Kabupaten Karawang: Dari Kawasan Agraris Sampai Wisata Industri

Dulunya Kabupaten Karawang dikenal sebagai “lumbung padi” karena  memiliki area persawahan yang luas dan penghasil produksi padi yang melimpah. Sejak beberapa dekade terakhir ini, berubah menjadi kawasan industri. Bahkan akan jadi kawasan wisata industri.

Pada zaman orde baru sekitar tahun 1970 sampai 1980, pemerintah melakukan investasi besar-besaran di sektor pertanian.  Karawang ditunjuk sebagai salah satu wilayah untuk menerapkan Program Revolusi Hijau. Program ini dibuat dan dikembangkan untuk memodernisasi pertanian dan meningkatkan produksi pertanian Indonesia. Dengan hadirnya Program Revolusi Hijau, petani mengenal cara penggunaan peralatan pertanian modern, pestisida, pupuk buatan, bibit unggul serta sistem budidaya pertanian yang baru.

Dulunya Karawang dikenal sebagai lumbung beras nasional/foto: ist

Puncaknya tahun 1984, produksi pertanian di Karawang mencapai 25,8 juta ton. Beras yang diproduksi dari Karawang tidak hanya  untuk kebutuhan dalam negeri, tapi menjadi komoditi ekspor Indonesia ke berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia bahkan Pakistan.

Akhir akhir tahun 80-an  upaya terjadi  pembebasan tanah kawasan agraris untuk dijadikan kawasan industri. Presiden Soeharto mengeluarkan keputusan presiden (Keppres) No. 53 tahun 1989 tentang Pengembangan Kawasan Industri di Kabupaten Karawang. Saat itu sejarah Kabupaten Karawang sebagai kota industri dimulai.

Kabupaten Karawang  berada di Provinsi Jawa Barat yang memiliki luas wilayah 1.911,00 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 2.554384 jiwa pada tahun 2024. Saat ini, Kabupaten karawang dikenal sebagai kota industri. Lebih dari 2000-an   pabrik beroperasi di sana.

Karawang International industrial City (KIIC) merupakan kawasan industri pertama yang dibangun di Kabupaten Karawang. KIIC didirikan oleh Sinar Mas dan perusahaan Jepang Itochu pada awal tahun 1990. Dibangunnya KIIC ini, membuat perusahaan lain mendirikan kawasan industri dan pabrik-pabrik di Karawang.

Kawasan industri yang berada di Karawang berjumlah 12, yaitu Karawang International Industrial City (KIIC), Kawasan Industri Surya Cipta, Kawasan Industri Indotaisei, Kawasan Industri Kujang Cikampek, Kawasan Industri Mitra Karawang (KIM), Karawang New Industry City (KNIC), Mandalapratama Permai Industrial Estate, Podomoro Industrial Park, Kawasan Industri Artha Industrial Hill, Kawasan Industri GT Tech Park, Kawasan Industri Pertiwi Lestari, dan Karawang Jabar Industrial Estate.

Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Karawang, Jawa Barat, mencatat realisasi investasi di Karawang hingga triwulan III 2024 mencapai Rp48,6 triliun atau sudah melampaui target 2024 sebesar Rp42,7 triliun

Banyaknya investor menanamkan investasi di Karawang  karena lokasinya strategis, dekat dengan ibu kota. Akses transportasi dari dan menuju Karawang banyak tersedia, mulai dari jalan tol, kereta, bus, commuter line, dan yang terbaru Kereta Cepat Jakarta Bandung. Untuk akses udara dan laut juga mudah karena dekat dengan bandara dan pelabuhan.

Sementara Bupati Karawang Aep Syaepuloh Bupati Karawang Aep Syaepuloh menjelaskan, pihaknya sudah merancang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) yang di dalamnya memproyeksikan empat kecamatan lokasi investasi favorit, sebagaimana  dikutip dari detik.com, pada 25/1/2024.

“Dari 4 kecamatan ini, investor dapat bergerak di bidang pemukiman, industri dan pengembangan teknologi di sektor pertanian, dan pengembangan perkebunan,” kata dia seraya menambahkan keempat kecamatan itu juga sudah dipastikan berpotensi besar meraup cuan dari investor, berdasarkan skema pemetaan dari Kementerian ATR/BPN RI. Keempat kecamatan tersebut, yakni Kecamatan Telukjambe Timur, Klari, Ciampel dan Kecamatan Purwasari, yang dikhususkan untuk beberapa kegiatan investasi.

Minggu pertama Juli laluPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik Korea Selatan di Indonesia yang digelar di PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Karawang Barat, Provinsi Jawa Bara. Dengan diresmikannya pabrik baterai dan kendaraan listrik ini akan menjadi babak baru dan tonggak komitmen Indonesia  menjadi pemain global di ekosistem EV sel baterai dan kendaraan listrik.

Presiden RI Joko Widodo meresmikan Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik Korea Selatan di Indonesia yang digelar di PT Hyundai LG Indonesia (HLI) Green Power, Karawang Barat, Juli 2024/foto: ist

Kepala Negara menghargai konsorsium antara Hyundai dan LG dalam membangun grand package ekosistem baterai listrik. Ini menandakan bahwa semakin baiknya hubungan antara Korea Selatan dengan Indonesia.“Dengan investasi sebesar Rp160 triliun yang akan diselesaikan secara bertahap. Semoga ini menandai semakin baiknya hubungan antara Republik Korea dan Indonesia,” katanya.

Dengan diresmikan proyek ekosistem baterai dan kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, dinilai sejalan dengan pertumbuhan wilayah itu sebagai salah satu sentra industri kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah menargetkan kapasitas produksi 600.000 kendaraan bermotor listrik berbasis baterai hingga tahun 2030.

Proyek kolaborasi antara Indonesia-Korea Selatan ini akan menjadi pabrik sel baterai pertama dan terbesar di Asia Tenggara yang akan mendukung ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

“Hari ini kita telah memulai babak baru dalam meletakkan sebuah tonggak komitmen kita untuk menjadi pemain global di ekosistem EV dan cell battery. Kita memiliki sumber daya alam yang melimpah, tetapi berpuluh tahun hanya kita ekspor dalam bentuk raw material dalam bentuk bahan mentah,” kata Presiden saat peresmian Ekosistem Baterai dan Kendaraan Listrik Korea Selatan di Indonesia.

Menteri Perdagangan, Industri, dan Energi Korea Selatan Inkyo Cheong menyampaikan peresmian ekosistem baterai dan kendaraan listrik tersebut merupakan wujud eratnya hubungan antara Indonesia dengan Korea Selatan. Ia mengapresiasi pemerintah Indonesia atas dukungan dan kemudahan investasi yang diberikan.

“Perusahaan Korea Selatan telah berinvestasi besar untuk membangun pabrik baterai, dan pemerintah Indonesia telah mendukung proyek ini melalui insentif pajak dan prosedur bea cukai yang disederhanakan. Acara hari ini dapat terlaksana berkat kerja sama yang erat antara kedua negara,” ungkap Cheong.

Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto menilai,kawasan industri di Karawang telah berkembang menjadi salah satu sentra untuk industri mobil listrik. Konsultan property itu mencatat, pengembangan ekosistem baterai antara lain diawali masuknya LG Energy Solution dan Hyundai Motor Group dalam memproduksi baterai kendaraan listrik.

Sementara Pebisnis kawasan industri optimis bisnis pengembangan dan pengelolaan kawasan industri masih positif di tahun 2024. Hal ini terlihat dari gencarnya pertumbuhan industri manufaktur dalam negeri yang ekspansif serta kepercayaan tinggi dari investor luar negeri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI), Sanny Iskandar mengatakan, permintaan lahan industri tahun ini akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, sebagaimana dikutip dari kontan.co.id, pada 25/3/2024

Menurutnya, permintaan lahan didukung oleh pertumbuhan industri manufaktur, seperti otomotif dan FMCG (Fast Moving Consumer Goods). Selain itu, permintaan lahan juga berasal dari industri data center yang meningkat seiring maraknya transformasi digital.

Bahkan, Jawa Barat siapkan kawasan Bekasi dan Karawang sebagai destinasi pariwisata industri, memanfaatkan wilayah itu sebagai wilayah atau kawasan industri utama di Jawa Barat.  Hal itu tertuang dalam perencanaan RTRW yang masuk Perda Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Rencana Tata Ruang Jawa Barat 2022-2042, seperti dikutip dari laman bappeda.jabarprov.go.id.

Mengutip dari laman mize.tech, pariwisata industri adalahsejenis pariwisata yang melibatkan kunjungan ke lokasi industri, seperti pabrik, tempat produksi, dan fasilitas industri lainnya.  Definisi tersebut dapat membuat kita berpikir bahwa ini adalah bidang yang sangat sempit. Namun wisata industri merupakan salah satu jenis wisata yang paling beragam. Ini melibatkan berbagai aktivitas dan pengalaman.

Tujuan dari wisata industri adalah untuk memberikan edukasi dan memberikan pengalaman bagi pengunjung untuk belajar tentang proses produksi, dampak industri terhadap lingkungan dan masyarakat, serta perannya dalam perekonomian.  Pariwisata industri dapat mencakup tur pabrik, melihat proses produksi, bisa juga tur pertanian, tur ke daerah pertambangan, dan banyak lagi macamnya.

Wisata industri tidak hanya diperuntukkan bagi kunjungan ke lokasi-lokasi yang industri manufakturnya dominan. Wisatawan juga bisa mengunjungi tempat-tempat yang menjual barang-barang buatan tangan, makanan dan minuman, serta barang-barang mewah bermerek dan menemukan produk-produk yang merupakan simbol wilayah geografis tertentu.[] Yuniman Taqwa