Astra Melalui YDBA Kembali Memboyong UMKM Binaan dan Produk Unggulan DSA di Inacraft 2025
Yayasan Astra melalui YDBA menghadirkan 6 UMKM binaan dan 3 produk unggulan DSA di Pameran Inacraft 2025. Dalam ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara ini, YDBA membukukan transaksi Rp648 juta selama pameran yang berlangsung pada 5 – 9 Februari 2025.
Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) menghadirkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) binaannya serta produk unggulan dari Desa Sejahtera Astra (DSA) di Pameran International Handicraft Trade Fair (Inacraft 2025) yang merupakan pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara.
Di hari kedua (6/2) pameran Inacraft ini, YDBA menyelenggarakan Media Visit bersama jajaran tim YDBA. Hadir dalam acara tersebut, Ketua Pengurus YDBA, Rahmat Samulo, Sekretaris Pengurus YDBA, Ema Poedjiwati Prasetio, dan Penasehat YDBA, Toni Sumartono.
Rahmat Samulo dan jajarannya mengajak para media menyambangi dan berbincang-bincang santai dengan para UMKM Astra (YDBA) dan petani/pengrajin DSA.
Sebanyak 6 UMKM binaan Astra melalui YDBA dan 3 produk unggulan Desa Sejahtera Astra (DSA) hadir dalam pameran yang diselenggarakan oleh Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) di Jakarta Convention Center (JCC) ini.
Cukup menarik perhatian kehadiran sekelompok UMKM difabel dari Kota Bogor yang membawa produk kerajinan seperti tas anyaman decoupage, ecoprint dan rajut, kristik, flanel dan sebagainya dengan merek Khanaya Zhafira. Ada sekitar 20 karyawan difabel dikaryakan dalam komunitas pengrajin yang berangkat dari yayasan difabel ini. Mereka terlibat proses produksi, quality control, pemasaran, penjualan hingga pengantaran produk.
Ada UMKM Loka Bina Karya (LBK) Malaka yang merupakan wadah pemberdayaan difabel untuk menciptakan produk bernilai tambah dan kompetitif, seperti tas, celengan decoupage, tas rajut, keset dan lainnya.

Lalu ada Sigawawak Farm yang dikelola Kasman dan Lili Suryana. UMKM binaan YDBA ini adalah UMKM produk olahan serai wangi yang diproduksi petani Lebak, Banten dari lahan tidur. Meski terbilang baru tapi sudah mampu menembus pasar industri di tanah air dan mulai melakukan pengembangan usaha ke produk hilir seperti karbol dan produk herbal minyak atsiri serai.
Dijelaskan Dani Kurnia, Koordinator Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) YDBA Lebak Banten, di tahun 2025 ini sudah ada 16 UMKM binaan Yayasan Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), yang tergabung dalam Komunitas Sigawawak Farm dengan brand Sajra dengan produk utama Minyak Atsiri Serai Wangi Murni dan produk turunan lainnya. “Sejak November 2022, YDBA melihat ada potensi UMKM di sana untuk dikembangkan. Setelah melihat ada komitmen dari para petani tersebut, baru YDBA menjalankan kick off,” kata Dani kepada pelakubisnis.com.
Ia menambahkan, dari 16 UMKM yang dibina, baru mengelola lahan seluas 8 hektar yang berada di 2 lokasi yakni Desa Sajira, Kecamatan Sajira dan Desa Jagakarsa, Kecamatan Muncang, Lebak, Banten.
Meski baru berusia 3 tahun sejak 2023, komunitas petani sereh di Lebak Banten ini sudah dibekali ilmu melalui sejumlah pelatihan. Persisnya ada 20 program tentang teknik budidaya, manajemen hingga masalah keuangan dan pemasaran. Assessmentnya ada 3 pilar yakni, produksi, manajemen dan pemasaran.
Para petani yang sebelumnya petani karet ini dibekali ilmu lewat pelatihan dan pendampingan. Dalam hal ini Yayasan Astra memuat grand design selama 3 tahun berupa penandatanganan kerja sama dengan CV DAB Subur selaku offtaker yang mengantarkan hasil produksi petani ke pasar, dalam hal ini masuk ke PT Indesso Aroma yang selama ini geliatnya cukup dikenal sebagai produsen turunan minyak cengkeh, termasuk minyak atsiri.
“Sampai saat ini kita masih jalan pembinaan, secara teknis tidak bisa langsung. Mulai olahan lahan, perawatan, panen dan pasca panen (penyulingan). Rata-rata pengiriman 30 kg, sebulan bisa dua kali,”terang Dani seraya menambahkan, sampai saat ini masih fokus produksi, fokus pengolahan limbah dan produk turunannya.
Seperti diketahui serai wangi saat ini menjadi bahan baku minyak atsiri yang bernilai tinggi. Yang dilihat kualitasnya. Harganya berbeda-beda, tergantung dengan kandungan citronella oil nya. Semakin tinggi kandungan citronella oil, semakin mahal harganya. Hanya saja karena masih dalam kategori produk tersier, untuk pasar ritel sejauh ini paparan pasar baru sebatas mereka yang membutuhkan untuk menjaga kesehatan. “Biasanya usia 45 tahun ke atas yang lebih suka minyak ini,”kata Dani.
Diakui Dani, di Pameran Inacraft 2025 banyak yang mencari minyak atsiri namun sejauh ini menurutnya belum cocok dengan harga yang ditawarkan. Sementara minyak atsiri yang dihasilkan petani Lebak Banten memiliki kualitas yang tinggi karena memiliki kandungan citronella oil yang tinggi. umumnya standar kualitas di pasar adalah minyak atsiri yang kandungan citronella oil 40% sedangkan produk yang dihasilkan petani Lebak bisa mencapai 50%.
Selain itu, pangsa pasar Minyak Atsiri Serai Wangi masih terbatas di usia 45 tahun ke atas yang suka dengan aroma serai. Untuk minyak urut tidak ada tambahan bahan kimia. Di tahun 2025 ini kita coba di pasar usia 45 tahun ke bawah.

Kemudian ada UMKM Batik Namburan, produk batik tulis asal Yogyakarta dengan pewarnaan sintetis dan menggunakan teknik colet untuk meminimalisir limbah. Batik Namburan sudah 5 tahun menjadi UMKM binaan YDBA. Tahun 2022 juara 3 Nasional 5R yang diikuti oleh seluruh UMKM YDBA. Tahun 2023 lolos Assessment UMKM naik kelas, tahun 2024 Juara 2 Kategori Wisata IMA UMKM Award 2024 dan tahun 2025 lolos kurasi UKM peserta Pameran Inacraft 2025.
Tak hanya itu, hadir pula UMKM KaIND, UMKM fashion asal Pasuruan yang menggunakan serat alam lokal dengan rami, nanas, katun dan sutera eri. KaIND menghadirkan display berbagai jenis serat kain tersebut.
UMKM Dewoz Art juga hadir yang memproduksi kerajinan kayu menggunakan material kayu jati belanda, seperti tempat sendok, rak bumbu, meja, kursi hingga produk lain yang bersifat customized.
Sementara untuk produk unggulan DSA pertama, DSA Blitar, merupakan DSA yang memiliki produk unggulan, seperti Kendang Djembe dari kayu mahoni dan berbagai peralatan rumah tangga yang terbuat dari kayu jati maupun mahoni. Produk unggulan tersebut juga sudah masuk dalam pasar luar negeri, seperi Hongkong, China, Canada dan India.
Kedua, DSA Jepara, merupakan DSA yang melibatkan pengrajin ukir lokal yang berhasil menjadikan limbah kayu sebagai material dalam pembuatan alat rumah tangga, seperti dispenser sabun, tumbler, mangkuk maupun aksesoris lain yang terbuat dari kayu.
Ketiga, DSA Sumedang, merupakan DSA yang memberdayakan para ibu rumah tangga untuk memproduksi berbagai produk fashion, mulai dari set batik tulis, jaket kain perca dan produk fashion lainnya yang tren saat ini.
Partisipasi Astra bersama YDBA dalam INACRAFT 2025 ini sejalan dengan visi Astra dalam mendukung penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM. Ke depan, Astra akan terus berkomitmen mendampingi UMKM dalam meningkatkan daya saing mereka di pasar global.[]Siti Ruslina
