JMFW 2024 Raup Transaksi US$ 20,1 Juta

Kolaborasi semua pihak dalam mendorong Indonesia menjadi pusat fesyen muslim dunia, menjadi kata kunci mencapai hal itu.  Pameran Jakarta Muslim Fashion Week mampu menggaet buyer mancanegara!

JMFW 202diikuti lebih dari 214 desainer yang menampilkan lebih dari 1.000 koleksi/Foto: Kemendag

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan optimistis Indonesia akan menjadi pusat fesyen muslim dunia. Potensi ini harus didukung ekosistem, kemauan, dan kerja sama semua pihak. Pameran Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW)  2024 yang digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI) 2023 menjadi salah satu intrumen mendorong Indonesia menjadi pusat muslim dunia.

 “Kata kuncinya kerja sama semua pihak. Kepala daerah, duta besar yang mendatangkan buyer, sponsor,  serta  yang  sangat  membanggakan  yaitu  desainer  muda  Indonesia.  Pemerintah  harus  hadir dan mendukung karena kita punya potensi sangat besar. Indonesia bisa menjadi pusat fesyen muslim dunia asal mau,”ujar  Zulkifli Hasan dalam acara peragaan busana di Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW)  2024  pada  21/10, yang  berdampingan dengan ajang Trade Expo Indonesia 2023  di  Tangerang,  Banten.

Hal senada disampai Wakil  Menteri Perdagangan  Jerry  Sambuaga saat  membuka  perhelatan  Jakarta  Muslim  Fashion  Week (JMFW) 2024 di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD) City, Kabupaten Tangerang,  Banten, pada 19/10.   

Jerry  optimistis,  Indonesia dapat  memainkan  peran  strategis  dalam  industri  modest  fashion  dunia.  Untuk  itu,  penting  bagi masing-masing komponen ekosistem modest fashion menjalankan pengembangan sesuai tugas dan fungsinya. Hal  ini  dipastikan  dapat  mengakselerasi  pertumbuhan  modest  fashion  dalam  negeri hingga akhirnya terwujud visi Indonesia sebagai salah satu kiblat modest fashion dunia.

Tahun ini, JMFW diikuti lebih dari 214 desainer yang menampilkan lebih dari 1.000 koleksi.  “Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara ini. Pemerintah terus  hadir  dengan  berbagai  kebijakan  yang  mendukung.  Misalnya,  mulai  menata  barang  dari  luar negeri  dengan  mengembalikan  aturan  impor  dari  post  border  ke  border  serta  dengan  memberantas produk ilegal,”terang Zulkifli Hasan.

Menurut Zulkifli Hasan, perbankan  dan  industri  juga  harus  hadir  dan  saling  mendukung. Artinya,  ekosistem  dibangun  bersama-sama. “Kita selalu berusaha keras memfasilitasi para desainer muda ke tingkat dunia. Kemendag sebelumnya telah mengikutkan desainer Indonesia pada ajang New York  Fashion  Week,  London  Fashion  Week,  dan  ajang  (fesyen)  di  beberapa  negara,” tandasnya serius.

Ajang JMFW 2024 yang digelar pada 19 – 21 Oktober 2023 ini ditutup dengan membukukan transaksi sebesar  US$ 20,1  juta  atau  setara  dengan  Rp  330  miliar.  Nilai  tersebut  naik  dibanding  gelaran  tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD 13,2 juta atau setara Rp 260 miliar.

Transaksi tersebut berasal dari buyer dalam negeri dan luar negeri di antaranya dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Prancis, Uni Emirat Arab (UEA), Malaysia, Oman, Lebanon, Arab Saudi, Somalia, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Menurut Jerry, sektor modest fashion merupakan industri yang saat ini berkembang pesat dan   Indonesia   sebagai   negara   dengan   jumlah   penduduk   muslim   terbesar   di   dunia   harus memanfaatkan  peluang  ini.  Salah  satu  bentuk  dukungan  pemerintah  adalah  pembentukan  JMFW yang telah memasuki tahun ke-3 pada 2023 ini.

“JMFW bukan sekedar sebuah pagelaran busana, tetapi juga merupakan ekosistem modest fashion yang melibatkan berbagai pihak dari hulu hingga hilir. Kita harus terus memberikan dukungan untuk mempromosikan  produk-produk  buatan  Indonesia.  Diharapkan  JMFW  juga  dapat  menjadi  salah satu  kontributor  untuk  terus  mengkampanyekan  Bangga  Buatan  Indonesiase hingga  masyarakat Indonesia semakin cinta dan menggunakan produk Indonesia,” ujar Jerry.

Berdasarkan data State of the Global Islamic Economy Report 2022, hal ini juga didorong daya beli produk modest  fashionyang  meningkat  6,1  persen  dalam  empat  tahun  terakhir.  Angka  itu diperkirakan terus mengalami peningkatan sejalan dengan pertumbuhan jumlah konsumen/populasi. Di sisi lain, Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar dunia  menargetkan  untuk  dapat  mendeklarasikan  diri  sebagai  kiblat  modest  fashion  dunia  tahun 2024.

Sementara Direktur  Jenderal  Pengembangan  Ekspor  Nasional  Didi Sumedi, menyampaikan,  hal  ini  menjadi  bentuk  kepercayaan buyer internasional  terhadap  keunggulan produk modest   fashion tanah   air.   Didi   mengapresiasi   seluruh   pihak   yang   telah   mendukung terlaksananya JMFW di tahun ini.

“JMFW 2024 telah berhasil membuktikan menjadi ikon kolaborasi pemangku kepentingan fesyen dari hulu ke hilir, tidak hanya pemerintah, tetapi juga pelaku bisnis, akademisi, perbankan, serta media,” ujar Didi saat menutup JMFW2024.

Dalam penutupan tersebut, Didi menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Am by Anggiasari dengan Susan Erni Dietch mengenai transaksi modest fashion Indonesia di Amerika Serikat.  Selain  itu,  Didi  juga  menyaksikan  penandatanganan  Pernyataan  Bersama  (Joint  Statement) antara  Amal  Sultan  dari  L’adresse  Paris  Agency  dengan  7  jenama  Indonesia  yakni  IKYK,  Artkea, 3 Mongkis, Long Story Short, Christin Wu, Aidan and Ice, serta BLP Beauty. Melalui pernyataan bersama ini, Amal Sultan akan membantu melakukan promosi modest fashionke pasar Eropa.

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Paris Prancis Mohamad Oemar mengatakan, promosi  produk  kreatif  Indonesia  melalui  L’adresse  Showroom  pada Paris Fashion Week tahun ini merupakan wujud nyata upaya bersama pemerintah untuk memajukan produk kreatif Indonesia dan semakin meningkatkan presensi produk Indonesia di pasar global. “Saya ucapkan  selamat  kepada  semua  pihak  yang  terlibat  dan  semoga  akan  semakin  banyak  jenama Indonesia yang go international,”tandasnya.

Sementara Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina mengatakan, permintaan modest  fashion di  dunia  terus meningkat,  bukan  hanya  dari  negara  dengan  penduduk  mayoritas  muslim,  tetapi  juga  nonmuslim.

Menurut   Ita,   ini   dikarenakan   model   busana modest   fashion Indonesia   lebih   universal serta mengedepankan  nilai  yang  berkelanjutan  dan  bersifat  inklusif,  dua  hal  yang  disukai  negara  global. Kekayaan  budaya  Indonesia  yang  luas  dan  indah  dari  Sabang-Merauke  memberikan  peluang  besar untuk  dimanfaatkan  desainer  Indonesia  sehingga modest  fashion yang  dibawa  memilki  keunikan tersendiri.

“Diharapkan  di  masa  depan  nanti,  Indonesia  bisa  menjadi  pusat  modest  fashion  dunia.  Marilah bersama berkolaborasi menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia,”tambah Ita.

JMFW  merupakan  ajang  yang  diinisiasi  Kementerian  Perdagangan  dan  bekerja  sama  dengan  Kamar Dagang  dan  Industri  Indonesia  (Kadin)  Indonesia.  Selain  fesyen  muslim,  JMFW  menampilkan  produk dari industri pendukung lainnya seperti tekstil, kosmetik, perhiasan, aksesori, dan produk gaya hidup. JMFW juga menghadirkan pameran dagang serta penjajakan bisnis (business matching).

Selain  peragaan  busana  dari  jenama  terkenal,  JMFW  tahun  ini  memberikan  wadah  aktualisasi  bagi desainer-desainer  muda.  Termasuk,  akademisi melalui  kerja  sama  dengan  Kementerian  Pendidikan, Kebudayaan,  Riset  dan  Teknologi  yang  menampilkan  karya  dari  37  desainer  muda  dari  12  satuan pendidikan  vokasi.  JMFW  juga  menjadi  saksi  lahirnya  generasi  baru  dalam  dunia  fesyen  dengan dilaksanakannya  wisuda 20  siswa  Islamic  Fashion  Institute  serta  peragaan  busana  karya  para  siswa tersebut.[] Yuniman Taqwa/Foto: Highlight.ID