Cara DANA Mengedukasi Pasar

Beragam kegiatan promosi seperti cashback dihadirkan sebagai pendorong agar masyarakat mau mencoba user experience yang dihadirkan pada dompet digital DANA. Promosi ini salah satu instrumen mengedukasi masyarakat agar akselerasinya lebih cepat diterima masyarakat.
Hari itu pagi menjelang siang. Di sebuah pusat belanja di Bekasi, pelakubisnis.com mengamati sekumpulan ibu-ibu dengan beberapa orang anak tengah berbelanja di gerai departement store yang ada disitu. Salah seorang ibu sibuk mondar-mandir mencoba sepatu dan mengecek harga ke kasir. Sang ibu tengah mengecek berapa harga sepatu yang akan dia beli setelah diskon dan ternyata diskonnya lumayan besar. Hari itu si ibu merasa mendapat durian runtuh. Karena sudah dapat harga diskon dari dept store, ia juga mendapat informasi kalau berbelanja menggunakan aplikasi DANA, diskonnya bertambah Rp 25 ribu. Keluar dept store, si ibu dan rombongannya makan siang di resto siap saji. Sekali lagi, si ibu bertransaksi menggunakan aplikasi DANA dan dapat potongan harga pula.
Memang, saat ini perusahaan fintech payment tengah melakukan penetrasi pasar dengan cara mengedukasi masyarakat agar terbiasa menggunakan aplikasi fintech payment untuk segala macam transaksi. Dari berbelanja, makan di resto, menonton bioskop sampai bayar tiket ke tempat rekreasi. Sekarang ini bukan zamannya lagi pegang uang tunai. Selain biaya pembuatan dan distribusinya yang mahal, uang tunai juga tidak aman, mudah rusak, memiliki nominal yang besar, dan tidak produktif. Itu sebabnya masyarakat mulai melirik pembayaran digital sebagai solusi alternatif dalam bertransaksi, karena ada berbagai kelebihan yang ditawarkan oleh dompet digital dan uang elektronik.
Menurut Chief Communication Officer DANA, Chrisma Albandjar, Dompet digital DANA dihadirkan sebagai salah satu solusi transformasi budaya transaksi masyarakat dari yang serba tunai dan konvensional menjadi elektronik atau digital. “Kehadiran DANA di Indonesia selain mendukung peningkatan inklusi keuangan, juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas masyarakat melalui transaksi non tunai yang mereka lakukan dengan dompet digital DANA,” Chrisma kepada pelakubisnis.com.
Chrisma menambahkan, banyak hal bisa dilakukan secara digital, termasuk membayar berbagai tagihan, berbelanja online maupun offline, serta mengirim uang. Masyarakat tak perlu repot lagi mencari mesin ATM jika kehabisan uang di dompet. Mereka juga tak perlu khawatir uang di dompet atau di kantongnya tercecer, jatuh, dan hilang.
Kehadiran DANA, lanjutnya, didorong tren pemanfaatan teknologi digital yang telah mengubah perilaku masyarakat, terutama generasi produktif. Sebagian besar aktivitas masyarakat saat ini mengandalkan teknologi yang lebih mudah dan praktis, termasuk dalam melakukan transaksi keuangan. Selain itu, pertumbuhan sektor baru seperti e-commerce dan perdagangan digital membutuhkan dukungan untuk mengoptimalkan kelancaran dan keamanan transaksi bagi konsumen.
“Dompet digital DANA bisa digunakan oleh siapapun, baik pengguna ataupun para pelaku usaha dari berbagai skala dan jenis usaha,” urainya seraya menambahkan bahwa transaksi non tunai lakukan lebih cepat dan praktis, lebih terjamin keamanannya, serta lebih akurat karena mereka juga dapat melakukan pembayaran dengan nominal terkecil sekalipun. Sedangkan bagi pemerintah dan industri perbankan, budaya non tunai dapat mengurangi biaya produksi dan distribusi uang fisik, biaya membangun dan merawat mesin-mesin ATM, dan biaya lain-lainnya.

Sementara perang promosi yang terkesan membakar uang, menurutnya merupakan program pemasaran yang sesungguhnya dihadirkan untuk menjadi stimulan atau pendorong bagi masyarakat agar tertarik mencoba pengalaman baru dalam bertransaksi, dan merasakan beragam manfaat bertransaksi secara digital. “Pendekatan itu juga kami terapkan di DANA,” jelas Chrisma serius.
Namun demikian, yang lebih penting, kata mantan Director of Corporate Affairs PT Microsoft Indonesia ini, bagaimana akhirnya masyarakat bisa mendapat pengalaman baru yang mengesankan dalam bertransaksi, yakni pengalaman bertransaksi yang lebih mudah, cepat dan aman. Dengan begitu, mereka benar-benar merasakan kapabilitas DANA dan percaya bahwa DANA adalah dompet digital yang dikembangkan dengan teknologi terkini yang bisa membuat hidup mereka lebih simple, produktif, dan efisien.
“Kami ingin masyarakat pada akhirnya menggunakan DANA karena manfaatnya dan bukan karena ada promo,” tandas Chrisma. Keunikan DANA adalah, DANA merupakan dompet digital berkonsep open platform yang bisa digunakan oleh siapapun, pengguna/konsumen dan pelaku usaha.
Lebih lanjut ditambahkan, DANA bisa mendukung berbagai kalangan pelaku usaha, mulai dari UMKM hingga merchant besar, baik online ataupun offline. DANA juga bisa dimanfaatkan oleh beragam sektor, termasuk pendidikan, layanan publik, layanan sosial, hingga pedagang kaki lima untuk mendukung setiap transaksi nontunai dan nonkartu dengan mudah, praktis, aman dan efisien.
Sejauh ini ceruk pasar produk-produk atau solusi pembayaran digital di Indonesia masih sangat besar. Transaksi tunai masih menjadi budaya di Indonesia. Sementara, pemerintah bertekad mendorong percepatan transformasi digital di segala lapisan masyarakat agar kompetensi Indonesia terus meningkat.
Berdasarkan Bank Indonesia pada Desember 2018, persentase transaksi tunai dibandingkan transakti non tunai adalah 76%. Artinya, pasarnya masih besar, namun tingkat penerimaan masyarakat masih rendah. Untuk mengajak masyarakat agar bertransformasi, perlu strategi pengenalan yang efektif supaya mereka percaya dan mau beralih ke budaya non tunai dan non kartu secara digital.
Oleh karena itu, menghadirkan inovasi teknologi serta user experience (pengalaman penggunaan) yang terbaik menjadi upaya yang akan terus dihadirkan. Mengedukasi masyarakat, tambah Chrisma, agar mereka makin percaya akan keandalan dompet digital DANA dalam mendukung produktivitas dan kompetensi mereka. DANA akan terus meningkatkan kapabilitas, termasuk terus mengembangkan kemitraan-kemitraan strategis agar masyarakat dapat memperoleh pengalaman baru yang kaya dan mengesankan.
“Kami tidak menyebut kegiatan promosi sebagai bakar uang. Beragam kegiatan promosi seperti cashback kami hadirkan sebagai pendorong agar masyarakat mau mencoba user experience yang kami hadirkan pada dompet digital DANA,” jelasnya serius.
Sementara terkait masalah keamanan, alumnus San Fransisco State University (2001-2003) ini menilai, keamanan adalah kunci dan prioritas utama. Karena keamanan adalah dasar kepercayaan pengguna. DANA memastikan keamanan data dan perlindungan bagi pengguna. Ada beberapa perlindungan DANA: Pertama, memiliki Data Center (DC) dan Data Recovery Center (DRC) di Indonesia. Keduanya menyala secara paralel dan mumpuni dalam menangani skalabilitas transaksi yang tinggi dan melakukan risk management yang canggih untuk melindungi pengguna. Kedua, DANA memiliki Sertifikat PCIDSS (Payment Card Industry Data Security Standard), yakni standar keamanan tinggi yang setingkat dengan keamanan perbankan. Ketiga, DANA bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) dalam pemanfaatan data kependudukan untuk proses verifikasi data pengguna dan validasi layanan. Bagi DANA, kerja sama dengan Dukcapil berdampak signifikan dalam mempercepat layanan dan menghindari DANA dari upaya pemalsuan data. Sementara bagi pengguna DANA, kerja sama ini dapat menghindarkan mereka dari kemungkinan penyalahgunaan data oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dan keempat, DANA memberi jaminan 100 persen uang kembali untuk pengguna jika terjadi kendala pada saat transaksi.
Menurut Chrisma, DANA merupakan startup lokal Indonesia yang menyediakan solusi teknologi finansial dan mengembangkan infrastruktur pembayaran dan transaksi keuangan digital yang memungkinkan masyarakat Indonesia bertransaksi secara non tunai dan non kartu. Teknologi DANA dikembangkan oleh para programmer Indonesia, di Indonesia, dan untuk masyarakat Indonesia.
Mulai diperkenalkan ke publik pada bulan Maret 2018. Aplikasi DANA secara resmi baru diluncurkan pada 5 Desember 2018. Per akhir Q2-2019, jumlah pengguna DANA mencapai lebih dari 20 juta dengan jumlah rata-rata transaksi per akhir Q2-2019 lebih dari 1,5 juta transaksi per hari. Dengan jumlah transaksi sebesar itu, tingkat settlement dengan merchant sangat tinggi, bahkan 0% discrepancy.[] Siti Ruslina/Ilustrasi: Alinea.ID
