet yang diterima di bulan Ramadhan tahun ini. Seorang pedagang buah segar yang berdagang di Blok F Pasar Tanah Abang mengatakan bahwa omzet yang diterimanya justru saat ini sedang menurun.
Itulah Pasar Tanah Abang. Di sini menjual produk, dari mulai tekstil produk tekstil, oleh-oleh Haji atau Umbro dan produk-produk lainnya. Tapi, pasar ini lebih dikenal dengan tekstil dan produk tekstil.[] Yuniman Taqwa/foto: ist
