Mengintip Jalur Masuk Perguruan Tinggi Negeri
Masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) masih menjadi idaman para lulusan SMA. Ada gengsi tersendiri bila diterima di PTN apalagi masuk melalui jalur SNMPTN (Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Namun sekarang tak hanya SNMPTN tapi masih ada 5 jalur seleksi yang bergengsi.

Aksi luapan kegembiraan setelah pengumuman kelulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) biasanya diekspresikan dengan berbagai cara. Saling mencoret pakaian seragam sekolah, contohnya, atau menyemprot pakaian dengan piloks adalah pemandangan yang kerap dijumpai ketika pengumuman kelulusan diumumkan. Pemandangan ini kerap kita jumpai di lingkungan sekolah SMA. Bahkan, ada yang berlebihan seperti aksi kebut-kebutan dengan mengendarai sepeda motor. Semua itu cermin kegembiraaan!
Ekspresi kegembiran para lulusan SMA di kota-kota kecil pun tak jauh maraknya. Para pelajar seakan memuntahkan kegembiraan sebagai simbol berakhirnya masa panjang pendidikan selama tiga tahun di SMA. Pertanyaannya apakah ekspresi pelajar itu merupakan jalan akhir menggapai sukses di masa mendatang?
Pertanyaan ini yang mestinya mereka jawab untuk melangkah lebih lanjut ke jenjang pendidikan lebih tinggi. Pasalnya lulusan SMA hanya merupakan “titik awal” umenghadapi hari esok yang lebih baik. Di depan sana, masih banyak perjuangan yang penuh tantangan! Kita harus dapat melalui dengan keseriusan dan ketekunan, sehingga “mimpi kita” di masa depan tercapai.
Mau ke mana mereka setelah lulus SMA? Boleh jadi sebagian besar mereka menjawab ingin melanjutkan ke perguruan tinggi, terutama ke perguruan tinggi negeri (PTN). Namun, perlu diingat daya tampung PTN tak sebanding dengan jumlah peminat yang ingin masuk ke situ.
Koordinator Humas Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 2021, Ismaini Zain, mengatakan, pada 2021, ada tiga jalur seleksi untuk masuk perguruan tinggi negeri. “Terdapat tiga jalur seleksi yaitu SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi Mandiri,” ujar Ismaini, sebagaimana dikutip dari kompas.com tahun lalu.
Deputi Menteri Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Pendidikan Dan Moderasi Beragama, Kemenko PMK Prof Dr R Agus Sartono, MBA mengatakan, setiap tahun ada sekitar 3,7 juta pelajar lulus SMA, MA dan SMK. Namun tak semua pelajar lulusan setingkat SMA tersebut bisa meneruskan ke bangku kuliah. Dari data Kemenko PMK hanya sebanyak 1,8 juta lulusan SMA bisa meneruskan kuliah ke perguruan tinggi, sebagaimana dikuti dari detik.com, pada 29 Juni 2021.
Sementara hasil Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021 diumumkan pada 14 Juni 2021 adalah sebanyak 184.942 siswa dinyatakan lulus dalam SBMPTN 2021. Jumlah peserta yang lulus terdiri atas 92.963 program studi Saintek dan 91.979 program studi Soshum. Bila dilihat berdasarkan status, maka peserta reguler diterima sebanyak 123.875 dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah 61.067 orang. Seleksi ini juga diikuti oleh 265 peserta difabel dengan jumlah diterima atau lulus di prodi Saintek 19 orang dan prodi Soshum 44 orang peserta, sebagaimana dikutip dari dikti.kemdikbud.go.id, pada 14 Juni 2021.
Jumlah peserta yang lulus tersebut merupakan hasil seleksi dari 777.858 orang pendaftar secara nasional, terdiri dari kelompok ujian Saintek dengan jumlah pendaftar 336.834 dan diterima 85.149 atau dengan persentase diterima sebesar 25,28 persen. Sementara pendaftar Soshum sebanyak 378.556 dan diterima 83.836 atau dengan persentase diterima 22,15 persen. Pendaftar Saintek dan Soshum (Campuran) sebanyak 62.468, sedangkan jumlah yang diterima 15.957 atau sebesar 25,54 persen.

Adapun jalur SBMPTN dengan kuota minimum 40 persen dari daya tampung PTN atau Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (30 persen minimum pada PTN BH) merupakan seleksi berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Pelaksanaan tes menggunakan komputer, dengan biaya ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah. Peserta UTBK-SBMPTN terdiri dari 74 Universitas dan Institut Negeri, 12 Vokasi di Universitas dan Institut (Unsita), 40 Politeknik Negeri dan 11 PT KIN (UIN) se-Indonesia dengan total daya tampung mencapai 197.657 kursi.
Sedangkan jalur masuk PTN berdasarkan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) Jalur SNMPTN sendiri merupakan jalur masuk perguruan tinggi yang diperuntukkan bagi siswa berprestasi. Jalur ini dapat diikuti oleh siswa-siswi SMA, MA, dan SMK kelas 12 yang memiliki prestasi unggul. Masing-masing sekolah akan diberikan kuota berdasarkan nilai akreditasi dari sekolah yang bersangkutan.
Jalur SNMPTN kerap disebut sebagai jalur undangan. Itu artinya peserta didik SMA sederajat diundang untuk diseleksi. Jadi bukan diundang otomatis diterima, (tapi) untuk mengikuti seleksi berdasarkan nilai rapor. Nilai rapor yang digunakan yaitu rapor semester 1 sampai 5. Selain nilai rapor pada semester itu, ada faktor-faktor lain yang ikut menyumbang kelolosan siswa-siswi SMA lolos ke PTN lewat jalur SNMPTN, seperti akreditasi sekolah, ranking paralel, domisili dimana siswa-siswa bersekolah, tidak disarankan lintas jurusan (linjur), nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal), track record alumni dan mereka juga bisa menyertakan sertifikat capaian prestasi agar peluang lolos SNMPTN makin besar.
Perlu diketahui, bagi siswa-siswi para pejuang PTN yang hendak mengikuti SNMPTN, SBMPTN dan Seleksi Mandiri, disarankan mengecek daya tampung atau kuota masing-masing universitas dari tahun sebelumnya. Setiap PTN menyediakan kuota yang berbeda-beda untuk tiap jalur masuk. Maka dari itu, siswa-siswa lulusan SMA wajib melakukan pengecekan, jalur mana yang menyediakan kuota paling besar atau paling sedikit.
Mengetahui persentase kuota untuk tiap jalur masuk ini penting banget, agar bisa menyusun strategi dan mempersiapkan kira-kira akan mengambil jalur mana untuk mendaftarkan diri ke PTN tujuan. Selain itu, mereka juga harus bisa memperkirakan peluang untuk diterima di PTN melalui jalur masuk yang dipilih.
Ketua LTMPT, Mochamad Ashari, mengatakan ada mekanisme penerimaan mahasiswa baru (PMB) di SNMPTN dan SBMPTN Perguruan Tinggi Negeri (PTN) Akademik jenjang sarjana dan D4, 11 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), serta 39 Politeknik Negeri melalui jalur Undangan SNMPTN dan SBMPTN telah mulai disosialisasikan sejak 1 Desember 2021 lalu, sebagaimana dikutip dari ugm.ac.id/id, 4 Januari 2022.
SNMPTN merupakan seleksi berdasarkan nilai akademik saja atau nilai akademik dan prestasi lainnya yang ditetapkan oleh PTN dengan biaya subsidi penuh pemerintah. Sementara SBMPTN adalah seleksi calon mahasiswa baru PTN berdasarkan hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) atau hasil UTBK dan kriteria lain yang ditetapkan.
Ashari menjelaskan langkah pertama yang harus dilakukan oleh siswa yang akan mengikuti SNMPTN 2022 dan SBMPTN 2022 adalah melakukan registrasi akun LTMPT sebagai syarat untuk dapat mendaftarkan diri di seleksi masuk PTN 2022. Adapun pendaftaran akun LTMPT untuk SNMPTN 2022 dimulai hari ini, 4 Januari 2022.
“Langkah pertama diawali dengan registrasi akun LTMPT bagi sekolah mulai 4 Januari 2022 lalu diikuti registrasi akun LTMPT oleh siswa mulai 10 Januari 2022. Batas akhir registrasi akun sekolah dan siswa pada 15 Februari 2022,” terangnya saat Konferensi Pers Penerimaan Mahasiswa Baru di PTN Akademik dan Vokasi 2022 Program Sarjana dan D IV, Selasa (4/1) di hadapan media dan disiarkan secara langsung melalui akun resmi Youtube LTMPT.
Registrasi akun LTMPT bagi Sekolah dan Siswa melalui laman Portal LTMPT https://portal.ltmpt.ac.id. Setelah itu dilanjutkan dengan penetapan siswa yang eligible oleh Sekolah mulai 04 Januari – 08 Februari 2022. Pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS).
Berikutnya, UTBK-SBMPTN tahun 2022 menggunakan komputer dan biaya ditanggung oleh peserta serta disubsidi oleh pemerintah. Tahapan mengikuti SBMPTN tahun 2022 diawali dengan registrasi Akun LTMPT pada 14 Februari -17 Maret 2022. Secara spesifik mekanisme dan sosialisasi UTBK-SBMPTN akan dilakukan sampai dengan 15 April 2022.
Pendaftaran UTBK- SBMPTN pada 23 Maret -15 April 2022. Pelaksanaan UTBK-SBMPTN dilakukan dalam dua gelombang di 74 Pusat UTBK PTN. Gelombang 1 pada 17 – 23 Mei 2022, dan Gelombang 2 pada 28 Mei – 03 Juni 2022. Lalu, pengumuman Hasil Seleksi Jalur SBMPTN dijadwalkan pada 23 Juni 2022. Masa unduh sertifikat UTBK pada 25 Juni – 31 Juli 2022.
Informasi resmi tentang SNMPTN dan UTBK-SBMPTN 2022 dapat dilihat melalui laman http://www.ltmpt.ac.id. Layanan Call Center pada nomor 0804 1 450 450 dan Help Desk melalui https://halo.ltmpt.ac.id. Untuk akun media sosial Twitter & Instagram LTMPT: @ltmptofficial, atau Facebook, Youtube dan TikTok LTMPT: LTMPT OFFICIAL.
Dalam penerimaan mahasiswa baru PTN, pemerintah mensyaratkan kuota penerimaan melalui jalur SNMPTN minimum 20% dari kuota, jalur SBMPTN minimum 40% dari kuota, dan jalur mandiri maksimum 30%. Sedangkan bagi PTN BH (Perguruan Tinggi Nasional Berbadan Hukum-red), penerimaan melalui jalur SBMPTN minimum 30% dan seleksi mandiri maksimum 50% dari kuota.
Namun demikian, memasuki perguruan tinggi jangan hanya sekedar ikut-ikutan teman. Faktor bakat dan minat sangat menentukan keberhasilan kita dalam menjalankan pendidikan di pergurun tinggi. Jangan sepelekan menjalankan proses pendidikan di perguruan tinggi. Perlu diingat menjalankan pendidikan di perguruan tinggi tidak semudah membalik telapak tangan. Tak segampang kita mencoret-coret baju ketika mendengar kabar kelulusan di SMA. [] Yuniman Taqwa/Ilustrasi: easyuni.co.id
