Realisasi Investasi Provinsi Banten Triwulan I 2025 Capai Rp 31,6 Triliun

Tahun 2024 Provinsi Banten mencatatkan investasi sebesar Rp105,62 triliun, melebihi target nasional yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar Rp97,79 triliun. Sedangkan  Tahun 2025 Provinsi Banten dibebankan target investasi mencapai Rp 119 Triliun. Bisakah memecahkan rekor investasi tahun lalu?

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten berdasarkan Bank Indonesia (BI) pada triwulan I 2025 mencapai 5,19 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Angka ini dinilai masih cukup tinggi dan boleh jadi  berdampak positif bagi sektor investasi di wilayah itu.

Kepala BI Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa/foto: ist

Kepala BI Banten, Ameriza Ma’ruf Moesa, dalam keterangannya di Serang, pada, 8/5, menyebutkan,  sektor investasi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan diproyeksikan akan terus berkembang pada triwulan II 2025.

“Berdasarkan sumber pengeluarannya, sektor investasi berkontribusi sebesar 0,57 persen. Hal ini tercatat naik jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 0,52 persen,” ujarnya, dikutip dari Antara, pada, 9/5.

Selain investasi, pertumbuhan ekonomi Banten juga ditopang oleh sektor konsumsi yang menyumbang 3,02 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi. Ameriza menegaskan, peningkatan investasi akan berdampak langsung pada penyerapan tenaga kerja di wilayah tersebut.Apabila investasi tinggi, secara otomatis penyerapan tenaga kerja juga tinggi,” ujarnya.

Sementara Gubernur Banten Andra Soni menegaskan dirinya berkomitmen menjaga iklim investasi yang kondusif, memastikan industri berkembang dan mampu memberdayakan tenaga kerja lokal. Provinsi Banten saat ini merupakan daerah tujuan investasi dan masuk dalam lima besar provinsi dengan kategori realisasi investasi tertinggi secara nasional.”Tahun ini kami dibebankan target sebesar Rp119 triliun. Hingga Triwulan satu tahun 2025, sudah terealisasi lebih dari Rp 31,6 triliun,” ungkapnya, sebagaimana dikutip dari sumber bantenprov.go.id.

Hal itu diungkap Andra Soni saat meresmikan operasional Pabrik Karbamasi PT Delta Giri Wacana Tbk (DWG Group) di Jl. Modern Industri XV Blok BC No. 10, Kawasan Industri Modern Cikande Industrial Estate, Desa Babakan, Kecamatan Bandung, Kabupaten Serang, pada 16/7.

Sementara Ameriza, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja DPMPTSP Banten yang berhasil mencatatkan angka realisasi investasi yang sangat menggembirakan. Pada tahun 2024, Banten mencatatkan investasi sebesar Rp105,62 triliun, melebihi target nasional yang ditetapkan Pemerintah Pusat sebesar Rp97,79 triliun dengan pencapaian 107,98 persen. Capaian ini juga mengalami kenaikan 7,71% secara Year on Year (YoY) dibandingkan tahun 2023, sebagaimana dikutip dari radarbanten.co.id, pada 6/2.

Ameriza menyatakan, investasi adalah kunci utama dalam mendorong perekonomian Banten. Menurutnya, investasi memiliki dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan pekerjaan.“Jika kita ingin mengejar target pertumbuhan ekonomi dengan cepat, salah satu mesin penggeraknya adalah investasi. Dampak investasi ini sangat terasa, baik untuk pertumbuhan ekonomi maupun pembukaan kesempatan kerja,” ujarnya.

Ameriza juga berharap Pemprov Banten bisa terus memaksimalkan potensi investasi dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada. Menurutnya, banyak potensi yang masih belum tergali di Banten, yang ia sebut sebagai fenomena Sleeping Giant.

“Kami usulkan agar investasi bisa bangkit, salah satunya dengan cara lebih agresif dalam promosi. Artinya, promosi harus lebih gencar dengan pendekatan yang lebih menarik dan tepat sasaran,” tambahnya.

 “Provinsi Banten menyambut baik hadirnya investasi strategis dalam bidang agro industri ini, semoga ekosistem agro Industri dapat terbentuk dan berkembang secara berkesinambungan di Provinsi Banten. Hulu hingga hilir bisa bersama sama tumbuh sehingga banyak pekerja lokal yang terserap. Kami di daerah  bertugas memastikan investasi berjalan baik, perizinan dipermudah, dan iklim usaha tetap kondusif,” jelas Andra Soni.

Peresmian operasional Pabrik Karbamasi PT Delta Giri Wacana Tbk/foto: doc.Kemenperin

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Industri Kimia Farmasi dan Tekstil Kementerian Perindustrian RI Taufik Bawazier menyampaikan bahwa hadirnya industri hulu kimia seperti DWG Group menjadi tonggak penting dalam memperkuat struktur industri nasional. Ia menekankan bahwa sektor industri kimia memiliki kontribusi besar terhadap PDB nasional dan ekspor negara.

Sektor industri manufaktur berkontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional, yakni sebesar 17,16% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan 25,84% terhadap penerimaan pajak sepanjang tahun 2024. Pada periode yang sama, impor produk formulasi pestisida mencapai 87.350 ton. Besarnya angka tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan akan produk agrokimia dalam negeri, seiring dengan luasnya lahan pertanian Indonesia.

Investasi ini, kata Taufiek, menunjukkan potensi pengembangan industri kimia hulu masih sangat besar dan dapat menjadi pengungkit pertumbuhan industri hilir lainnya. Pabrik karbamasi milik PT DGW memiliki kapasitas awal sebesar 2.000 ton per tahun untuk bahan aktif karbamat jenis methomyl, dan akan dikembangkan hingga mencapai 6.000 ton per tahun, sebagaimana dikutip dari rilis Kemenperin, pada 17/7.

Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, Provinsi Banten komitmen mendukung para investor yang berinvestasi di Provinsi Banten bisa maksimal. Investasi masuk menggerakkan perekonomian dan menumbuhkan perekonomian Provinsi Banten

Hal itu diungkap Andra Soni usai menerima Direktur PT Jaya Dinasti Indonesia (JDI) Mr Yu Dengke dan General Manager Mr Hwang Yezhi di Rumah Dinas Gubernur Banten, Jl Brigjen KH Syam’un No. 5 Kota Serang, pada 19/3.

Dikatakan, PT JDI tertarik berinvestasi di Indonesia berdasarkan pengalaman para pendahulunya. Selain itu, situasi global dampak perang dagang sebagai kebijakan Presiden AS Donald Trump dengan kebijakan 2.0, harus mencari alternatif-alternatif.

“Salah satunya memilih Indonesia. Provinsi Banten dengan potensi yang ada, menjadi tempat yang menarik untuk  berinvestasi. Mereka membutuhkan dukungan ekosistem, perizinan. Bersedia memenuhi semua peraturan,” ungkap Andra Soni, sebagaimana dikutip dari koranpelita.co, pada 20/3.

Andra Soni menegaskan, Provinsi Banten komitmen bagaimana investasi di Provinsi Banten dan Indonesia bisa maksimal. Hal itu bagian upaya dari daerah dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk kreatif dan inovatif menggali potensi daerah.[] Yuniman Taqwa/foto utama: Biro Adpimpro Banten