Kemendag Lepas Ekspor Perdana Produk Kerajinan Serat Alam UMKM ke Amerika Serikat

Kebumen, 17 September 2025, pelakubisnis.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Kebumen, Jawa   Tengah   berhasil   mengekspor   perdana   produk   kerajinan   serat   alam   ramah   lingkungan berbahan  pelepah  pisang  dan  eceng  gondok  ke  Amerika  Serikat  (AS).  UMKM  tersebut,  yaitu  PT Agromina Fiber  Java  Indonesia,  mengirim  enam  kontainer  berisi  9.000  produk  senilai  USD  57.200 atau  setara  Rp937  juta. 

Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  (PEN)  Kementerian Perdagangan  Fajarini  Puntodewi  melepas  ekspor  perdana  produk  tersebut  pada, 16/9 secara daring.

“Keberhasilan PT AgrominaFiber membuktikan kemampuan UMKM Indonesia dalam menghasilkan produk  kerajinan  keranjang  unik,  kokoh,  dan  bernilai  estetika  tinggi  yang  berdaya  saing  global. Capaian ini menunjukkan bahwa dari Kebumen, kita bisa menghadirkan karya lokal yang kompetitif, berkelanjutan, dan diminati pasar dunia,”tegas Puntodewi.

Puntodewi menjelaskan, ekspor perdana ini berawal dari partisipasi PT Agromina Fiber pada Trade Expo  Indonesia  (TEI)  2024  yang  kemudian  berlanjut  menjadi transaksi nyata.  Keberhasilan  ekspor perdana ini juga hasil dukungan Yayasan Pertamina sebagai pembina UMKM bagi PT Agromina Fiber serta berbagai pihak lainnya. “Pemerintah akan terus mendampingi langkah UMKM agar menjadi bagian penting rantai pasok global,”tambah Puntodewi.

Hadir  langsung  pada  pelepasan  ekspor  ini,  yaitu  Bupati  Kebumen  Lilis  Nuryani  dan  Direktur Pengembangan Ekspor Produk Manufaktur Deden Muhammad Fajar Shiddiq.

Deden turut mengapresiasi capaian ekspor perdana ini. Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai  pihak. “Ekspor perdana ini bukti kerja bersama pemerintah pusat, daerah, dan pelaku usaha.  Kami  siap  mendampingi  UMKM  lainnya  dalam  menjaga  kualitas  dan  memperluas  pasar, khususnya di AS yang potensial,”imbuhnya.

Sementara  itu,  Lilis  mengungkapkan,  ekspor  perdana  ini  telah  membuka  peluang  kerja  yang  luas bagi masyarakat. “Kami bangga Kebumen dapat menjadi basis produksi ekspor yang mengangkat potensi lokal sekaligus memberikan lapangan kerja bagi masyarakat,”ujarnya.

Sebelum AS, PT Agromina FiberJava Indonesia juga telah berhasil menembus pasar ekspor ke Dubai, Belgia,  Nigeria, dan  Cile.  Selanjutnya,  UMKM  ini menargetkan  perluasan pasar  ke  negara  lain  dan pengembangan   produk   baru   agar   semakin   kompetitif   di   pasar   global.   PT   Agromina Fiber memberdayakan lebih dari 300 perajin lokal di berbagai desa di Kebumen, menciptakan rantai nilai yang berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat dan ekonomi daerah.

Dalam  proses  produksinya,  PT  AgrominaFiber  mengedepankan  prinsip  ramah  lingkungan.  Bahan baku yang digunakan berasal dari limbah organik seperti pelepah pisang dan enceng gondok yang dilengkapi pewarna alami serta sistem pengolahan limbah cair yang terukur. Langkah ini tidak hanya mendukung kelestarian lingkungan, tetapi juga memenuhi standar keberlanjutan yang kini menjadi syarat utama bagi banyak pembeli internasional.

Direktur  PT  Agromina Fiber  Java  Indonesia  Rudi  Hermawan  mengungkapkan,  keunikan  produk kerajinan  Kebumen  terletak  pada  tekstur  dan  warna  alaminya  yang  diminati  pasar  global.  Ia menyebut,  partisipasi  perusahaan  dalam  pameran  internasional  seperti  TEI  menjadi  pintu  masuk penting hingga akhirnya mampu menembus pasar AS.

“Dengan dukungan TEI, ekspor perdana kami ke AS dapat terwujud. Ke depan, kami menargetkan adanya  pesanan  ulang  (repeat  order),  perluasan  pasar  baru,  sekaligus  pegembangan  produk inovatif seperti keranjang dengan desain terbaru dan topi anyaman,”jelas Rudi.

Permintaan   dunia   terhadap   produk   kerajinan   Indonesia   menunjukkan   kinerja   positif.   Jika dibandingkan dengan periode Januari—Juni 2024, ekspor produk kerajinan nasional pada Januari—Juni 2025 tumbuh 7,39 persen dengan capaian sebesar USD 253,72 juta. Tren ini menjadi sinyal kuat bagi para pelaku UMKM agar semakin agresif memperluas pangsa pasar di mancanegara.

Di sisi lain, pasar global untuk produk dekorasi rumah berbahan serat alam juga terus berkembang. Pada 2024, nilai perdagangan dunia untuk produk serat alam di sektor ini tercatat lebih dari USD 6 miliar  dengan  pertumbuhan  rata-rata  hampir  3  persen  per tahun.  Pertumbuhan  ini  bahkan  lebih tinggi di beberapa negara tujuan utama, seperti AS dan Uni Eropa, seiring meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam  sambutannya,  Puntodewi  memaparkan  strategi  Kemendag  dalam  menembus  pasar global, menjaga momentum ekspor, dan memanfaatkan peluang pasar yang terus berkembang. Ia menyebut,  Kemendag  menyiapkan  tiga  strategi  utama,  yaitu  pengamanan  pasar  dalam  negeri, perluasan  pasar  ekspor, serta  peningkatan  kapasitas  melalui  program  UMKM  Berani  Inovasi,  Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor).

“Dengan dukungan promosi dan jejaring global yang terus kami perkuat, kami optimistis produk kerajinan serat alam Indonesia akan semakin diminati pasar dunia,”pungkas Puntodewi.

Sepanjang  Januari–Agustus  2025,  Kemendag  telah  memfasilitasi  462  kegiatan  penjajakan  kerja sama  bisnis (business  matching) dengan 33  negara  mitra.  Rangkaian  kegiatan  tersebut mencakup 312  sesi  presentasi  peluang  bisnis (pitching) dan  150  sesi  temu  bisnis. Total  nilai  transaksi  yang berhasil  dicatatkan  mencapai  USD  90,90  juta.  Dari  jumlah  itu,  USD  32,95  juta  berupa  potensi transaksi dan USD 55,95 juta berupa pesanan pembelian (purchase order).[]sp