Indonesia Dorong Perundingan Indonesia-Mercosur CEPA dan Peningkatan Dagang dengan Uruguay

Jakarta,  17  September  2025, pelakubisnis.com – Menteri  Perdagangan  RI  Budi  Santoso  mengatakan,  Indonesia mendukung  berbagai  persiapan  untuk  segera  melaksanakan  perundingan  Perjanjian  Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Indonesia dan negara-negara Mercosur (Indonesia-Mercosur CEPA). Indonesia menilai perdagangan Indonesia dan Uruguay masih bisa lebih ditingkatkan lagi.

Demikian disampaikan  Mendag  Budi  saat  bertemu  Wakil  Menteri  Luar  Negeri  Uruguay  Valeria Csukasi, pada 16/9, di kantor Kementerian Perdagangan RI di Jakarta.

“Indonesia  menekankan  pentingnya  memperkuat  kerja  sama  perdagangan  bilateral  dengan UruguaydanMercosur   sebagai   upaya   bersama   menuju   kesepakatan   dagang   yang   saling menguntungkan,”ujar Mendag Budi.

Mercado  Común  del  Sur  (Pasar  Bersama  Selatan),  atau  Mercosur,  adalah  kelompok  ekonomi  di Amerika  Selatan  yang  terdiri  atas  Argentina,  Bolivia,  Brasil,  Paraguay,  dan  Uruguay.  Perundingan Indonesia-Mercosur CEPA telah diluncurkan pada 17 Desember 2021. Pada Juni 2022, kedua pihak bertemu  untuk  membahas  kerangka  kerja  dan  rencana  negosiasi.  Namun,  perbedaan  prioritas perdagangan luar negeri di internal Mercosur menunjukkan belum adanya kepastian pelaksanaan perundingan putaran pertama hingga saat ini.

Wamenlu  Csukasi  mengapresiasi  dukungan  Indonesia  terhadap  Indonesia-Mercosur CEPA. Wamenlu Csukasi menyampaikan bahwa kerja sama bilateral Uruguay dengan Indonesia  bisa  menjadi  jalan  untuk  meningkatkan  perdagangan jika  perundingan  dengan  Mercosur  belum dapat  dimulai.  Pada  kesempatan  ini, Wamenlu  Uruguay mengundang  Mendag mengunjungi   Uruguay   sebagai   bentuk   dorongan   Indonesia   atas   percepatan   pelaksanaan perundingan dengan Mercosur.

Di  akhir pertemuan,  Mendag  memberikan  cendera  mata  produk  usaha  mikro,  kecil,  dan menengah  (UMKM)  lokal  Indonesia  berupa  tas  wanita  modis  bermotif  anyaman  rotan  dari  Long Story  Short.  Produk  ini  diberikan  sebagai  upaya  Kementerian  Perdagangan  RI  mempromosikan produk-produk lokal Indonesia yang mampu bersaing di pasar global.

Pada  Januari—Juli  2025,  total  perdagangan  Indonesia  dengan  Uruguay  mencapai  USD  65,2  juta. Pada periode tersebut, ekspor Indonesia ke Uruguay sebesar USD 50,9 juta dan impor dari Uruguay USD 14,3 juta. Indonesia mencatatkan surplus terhadap Uruguay sebesarUSD 36,6 juta.

Sementara itu, pada 2024, total perdagangan Indonesia dengan Uruguay mencapai USD 65,9 juta. Ekspor Indonesia ke Uruguay USD 49,8 juta dan impor dari Uruguay USD 16,1 juta. Indonesia surplus USD 33,7 juta.

Ekspor utama Indonesia ke Uruguay meliputi minyak kelapa sawit, sepatu kulit, mesin cetak, sepatu tekstil,  dan  alat-alat  medis.  Sementara  itu,  impor  utama  Indonesia  dari  Uruguay  meliputi  kayu olahan, krustasea, bubur kayu kimia, kapas, dan kulit yang telahdiolah.[]sp